Minggu, 17 Juli 2011

Contoh Laporan Artropoda

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Athropoda berasal dari bahasa yunani yaitu anthos, sendi dan podos, kaki oleh karena itu ciri-ciri utama hewan yang termasuk dalam filum ini adalah kaki yang tersusun atas ruas-ruas. Jumlah spesies anggota filum ini adalah terbanyak dibanding dengan filum lainnya yaitu lebih dari 800.000 spesies. Contoh anggota filum ini antara kepiting, undang, serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang dan kaki seribu, serta spesies-spesies lain yang dikenal hanya berdasarkan fosil.  
Sejak tahun 1990 banyak ahli zoologi yang membagi kelompok Atropoda menjadi filum Onychophora, filum Trilobita, Filum Chelicerata, filum Uniramila, filum Crustacean. Pemisahan ini terutama berdasarkan perbedaan dalam hal struktur dan susunan kaki serta apendik yang lain, sebagaimana perbedaan embriologi dan anatomi dalamnya. Bahkan berdasarkan evolusinya, Crustacea dan Uniramia berasal dari kelompok nenek moyang bentuk cacing yang berbeda.

Melalui percobaan ini kita akan mengamati lebih jauh mengenai filum Athropoda. Mulai dari jenis-jenisnya, kehidupannya dan struktur tubuh morfologi dan anatomi organisme yang termasuk filum Athropoda.

B.    Tujuan
Mengamati hewan-hewan yang tergolong Arthropoda serta mendeskripsikan dan menyusunnya dalam suatu klasifikasi.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Athropoda berasal dari bahasa yunani yaitu anthos, sendi dan podos, kaki oleh karena itu ciri-ciri utama hewan yang termasuk dalam filum ini adalah kaki yang tersusun atas ruas-ruas. Jumlah spesies anggota filum ini adalah terbanyak dibanding dengan filum lainnya yaitu lebih dari 800.000 spesies. Contoh anggota filum ini antara kepiting, undang, serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang dan kaki seribu, serta spesies-spesies lain yang dikenal hanya berdasarkan fosil.  
Sejak tahun 1990 banyak ahli zoologi yang membagi kelompok Atropoda menjadi filum Onychophora, filum Trilobita, Filum Chelicerata, filum Uniramila, filum Crustacean. Pemisahan ini terutama berdasarkan perbedaan dalam hal struktur dan susunan kaki serta apendik yang lain, sebagaimana perbedaan embriologi dan anatomi dalamnya. Bahkan berdasarkan evolusinya, Crustacea dan Uniramia berasal dari kelompok nenek moyang bentuk cacing yang berbeda.
Semua anggota filum ini mempunyai tubuh bersegmen yang terbungkus dalam suatu eksoskeleton (rangka luar) bersegmen yang kuat terdiri atas kitin, suatu polimer dari N-asetiglukoamin. Simetrinya bilateral dan jelas ditandai dengan

pasangan anggota tubuh bersegemen terletak sebelah menyebelah sepanjang sumbuh tengah. Pada semua athropoda yang hidup, anggota tubuh berbagai spesies memperlihatkan struktur dan fungsi yang sangat beraneka ragam. Di samping untuk lokomosi, anggota tubuh itu membantu dalam mendapatkan makanan, dalam pengindraan, dan sebagai senjata menyerang dan mempertahankan diri.
Tidak seperti annelida, segmen arthopoda dari depan kebelakang menunjukkan variasi yang besar dalam struktur. Segmen-segmen itu biasanya dibagi dalam tiga daerah utama; kepala, toraks, dan abdomen. Arthopoda mempunyai system peredaran yang dianggap “terbuka” karena darah (tidak sebagaimana halnya annelida) tidak selamanya berada dalam pembuluh darah. Bagian utama sistem saraf arthopoda, seperti pada annelida, terdapat sepanjang sisi ventral organisme tersebut.
Cirri-ciri umum yang dimiliki anggota filum Arthopoda adalah :
1.    Tubuhnya simetris bilateral, terdiri atas segmen-segmen yang saling berhubungan di bagian luar dan memiliki tiga lapisan germinal sehingga merupakan hewan tripoblastik.
2.    Tubuh memiliki kerangka luar dan dan dibedakan atas kepala, dada serta perut yang terpisah atau bergabung menjadi satu.
3.    Setiap segmen tubuh memiliki sepasang alat gerak atau tidak ada.
4.    Respirasi dengan menggunakan paru-paru buku, trakea, atau dengan insang. Pada spesies terrestrial bernapas menggunakan trakea atau pada Arachinida menggunakan paru-paru buku atau menggunakan keduanya.
5.    Ekskrsi dengan menggunakan tubulus Malphigi atau kelenjar koksal.
6.    Saluran pencernaan sudah lengkap, terdiri atas mulut, usus dan anus.
7.    System peredaran darah berupa peredaran darah terbuka beredar melalui jantung, organ dan jaringan, hemoesoel (sinus), ke jantung lagi.
8.    Sarafnya merupakan system saraf tangga tali.
9.    Berkelamin terpisah, fertilisasi terjadi secara internal, dan bersifat ovipar. Perkembangan individu baru terjadi secara langsung tau melalui stadium larva.
Filum arthopoda dibagi menjadi empat subfilum yaitu Trilobita, Chelicerata, Onychophora, Mandibulata. Semua anggota Trilibita sudah punah tetapi kemungkinan masih ada yang dapat dijumpai arthopoda primitif.


BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
   Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini  adalah sebagai berikut:
    Hari/Tanggal         :  Senin, 27 Juni 2011
Waktu         :  13.00 – 15.00 WITA
Tempat           : Laboratorium Biologi Dasar Lantai I
 Fakultas Sains dan Teknologi
 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
 Samata-Gowa.                                                                             
B.    Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah papan seksi  dan alat bedah
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Udang (Panaeus monodon).



C.    Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada praktikum ini adalah :
1.    Menyiapkan alat seperti papan seksi dan alat bedah.
2.    Menyiapkan bahan yaitu Udang (Panaeus monodon).
3.    Meletakkan udang pada papan bedah.
4.    Mengamati struktur tubuh udang, baik anatomi maupun morfologi dan menggambarnya.


Morfologi Udang

Anatomi Udang






B. Pembahasan
1.      Morfologi
Tubuh udang sebelah luar terdapat kutikula di mana kutikula di susun oleh pectin dan garam-garam mineral. Maka bila udang direbus warna berubah karena sifat dari basa menjadi asam. Struktur buku terdiri atas plat (lembaran) dorsal yang kompleks disebut tergum. Plat ventral transversal disebut sternum plat yang menggantung sebelah-menyebelah yang disebut pleura, plat antara pleura dan kaki di sebut epineura. Cephalothorax terdiri atas 13 ruas yang menjadi satu. Bagian ini disebut Carapace. Disebelah dorsal dari carapace terdapat satu lekukan yang melintang. Dibawahnya terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai, sedangkan mulut terletak disebelah ventral anpir dekat akhir posterior dari bagian kepala. Pada abdomen umumnya terdiri atas 6 buku yang diakhiri dengan bagian terminal yang disebut telson. Segmen pertama (buku ke 14) lebih kecil dari pada segmen yang lain (buku 15-19) yang merupakan buku yang sama.
2.        Anatomi
Dalam tubuh udang tedapat sistem alat yang khas yang terdapat pada hewan tingkat tinggi, rongga coelom sebagian besar terdiri oleh alat-alat reproduksi. Alat pencernaan makanan terdiri atas mulut, oesophagus, lambung yang terdiri dari cardiac dan pylorus, usus dan anus. Didalam lambung terdapat alat chitine yang berguna untuk mengilas makanan. Adapun makanan udang adalah udang-udang kecil gastropoda atau larva insect atau bahan-bahan lainnya bahan lainnya yang rapuh. Darah mempunyai cairan yang tidak berwarna dan mengandung sel amuboid dan corpuscular. Fungsi utama adalah sebagai alat pengangutan. Darah yang lepas dari arteri akan masuk ke rongga jaringan yang di sebut sinus-sinus. Alat ekskresi terdiri atas sepasang badan yang disebut kelenjar hijau yang terletak pada bagian ventral dari cephalothorax di muka oesophagus. Sistem saraf seperti cacing, sentralsnya terdiri atas gas ganglion yang disebut otak, dua circum penghubung oesophagus. Alat indera, amta udang adalah mata majemuk yang bertangkai terletak pada bagian rostrum. Secara normal udang adalah diocious, hanya dalam keadaan luar biasa mereka adalah hermaprodit. Alat reproduksi jantan berupa testis sedangkan alat reproduksi betina berupa ovarium.
3.        Habitat
Udang adalah binatang yang hidup di perairan, khususnya sungai, laut, atau danau. Udang dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan.






4.        Klasifikasi
Adapun klasifikasi udang (Paneus .sp) yaitu :
Kingdom                    : Animalia
Filum                         : Arthropoda
Class                          : Crustacea
Ordo                        : Decapoda
Famili                      : Penaeidae
Genus                      : Penaeus
Species                    : Paneus .sp (Anonim, 2010).

BAB V
PENUTUP
A.      Kesimpulan
           Adapun kesimpulan pada praktikum ini yaitu salah satu hewan yang tergolong arthropoda adalah udang (Paneus .sp), tubuh udang sebelah luar terdapat kutikula di mana kutikula di susun oleh pectin dan garam-garam mineral. Maka bila udang direbus warna berubah karena sifat dari basa menjadi asam. Anatomi udang dalam tubuh udang tedapat sistem alat yang khas yang terdapat pada hewan tingkat tinggi, rongga coelom sebagian besar terdiri oleh alat-alat reproduksi. Alat pencernaan makanan terdiri atas mulut, oesophagus, lambung yang terdiri dari cardiac dan pylorus, usus dan anus. Alat ekskresi terdiri atas sepasang badan yang. Sistem saraf seperti cacing, Alat indera adalah mata majemuk. Alat reproduksi jantan berupa testis sedangkan alat reproduksi betina berupa ovarium.

B.       Saran
Adapun saran pada praktikum ini yaitu sebaiknya sebelum memasuki laboratorium praktikan telah menyiapkan semua bahan yang akan digunakan sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar.

1 komentar:

  1. Saya izin liat gambar morfologi udangnya ya :) Terima kasih.

    BalasHapus

Terima Kasih