Jumat, 24 Desember 2010

ILMU CAHAYA AKHIRAT


ILMU CAHAYA AKHIRAT
Pagi yang cerah serasa sangat singkat, tak terasa siang telah hadir tuk menjemput bersama waktu yang terus berganti. Semakin siang semakin menegangkan bagi Sauki al-haki yang duduk dari pagi sampai saat itu, di meja hijau.  Dug..dug’.. terdengar dan begitu kencang dirasakan oleh Sauki, jantungnya terus berdetak yang dari tadi terus menerus ditanyai perihal skripsi yang ia buat. Sesekali ia meletakkan tangannya di atas dada dan mengelusnya saat pertanyaan dari penguji dapat ia jawab dengan baik. Sauki begitu tegang, karena saat itulah saat-saat dimana semua mahasiswa harus mempertanggung jawabkan segalah apa yang telah di dapatkan di banggku kuliah. Walau duduk di kursi yang nyaman, namun Sauki merasa sungguh berbeda. Duduk di hadapan para penguji dan sendiri duduk menghadapi segalah tuntutan beserta pertanyaan yang menguji mental Sauki.
                Ada banyak pertanyaan yang dilontarkan penguji pada Sauki, untungnya sauki telah mempersiapkannya jauh hari selama pembuatan skripsinya, yang ia kerjakan sendiri. Dari semua pertanyaan yang diberikan pada sauki, para penguji lebih banyak menanyakan mengenai hasil skripsinya,  membuat Sauki merasa di mudahkan oleh ALLAH, sebagaimana yang ia doakan tiap malam di tahajjudnya, tiap pagi di dhuhanya dan tiap saat di sholat lima waktunya agar diberi kemudahan menghadapi ujian. Pertanyaan demi pertanyaan telah berlalu,  bersama waktu yang kian lama membuat Sauki percaya diri ia mampu berhasil,  dengan seluruh kerja keras dan bantuan dari ALLAH. Siang mulai menunjukkan keperkasaannya melalui gerah  panas yang membuat Sauki keringatan dan haus, bukan karena gerah akan panasnya ruangan, namun dehidrasinya karena ketegangan.  Waktupun serasa telah lama dilalui Sauki sejauh itupulah Sauki merasa sudah bisa bernafas lega karena para penguji menunjukkan kepuasan atas jawaban yang diberi oleh Sauki. Namun, ternyata masih ada satu pertannyaan yang diberikan Sauki sebelum diberi kepastian bahwa ia berhasil atau tidak. Pertanyan itu dilontarkan oleh salah satu guru besar dan orang yang Sauki begitu banggakan karena ilmu yang ia berikan  pada semua Mahasiswa.
                Pertanyaan yang diberikan kepada Sauki dari sang Mahaguru berbeda dengan pertanyaan sebelumnya.Sang Mahaguru yang bernama Hakim Al-Asyar menanyakan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan skripsi Sauki. Namun,sauki tahu betul kalo pertanyaan yang diberikan oleh hakim Al-asyar adalah pertanyaan yang sangat penting dari pertanyaan sebelumnya. Sang Mahaguru bertanya kepada Sauki.
“bertahun-tahun kau menuntut ilmu di perguruan tinggi, sudah berapa banyakkah yang telah kamu dapatkan?”
Pertanyaan itu begitu sulit untuk dijawab karenabegitu banyak yang harus diingat oleh mahsiswa utnuk menjawabnya. Namun, Sauki hanya butuh lima menit untuk segerah menjawab prtanyaan dari Hakim Al-Asyar.
“ada 8 guru yang saya dapat selama ini di pergurun tinggi.”
Sang Mahaguru sangat kaget dengan jawaban yang dilontarkan oleh Sauki. Hakim Al-Asyar pun langsung menanyakan kembali mengenai jawaban yang begitu mengagetkan semua orang yang ada di ruangan.
“mengapa baru 8 yang kau ketahui Sauki, setelah  bertahun-tahun di Pergurun tinggi ini?!.”
“memang banyak guru tapi hanya 8 yang baru bisa saya amalkan  di hidup saya”
“coba kau sebutkan 8 ilmu yang kau maksud”
“dengan begitu tenangnya Sauki menjawab dengan suara rendah namun jelas.”

“yang pertama, banyak manusia yang saat ini hanya memikirkan dunia dan tidak sadar kalo ada kehidupan  setelahnya yang perlu untuk diingat. Guru yang perna berkata kalo jadikanlah dunia akhirat sebagai motivasi mu didunia. Hidup kita ibarat kapal yang berlabuh dipersinggahan, persinggahan itu ibarat dunia yang sekarang kita tempati  buat mencari  bekal untuk persiapan ketujuan sebenarnya dan dibalik itu ternyata tujuan kita ternyata  adalah akhirat yang merupakan pelabuhan terakhir kita. Kedua, banyak orang yang begitu tergila-gila mengejar Jabatan untuk memperkaya dirinya, melakukan segalah hal untuk memperolehnya dan bertindak menyalahi agama untuk menggapainya.sebenarnya kita diciptakan untuk memengang 2 amanah didunia yaitu manah beribadah kepada Allah dan amanah kekhalifaan untuk di amalkan didunia sebagi slah satu bekaldi akhirat. Ketiga, banyak manusia yang bermusuhan padahal kita semua bersodara dan memiliki ikatan kekeluargaan yang erat .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih