Senin, 18 Juli 2011

Contoh Laporan Annelida

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Filum annelida mencangkup berbeagai jenis cacing yang mempunyai ruas-ruas sejati, seperti nereis cacing tanah  dan lintah. Annelida berasal dari bahas latin annelus berarti bercincin kecil-kecil dan oidos berarti bentuk, karena bentuk cacing seperti sejumlah cincin kecil yang diuntai.
Cacing dari filum ini bersegmen, artinya tubuhnya terdiri atas satuan yang berulang-ulang. Meskipun beberapa struktur, seperti saluran pencernaan, terdapat di sepanjang tubuh cacing tersebut, tetapi yang lain seperti organ ekskresi berulang pada segmen demi segmen. Dari luar segmentasi ini tampak seperti rangkaian cincin.
Melalui percobaan ini kita akan mengamati lebih jauh mengenai filum Annelida. Mengamati struktur morfologi dan anatomi hewan yang termasuk anggota annelida, serta mencari tahu habitat dan susunan klasifikasinya.


B.    Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini adalah untuk mengamati struktur morfologi dan anatomi hewan yang termasuk anggota annelida, serta mencari tahu habitat dan susunan klasifikasinya.








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Filum annelida mencangkup berbeagai jenis cacing yang mempunyai ruas-ruas sejati, seperti nereis cacing tanah  dan lintah. Annelida berasal dari bahas latin annelus berarti bercincin kecil-kecil dan oidos berarti bentuk, karena bentuk cacing seperti sejumlah cincin kecil yang diuntai.
Cacing dari filum ini bersegmen, artinya tubuhnya terdiri atas satuan yang berulang-ulang. Meskipun beberapa struktur, seperti saluran pencernaan, terdapat di sepanjang tubuh cacing tersebut, tetapi yang lain seperti organ ekskresi berulang pada segmen demi segmen. Dari luar segmentasi ini tampak seperti rangkaian cincin.
Tubuh Annelida bersegmen bundar memanjang atau tertekan dorsoventral. Memiliki alat gerak yang berupa bulu-bulu kaku (setae) pada setiap segmen. Polychaeta dengan tentakel pada kepalanya dan setae pada bagian tubuhnya yang menonjol ke lateral, atau lobi lateral yang disebut parapodia. Tubuh tertutupi oleh kutikula yang licin yang terletak di atas ephitelium  yang bersifat glanduler, sudah mempunyai rongga tubuh dan umumnya terbagi atas septa, saluran percernaan yang


lengkap, tubuler, memanjang sesuai dengan sumbu tubuh. Simetris cardiovasculare adalah sistem tertutup, pembulu-pembulu darah membujur, dengan cabang-cabang kecil (kapiler) pada tiap segmen (metamer); plasma darah mengandung hemoglobin. Respirasi dengan kulit, atau dengan branchia. Organ ekskresi terdiri atas sepasang nephridia pada tiap segmen. Sistem nervosum terdiri atas sepasang ganglia cerebrales pada ujung dorsal otak, yang berhunbungan dengan berkas saraf medio-ventral yang memanjang sepanjang tubuh, dengan ganglia pada tiap segmen; terdapat juga sel-sel tangoreceptor dan photoreceptor. Kebanyakan bersifat hermaprodit dan berkembang secara langsung atau bersifat gonochorostik dan perkembangan melalui stadium larva. Reproduksi dengan membentuk tunas terjadi pada beberapa spesies. 
Filum annelida terdiri atas tiga kelas, yaitu; kelas Polycharta, kelas Olygochaeta, dan kelas Hirudianae. Kelas Plychaeta tubuhnya jelas bersegmen-segmen, baik bagian luar maupun bagian dalam contohnya; Neanthes, Chartopterus, Arenicola, Spirobris, Srepula, Nereis. Kelas olygochaeta adalah meliputi cacing tanah dan beberapa spesies yang hidup di air tawar. Kelas Hirudinae, tubuh hirudinae pada keadaan diam atau istirahat berbentuk langsing atau oval dan mempipih ke arad dorsal, pada permukaan tubuhnya terdapat banyak lekukan-lekukan atau annuli, tidak terdapat setae (kecuali pada Acantobdella) atau parapoda; pada ujung anterior dan ujung posterior beberapa segmen mengalami perubahanbentuk alat penghisap, yaitu satu ujung anterior, terletak di sekitar mulut dan satu lagi di ujung posterior. 
Pada cacing yang sudah dewasa akan terjadi penebalan epidermis yang disebut klitelum. Alat ini dapat digunakan untuk kopulasi dan akan menghasilkan kelenjar-kelenjar yang membentuk lapisan lendir sangat kuat untuk membentuk kokon, yaitu tempat/ wadah telur yang telah dibuahi. Meskipun Annelida ini bersifat hemaprodit, tetapi pada saat terjadinya pembuahan harus dilakukan pada dua individu dengan saling memberikan sperma yang disimpan dalam reseptakulum seminis. Setelah selesai terjadinya perkawinan, maka kokon akan lepas dan berisi butir-butir telur yang telah dibuahi.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah :
Hari/Tanggal        : Senin, 27 Juni 2011
Pukul            : 13.00-15.00 Wita
Tempat        : Laboratorium Biologi Dasar Lantai I
              Fakultas Sains dan Teknologi
              Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
              Samata-Gowa.     
B.    Alat dan bahan
1.    Alat
    Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah papan bedah dan alat bedah.
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sepasang cacing tanah

C.    Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada praktikum ini adalah :
1.    Menyiapkan alat seperti papan bedah dan alat bedah.
2.    Menyiapkan bahan yaitu cacing tanah.
3.    Meletakkan cacing pada papan bedah.
4.    Mengamati struktur tubuh cacing dan menggambarnya.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Pengamatan





B.    Pembahasan
1.    Morfologi
Tubuh Annelida bersegmen bundar memanjang atau tertekan dorsoventral. Memiliki alat gerak yang berupa bulu-bulu kaku (setae) pada setiap segmen. Polychaeta dengan tentakel pada kepalanya dan setae pada bagian tubuhnya yang menonjol ke lateral, atau lobi lateral yang disebut parapodia. Tubuh tertutupi oleh kutikula yang licin yang terletak di atas ephitelium  yang bersifat glanduler, sudah mempunyai rongga tubuh dan umumnya terbagi atas septa, saluran percernaan yang lengkap, tubuler, memanjang sesuai dengan sumbu tubuh.
2.    Anatomi
Tubuh tertutupi oleh kutikula yang licin yang terletak di atas ephitelium  yang bersifat glanduler, sudah mempunyai rongga tubuh dan umumnya terbagi atas septa, saluran percernaan yang lengkap, tubuler, memanjang sesuai dengan sumbu tubuh. Simetris cardiovasculare adalah sistem tertutup, pembulu-pembulu darah membujur, dengan cabang-cabang kecil (kapiler) pada tiap segmen (metamer); plasma darah mengandung hemoglobin. Respirasi dengan kulit, atau dengan branchia. Organ ekskresi terdiri atas sepasang nephridia pada tiap segmen. Sistem nervosum terdiri atas sepasang ganglia cerebrales pada ujung dorsal otak, yang berhunbungan dengan berkas saraf medio-ventral yang memanjang sepanjang tubuh, dengan ganglia pada tiap segmen; terdapat juga sel-sel tangoreceptor dan photoreceptor. Kebanyakan bersifat hermaprodit dan berkembang secara langsung atau bersifat gonochorostik dan perkembangan melalui stadium larva. Reproduksi dengan membentuk tunas terjadi pada beberapa spesies.
3.    Habitat
Cacing tanah (Lumbricus terrestris) banyak hidup di tanah berlumpur, basah dan lembab serta membuat lubang di tanah.
4.    Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Annelida
Kelas :Clitellata
Ordo : Haplotaxidia
Famili : Lumbricidae
Genus : Lumbricus
Spesie : Lumbricus terrestris (Anonim,2010)

BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah, morfologi Cacing tanah (Lumbricus terrestris) tubuh bersegmen bundar memanjang atau tertekan dorsoventral. Memiliki alat gerak yang berupa bulu-bulu kaku (setae) pada setiap segmen.  Anatomi cacing tanah sudah mempunyai rongga tubuh dan umumnya terbagi atas septa, saluran percernaan yang lengkap, tubuler. pembulu-pembulu darah membujur. Organ ekskresi terdiri atas sepasang nephridia pada tiap segmen. Sistem nervosum terdiri atas sepasang ganglia cerebrales pada ujung dorsal otak. Kebanyakan bersifat hermaprodit dan berkembang secara langsung. Cacing tanah (Lumbricus terrestris) banyak hidup di tanah berlumpur, basah dan lembab serta membuat lubang di tanah.

B.    Saran
Adapun saran untuk praktikum ini adalah sebaiknya disediakan pula kelas lain dari filum Annelida. Penjelasan mengenai anatominya pun mesti diperlengkap pada saat praktikum oleh Asisten. Waktu praktikum juga sebaiknya diperpanjang.








DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Echinodermata. http://wikipedia.com/01/2010/html. (Diakses pada tanggal 27 Juni 2011).
Anonim, Bintang laut. http://alungrosy.blogspot.com/2009/01/pembahasan.html. (Daiakses pada tanggal 30 Juni 2011).
Hala, Yusminah, dkk. Biologi Umum 2.Alauddin Press: Makassar. 2007.

Kimball, Jonh W. Biologi jilid 3.  Erlangga : Jakarta. 2006.
Suwignyo, Sugiarti, dkk, Avertebrata Air 2. Penebar Swadaya : Yogyakarta. 2005.
Tim Dosen, Penutun Praktikum zoology Invertebrata. Universitas Islam Negeri Alauddin: Makassar, 2011.




   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih