Minggu, 17 Juli 2011

Contoh laporan Molusca

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak. Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Hewan ini tergolong triploblastik selomata.
Dengan kira-kira 100.000 spesies yang masih hidup, pada waktu ini filum molluska termasuk filum hewan yang sangat penting. Terdiri atas hewan bertubuh lunak, tidak bersegmen (kecuali  satu), banyak di antaranya dilindungi oleh satu atau lebih cangkang yang terbuat dari kapur (kalsium karbonat).
Melalui percobaan ini kita akan mengamati lebih jauh mengenai filum Molusca. Mengamati lebih dalam tentang jenis-jenisnya. Bentuk luar maupun dalam akan kita amati melalui percobaan ini. Morfologi dan anatominya yang berbeda-beda tiap kelas yang termasuk filum moluscajuga akan dibahas.



B.    Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati morfologi dan anatomi dari spesies-spesies yang mewakili Molusca serta mendeskripsikan dan menyusun klasifikasinya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mollusca berasal dari bahasa Romawi molis yang berarti lunak. Jenis molusca yang umum dikenal ialah siput, kerang dan cumi-cumi. Molusca hidup sejak periode Cambrian, terdapat lebih dari 100.000 spesies hidup dan 35.000 spesies fosil. Kebanyakan dijumpai di laut dangkal, beberapa pada kedalaman 7.000 m, beberapa di air payau, air tawar dan darat.
Ciri tubuh Mollusca meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh. Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi.Misalnya siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur.Namun ada yang dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18 m seperti cumi-cumi raksasa.
Tubuh mollusca terdiri dari tiga bagian utama. Kaki merupakan penjulur bagian ventral tubuhnya yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak merayap atau yang berfungsi untuk menangkap mangsa. Massa viseral adalah bagian tubuh mollusca yang lunak.Massa viseral merupakan kumpulansebagaian besar organ tubuh seperti pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Mantel membentuk rongga mantel yang


berisi cairan. Cairan tersebut merupakan lubang insang, lubang ekskresi, dan anus. Selain itu, mantel dapat mensekresikan bahan penyusun cangkang pada mollusca bercangkang. Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang nengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah pada mollusca tertentu.Lidah bergigi yang melengkung kebelakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan. Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang. Sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Organ ekskresinya berupa seoasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.
Sebagian besar moluska hidup di air laut tetapi banyak yang ditemukan di air tawar dan beberapa di darat. Filum ini dibagi atas tiga kelas besar dan beberapa kelas keci. Kelas dari filum moluska yaitu Bivalvia, Gastropoda, Cephalopoda, Scaphoda, Polyplacophora, Monoplacophora.
Kelas Bivalvia contohnya kijing, kerang, kepah, remis, dan sebagainya, umunya disebut bivalvia karena tubuh dilindungi oleh dua cangkang. Hewan bivalvia mempunyai bentuk simetris bilateral, tetapi dalam hal ini tidak ada kaitannya dengan lokomosi yang cepat. Hewan ini kalaupun bergerak ialah dengan cara menjulurkan satu kaki tebal yang berotot di antara kedua kutub. Kelas Gastropoda, kelas besar moluska yang kedua meliputi semua keong dan kerabatnya yang tidak bercangkang yaitu siput telanjang. Kelas Cephalopoda berbagai jenis spesies gurita dan cumi-cumi dan juga nautilus beruang termasuk dalam kelas Cephalopoda. Kelas Scaphoda merupakan kelas kecil moluska laut yang menghabiskan kehidupan dewasanya terbenam di dalam pasir. Kelas polyplacophora, kinton adalah organism lamban yang hidup secara tidak menyolok di pantai laut. Kelas Monoplacophora kelas ini disangka telah punah selama berjuta-juta tahun dan barulah didirikan lagi sejak Neopilina ditemukan pada tahun 1952.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
   Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini  adalah sebagai berikut:
   Hari/Tanggal       :   Kamis, 23 Juni 2011
   Waktu            :   13.00 – 15.00 WITA
  Tempat            :  Laboratorium Biologi Dasar Lantai I
                             Fakultas Sains dan Teknologi
                             Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                             Samata-Gowa.  
B.    Alat dan Bahan  
1.    Alat
Adapun alat yang digunakan dalam  praktikum ini adalah papan bedah dan alat bedah.
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah cumi-cumi (Loligo sp).


C.    Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja praktikum ini adalah :
1.    Menyiapkan alat bedah dan papan bedah
2.    Meletakkan alat ke meja praktikum
3.    Menyiapkan bahan praktikum Haliclona oculata dan meletakkannya pada papan bedah.
4.    Mengamati struktur morfologi dan anatominya
5.    Menggambar hasil pengamatan




Morfologi cumi-cumi (Loligo sp)
Anatomi cumi-cumi (Loligo sp)



