Sabtu, 04 Juni 2011

Kerang Kima yang Hampir Puna

TUJUH dari sembilan spesies Kerang Raksasa (giant clams) di dunia hidup di perairan Indonesia. Kerang Raksasa, yang di Indonesia umumnya disebut kimo atau kima, merupakan jenis kerang terbesar, bahkan ada yang dapat hidup hingga lebih dari satu meter. Peneliti Organisme kima Ambariyanto mengatakan, kima hidup bersimbiosis dengan Algae (zooxanthellae) yang merupakan sumber energi utamanya. 
Malang sekali nasib hewan yang satu ini, segala potensi yang diberikan oleh Allah untuk kita harus membuat hidup mereka terengguh kepunahan. Populasinya semakin menurun karena eksploitasi yang berlebihan, seakan tak ada yang peduli dengan kelangsungan hidup hewan ini. Kurangnya perhatian dari pemerintah untuk menanggulangi masalah ini sangat minim. Masyarakat yang memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai kima membuat mereka mengambil kima begitu saja sehingga ekosistem terganggu membuat hidup kima menjadi terancam. Berikut ulasan tentang kima, semoga membuat kita lebih mengenal kima dan mulai memperhatikan kelangsungan hidup Kima  sekarang dan nantinya untuk kita semua.
 
Klasifikasi KIMA
Kingdom  : Animalia
Filum  :Mollusca
Class  : Bivalvia
Ordo   : Veneroidae
Famili   : Cardiacea
Genus   : Tridacna, Hippopus
Species  : Tridacna gigas, T derasa, T squamosa,  T maxima, T crocea, T tevoroa, T rosewateri
  Hippopus hippopus, H porcellanus
 Ciri-ciri
—Kima (kerang raksasa) merupakan kerang berukuran besar dapat mencapai ukuran 1,6 m (Tridacna gigas).
—Kima termasuk dalam kelas Bivalvia, suatu kelompok hewan bertubuh lunak yang dilindungi sepasang cangkang bertangkup.
—Bernapas dengan insang yang bentuknya seperti lembaran yang berlapis-lapis.
—Alat gerak berupa kaki perut yang termodifikasi untuk menggali pasir atau dasar perairan.
—Mereka menyesuaikan diri dengan permukaan tempat melekat/membenam diri pada dasar perairan.
—Habitatnya terumbu karang, pasir dan pecahan karang
—Terdapat di perairan dangkal yang masih dapat ditembus cahaya matahari
Morfologi Kima
      
GB: Ligament luar jaringan yang menghub. Kedua cangkang
BO : Lubang tempat keluarnya bisus
ML : Mantel sifonal
E : Inlet (tempat masuknya air dari luar ke rongga mantel)
A : Outlet(tempat keluarnya sisa-sisa metabolisme atau telur dan sperm saat memijah)
Z : Gigi
S : Sisik (hanya dijumpai pd beberapa species Tridacna
VF : Lipatan vertikal
Anatomi 
 Cara makan

Menurut Lucas (1994) Kima memperoleh makanan dari 3 sumber:
—-Simbiosis dengan zooxanthella
—-Filter feeder
—-Bahan organik terlarut
Siklus Hidup 

Ekologi Kima
Habitat
-substrat dasar terutama jenis batu karang, pasir dan bongkahan karang.
-Kima melekatkan diri dengan menggunakan benang byssus yang kuat
Menurut cara hidupnya:
-Membenamkan diri sebagian/seluruh
-hidup bebas, menempel/ tergeletak di atas batu karang
 Jenis-jenis Kima
Saat ini tercatat 10 jenis kima yang tersebar di perairan tropis di Samudera India dan Pasifik.
—Subgenus Tridacna (Chametrachea)
Tridacna costata Richter, Roa-Quiaoit, Jantzen, Al-Zibdah, Kochzius, 2008
Tridacna crocea Lamarck, 1819
Tridacna maxima Röding, 1798 (=Tridacna elongata)
Tridacna rosewateri Sirenho & Scarlato, 1991
Tridacna squamosa Lamarck, 1819
—Subgenus Tridacna (Tridacna)
Tridacna derasa Röding, 1798
Tridacna gigas Linnaeus, 1758
Tridacna tevoroa Lucas, Ledua & Braley, 1990 (=Tridacna mbalavuana)
—Genus Hippopus
Hippopus hippopus (Linnaeus, 1758)
Hippopus porcellanus (Rosewater, 1982)
Manfaat
—membersihkan air laut dari populasi mikroorganisme yang berlebihan. Dengan demikian, air laut menjadi lebih sehat dan keseimbangan ekosistem pun lebih terjaga.
—Membuat terumbu karang, berwarna-warni indah.
—Bernilai ekonomis: Dagingnya sebagai makanan berprotein tinggi (15-16%), cangkang sebagai hiasan,asbak,tempat cuci tangan,serta industri aquarium.
—Kima juga menghasilkan mutiara berukuran besar yang mahal harganya.
Sumber data :
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih