Kamis, 06 Januari 2011

On The Way part I


Perjalanan singkat namun penuh arti ditiap waktu yang aku lalui. Bersama kecepatan dan waktu jarak tempu aku menuju tuntutan ilmu dan masa depan. Itulah kampus, tak satupun kampus yang dekat dengan pemukimanku menetap. Hanya pergantian  kapal saling bergantian menuju laut lepas. Yahhh itulah tempat tinggalku. Tidak cukup  setengah kilometer jarak laut dari rumah. Kita bisa melihat dari kamar mandi  dermaga  tempat kapal bersandar,  setelah malam bergulat dengan ombak demi mencari penghuni laut alias ikan dan kawan-kawannya. Tiap pagi sebelum ke kampus aku senang memandangi langit yang memperlihatkan indahnya sang surya muncul di balik atap rumah tetanggaku. Setiap menatap matahari aku selalu bertanya, apakah yang akan ditunjukkan hari ini padaku? Sebuah kisahkah atau peristiwa?. Tiap melihat matahari aku selalu membayangkan apa yang akan terjadi hari ini. Aku senang membayangkan peristiwa hebat yang akan aku temui tiap hari, seperti hebatnya matahari terbit dari ufuk timur hingga melalui waktu ke ufuk barat. Sebelum ke kampus segalah hal yang perlu aku bawah mesti siap. Pakaian mesti di setrika walau aku lebih sering langsung pakai saja tanpa di setrika. Bersih-bersih kamar,  makan pagi dan terakhir mengecek Si merah sebelum berangkat. Si merah adalah sebutan untuk motor Jupiter merah punya kakak yang di wariskan padaku. Semenjak lulus kuliah di Pancasakti jurusan Farmasi Si merah bisa di pakai siapa saja. Sebelum tes masuk perguruan tinggi aku sudah dipersiapkan untuk mengendarai motor sendiri, supaya tidak menyulitkan Bapak untuk mengantar jemputku seperti biasa. Semenjak TK sampai SMA aku terus di atar jemput, yhaa mau bagaimana lagi.  Bapak lebih senang kalau mengantar jemput aku dibanding harus mengeluarkan uang untuk naik angkot. Hal ini pula yang memotivasi aku untuk cepat mahir  mengendarai motor, tidak enak merepotkan orang tua. Lagi pula udah jadi mahasiswa masih diantar jemput sepertinya tidak singkron dengan status baru aku. Perlu waktu yang cukup lama untuk mahir buat aku melalui jalanan dengan kendaraan beroda dua tersebut. Alhamdulillah setelah lulus masuk perguruan tinggi aku sudah  punya SIM C dari Kepolisian. Akhirnya aku siap untuk kekampus, setelah memanaskan mesin motor dan mengecek hal-hal penting seperti ban, bensin, dan lainnya.  waktunya untuk segera kekampus.

Lanjutan cerita klik : OTW Part2

4 komentar:

  1. Tara didi,,,,taradidi

    bunyi klakson truk trotoar....hahaha

    BalasHapus
  2. salah ketikki becce.... sebelum tes mesuk perguruan tinggi??? mesuk atau ammeso'???
    wkwkwk

    BalasHapus
  3. Manusia tdk luput dr kesalahan
    entri berikutnya akan z koreksi lebih baik
    mohon bantuannya

    BalasHapus

Terima Kasih