B.    Pembahasan
Adapun pembahasa tentang hasil pengamatan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :  
1.    Morfologi
Tubuh cumi relatif panjang, langsing dan bagian belakang meruncing (rhomboidal). Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala, leher dan badan. Kepala terletak di bagaian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan tidak berkelopak, berfungsi sebagai alat untuk melihat. Leher pendek dan badan berbentuk tabung dengan sirip lateral berbentuk segitiga di setiap sisinya. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). Pada permukaan dalam tangan dan tentakel terdapat batil isap yang berbentuk mangkok terletak pada ujung tentakel. Gigi khitin atau kait terletak pada tepi batil isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya. Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ia ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyemburkan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Di bagian perut, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin. Fungsinya untuk melindungi diri. Jika dalam keadaan bahaya cumi-cumi menyemprotkan tinta hitam ke luar sehingga air menjadi keruh. Pada saat itu cumi-cumi dapat meloloskan diri dari lawan. Sedangkan pada anterior badan terdapat endoskeleton.
Sistem skeletal terdiri atas endoskeleton yang berbentuk pen atau bulu dan beberapa tulang rawan. Beberapa tulang rawan tersebut membentuk artikulasi untuk sifon dan mantel, yang lain melindungi ganglia dan menyokong mata. Endoskeleton yang berbentuk pen tersebut homolog dengan cangkang pada Mollusca lain. Pada Loligo endoskeleton tersebut (cangkang) terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan, tipis dan terbuat dari bahan kitin. Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir.
2.    Anatomi
secara anatomi, organ respirasi cumi terdiri atas sepasang insang berbentuk bulu yang terdapat di rongga mantel. Prosesnya, air keluar masuk melalui tepi lingkaran ujung badan. Kontraksi dan relaksasi mantel menyebabkan sirkulasi air dalam rongga mantel sehingga terjadi pertukaran gas. Filamen insang disuplai oleh kapiler-kapiler darah. Darah mengandung pigmen repirasi yaitu hemocyanin. Sistem pembuluh darah berkembang baik dan sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung sistematik, aorta, dan arteri bersifat ganda dan tertutup, jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah.
Alat ekskresinya berupa dua ginjal atau nefridia berbentuk segitiga berwarna putih yang berfungsi menapis cairan dari ruang perikardium dan membuangnya ke dalam rongga mantel melalui lubang yang terletak di sisi usus.
Organ pencernaan terdiri atas mulut yang mengandung radula dan dua rahang yang terbuat dari kitin dan berbentuk seperti paruh burung betet. Gerak kedua rahang tersebut dikarenakan kontraksi otot. Selanjutnya makanan di bawa ke esofagus, lambung, usus, rektum dan anus yang bermuara dalam rongga mantel. Pencernaan dilengkapi dengan dua kelenjar ludah (di masa bukal) dan di dekat ujung anterior hati, digunakan untuk mensekresikan racun di daerah rahang. Selain itu juga memiliki kelenjar pencernaan yaitu kelenjar hati pada anterior dan pankreas di posterior. Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya.
Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. Ganglion serebral, pedal, viseral, suprabukal, infrabukal dan optik terletak di kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata, dua statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ pembau.
Sistem reproduksi cumi-cumi dilakukan secara kawin. Hewan ini umumnya memijah satu kali dan biasanya mati setelah melakukan reproduksi. Alat kelaminnya terpisah (diosius), masing-masing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel dengan saluran yang terbuka ke arah corong sifon. Pada saat kopulasi spermatofor jantan dimasukkan ke dalam rongga mantel betina dengan pertolongan hektokotikulus (modifikasi ujung tangan kiri ke-5 jantan) yang berbentuk seperti sisir. Cumi-cumi betina menghasilkan telur yang akan dibuahi di dalam rongga mentel. Kemudian, telur yang sudah dibuahi dibungkus dengan kapsul dari bahan gelatin,
panjang dan berlubang pada ujung-ujungnya. Telur yang menetas menghasilkan cumi-cumi muda berukuran kecil. Hewan ini tidak memiliki stadium larva, embrio setelah lepas menjadi cumi kecil yang dapat berenang bebas
3.     Habitat
Habitat cumi-cumi banyak ditemukan di air laut. Variasi temperature dan tinggi di air laut, penetrasi cahaya matahari tinggi, Ekosistem tidak terpegaruh iklim dan cuaca alam sekitar.
4.     Klasifikasi
Kingdom    :    Animalia
Phylum    :    Mollusca
Kelas    :    Chepalopoda
Ordo        :    Decapoda
Family    :    Loliginidae
Genus    :    Loligo
Spesies     :     Loligo indica (Satrio,2011)



BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah,struktur morfologi spesies yang mewakili kelas Molusca yaitu Cumi-cumi (Laligo indica) tubuh  relatif panjang, langsing dan bagian belakang meruncing. Secara anatomi, organ respirasi cumi terdiri atas sepasang insang berbentuk bulu yang terdapat di rongga mantel. Prosesnya, air keluar masuk melalui tepi lingkaran ujung badan. Kontraksi dan relaksasi mantel menyebabkan sirkulasi air dalam rongga mantel sehingga terjadi pertukaran gas. Filamen insang disuplai oleh kapiler-kapiler darah. Darah mengandung pigmen repirasi yaitu hemocyanin. Sistem pembuluh darah berkembang baik dan sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung sistematik, aorta, dan arteri bersifat ganda dan tertutup, jadi darah seluruhnya mengalir di dalam pembuluh darah. Cumi-cumi temasuk kelas Chepalopoda, Ordo Decapoda, Family Loliginidae,  Genus Loligo, Spesies  Loligo indica.

B.    Saran
Adapun saran untuk percobaan kali ini adalah sebaiknya bahan diperlengkap. Semua perwakilan dari kelas filum sebaiknya disediakan bahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih