Selasa, 26 Juli 2011

Apresiasi Film Surat kecil Untuk Tuhan

Baru-baru nie salah seorang teman mengajak untuk nonton ke Bioskop. Nga jelas mau nonton apa, ternyata mau nonton Surat Kecil Untuk Tuhan. Film surat kecil untuk tuhan saat ini sedang menjadi bahan perbincangan di situs-situs microblogging seperti twitter dan Facebook.
 
Film Surat Kecil Untuk Tuhan ini diangkat dari kisah nyata dan novel dengan judul yang sama.  Film ini diperankan oleh Dinda Hauw sebagai Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke, seorang gadis yang berusia 13 Tahun yang lahir dari keluarga yang sangat berada, dan banyak disayangi oleh orang-orang sekitarnya.  Kehidupannya tampak begitu sempurna, hingga suatu saat Keke mengidap penyakit Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia, sangat naas menurut saya. Belum pernah saya mendengar penyakit seperti itu. Pada saat menonton film ini saya agak jijik tiap melihat wajah pemeran keke yang membengkak dan memerah akibat kanker tersebut, sampai-sampai diceritakan dalam film tersebut keke sulit menyeimbangkan kepalanya karena hanya sebelah wajahnya yang terkena kanker tersebut.   Gadis cantik dan cerita tersebut terpaksa mengikuti serangkaian kemoterapi dan pengobatan-pengobatan lainnya hingga rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering dan sering mual-mual.  Pada suatu ketika Keke dinyatakan sembuh oleh Dokter dan kembali melakukan kegiatan seperti sedia kala.  Tetapi setahun kemudian penyakit kanker itu kembali, lebih parah dan bahkan mematikan.  Walaupun sadar akan penyakitnya yang sangat berat, tidak membuat Keke menyerah.  Keke terus semangat dan tetap bertahan tanpa sedikitpun lemah, walaupun kemoterapi tidak bisa lagi dilakukannya.
 
Cerita ini merupakan cerita nyata yang dialami Gita Sessa Wanda Cantika, seorang gadis manis berusia 13 Tahun.  Keke berhasil bertahan dari penyakitnya hingga menghembuskan nafas terakhirnya 25 Desember 2006 setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri. Keke berharap tidak ada lagi seseorang yang akan mengalami nasib seperti dirinya, mengidap penyakit aneh tersebut. Kisah nyata ini selanjutnya ditulis oleh seorang blogger yang beralamatkan http://lieagneshendra.blogs.friendster.com. Ada kutipan yang sangat menyentuh kalbu di Film dan Novel ini yaitu :
TUHAN BOLEHKAH AKU MENULIS SURAT KECIL UNTUKMU
TUHAN BOLEHKAN AKU MEMOHON SATU HAL KECIL DARI MU
TUHAN BOLEHKAH AKU HIDUP UNTUK WAKTU YANG LAMA
TUHAN BOLEHKAN AKU ADA DI DUNIA INI UNTUK BAHAGIA.

Penilaian untuk Film ini :
6/10
Ide ceritanya bagus tapi alurnya terlalu lambat, penjiwaan pemeran lainnya tidak begitu bagus, latar dan tempat terlalu sempit dan sedikit. Banyak adegan yang tidak perlu menurut saya, pembagunan emosi kurang. Sebenarnya film nie bisa buat saya menagis menurut saya, tapi entah kenapa tak sedikitpun air mata yang keluar hanya miris melihat keadaan  yang di alami pemeran keke. Mungkin pengemasan film Melodrama ini belum begitu bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih