Senin, 27 Juni 2011

Pedoman Penulisan Skripsi UIN Alauddin Makassar part 2


KUTIPAN AL-QUR’AN & TERJEMAHNYA
-       Pengutipan ayat Al-Qur’an menggunakan rasm Usmany dengan cara menuliskan sumbernya dalam teks (dimulai dengan singkatan Q.S. yang diikuti nama surah, garis miring, nomor surah, titik dua, nomor ayat, titik) mendahului ayat yang dikutip
     Contoh :
     … Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imran/3: 104.
-       Kutipan ayat Al-Qur’an ditulis terpisah dari teks tanpa tanda kutip. Di akhir ayat ditulis nomor ayatnya dalam huruf arab yang ditempatkan di dalam kurung
-       Kutipan ayat Al-Qur’an ditulis dengan Times New Roman font 18 dengan jarak exactly 24 pt before 0 pt after 0 pt
-       Terjemahan Al-Qur’an yang dikutip diberi footnote dari terjemahan resmi : Departemen Agama R.I., Al-Qur’an dan Terjemahannya (dalam berbagai edisi)
-       Terjemahan Al-Qur’an diketik terpisah dari teks dalam satu alinea tersendiri (walaupun kurang dari 1 baris) dengan jarak exactly 12 pt before 6 pt afetr 6 pt, diketik dengan jarak 1 cm dari margin kiri (sama dengan penulisan kutipan langsung)
-       Jika yang dikutip Al-Qur’an, digunakan kata : TERJEMAHNYA (bukan terjemahannya)
-       Jika yang dikutip Hadits, digunakan kata : ARTINYA.
ENDNOTE
-       Teknik penulisan endnote persis sama dengan footnote
-       Endnote atau catatan akhir adalah catatan referensi yang diletakkan di akhir suatu karya tulis ilmiah, sebelum Daftar Pustaka
Contoh penulisan endnote :
Britz Mike Lion and Demain Albert, Regulation of Metabolite Synthesis, (Cet. I; New York: Pergamon Press, 1985), h. 23.
PARENTHETICAL REFERENCE (IN TEXT CITATION)
-       Parenthetical Reference diletakkan di dalam teks dan diapit oleh tanda kurung.
-       Informasi yang disampaikan pada Parenthetical Reference adalah : nama akhir pengarang (1, 2, sampai 3 penulis), tahun terbit, halaman.
     Contoh :
            Jika 1 penulis                           = (Noor 2001, 46).
            Jika 2 penulis                           = (Lion dan Albert 1985, 23).
            Jika 3 penulis                           = (Hardjo, Sumitro, dan Timoho 1989, 11).
            Jika lebih dari 3 penulis           = (Lay et al. 1994, 19) atau
                                                               (Lay dkk. 1994, 19)
-       Jika ada 2 buku ditulis oleh orang yang sama dan terbit pada tahun yang sama.
     Contoh :
                        (Noor 2001a, 46)
                        (Noor 2001b, 78)
-       Jika buku yang digunakan memiliki beberapa jilid, volume, atau juz, maka jilid, volume, atau juz yang dikutip ditulis setelah tahun diikuti oleh titik dua, lalu nomor halaman.
     Contoh :
                        (Noor 2001, 11 : 46).
-       Jika buku yang digunakan disadur lebih dari 1 halaman.
     Contoh :
                        (Noor 2001, 46-51).
FOOTNOTE
-       Times New Roman font 10
-       Antara baris terakhir teks dengan nomor footnote diberi garis pembatas (separator) sepanjang 20 karakter atau 5 cm
-       Footnote yang terdiri dari 2 baris atau lebih diketik dengan jarak exactly 12 pt before 0 pt after 0 pt
-       Jarak antar footnote adalah spacing before 6 pt
-       Baris pertama footnote dimulai dengan 1,25 cm dari margin kiri, baris selanjutnya kembali ke margin kiri
-       Nomor footnote diketik setengah spasi di atas baris pertama
-       Urutan penomoran bermula pada setiap awal bab (bukan kelanjutan nomor dari bab sebelumnya)
-       Nama pengarang tidak mengalami pembalikan
-       Pada setiap catatan kaki harus disebutkan halaman buku yang dikutip dengan singkatan h., baik untuk 1 halaman maupun lebih.
-       Istilah Ibid. (miring, diawali huruf kapital) = sumber footnote sama dengan sebelumnya tanpa diperantarai footnote lain. Jika nomor halaman sama, tidak dicantumkan lagi
-       Istilah op. cit.  (miring, huruf kecil, diberi spasi) = sumber footnote sama dengan sebelumnya tapi diperantarai footnote lain yang tidak sama halamannya. Istilah op. cit. diguanakan sesudah menyebutkan nama pengarang.
-       Istilah loc. cit.  (miring, huruf kecil, diberi spasi) = sumber footnote sama dengan sebelumnya tapi diperantarai footnote lain yang sama halamannya. Istilah  loc. cit. diguanakan sesudah menyebutkan nama pengarang
     Contoh :
       11Britz Mike Lion and Demain Albert, Regulation of Metabolite Synthesis, (Cet. I; New York: Pergamon Press, 1985), h. 23.

         12Fraizer Willy Corner  and  Westhoff  Duke Corner,  Food Microbiology, Jilid I (Cet. IX; New Delhi: Tata Mc Graw Hill Publishing Company Ltd, 1978), h. 25.

               14Susilo Hardjo, Indrasti Nana Sumitro, dan Bantacut Timoho, Pemanfaatan   Limbah  Industri Pertanian (Bogor: PAU Pangan dan Gizi IPB, 1989), h. 11.

         15Ibid., h. 40.

              16Britz Mike Lion and Demain Albert, op. cit., h.26.

              17Fraizer Willy Corner  and  Westhoff  Duke Corner, loc. cit.



Bacaan selanjutnya
Pedoman Penulisan KTI UIN Alauddin Mks part 3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih