Kamis, 29 September 2011

Kejadian-kejadian Menarik Pada Saat Wisuda 2011 UIN Alauddin Makassar


Liputan Jurnalis Kampus
Mitasari (Reporter LPM Washilah Universitas Islam Negeri 
Alauddin Makassar)


Euforia Wisuda Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar


Di tengah euforia kelulusan para sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar  ternyata tidak hanya dirasakan peserta wisuda, tapi juga dirasakan para pedagang dari luar yang tiba-tiba berdatangan menjajakan dagangannya. Kamis (29/09/2011) pelataran Auditorium dipenuhi para pedagang yang menjajakan dagangannya yang beraneka ragam. Dagangan mulai dari makanan, minuman, aksesoris wanita, kacamata, mainan anak-anak, balon, gulali hingga pakaian juga terlihat di rentetan barisan sudut pelataran. Mereka mengaku tidak ingin melewatkan momen-momen besar yang dilaksanakan UIN tiap tahun untuk para sarjana dan keluarganya. Kebanyakan dari pada pedagang mengaku telah mempersiapkan dagangannya jauh hari setelah mendapat kabar akan dilaksanakan wisudahan. Namun tidak dengan cuma-cuma mereka bisa menjajakan dagangannya. Mereka harus membayar uang izin dagang. Walau tak ingin menyebut berapa besar pungutannya, tapi para pedangang mengaku sangat keberatan apalagi ada beberapa oknum petugas yang memanfaatkan profesinya untuk meminta dagangan mereka secara gratis.

Tak tanggung-tanggung ada puluhan yang melakukannya. Reseki yang diraup para pedangan cukup memuaskan untuk acara sehari. Seorang pedagang Teng-teng makanan tadisional itu cukup laku dan mengaku ikut bahagia melihat para sarjana dan keluarganya tampak bahagia setelah acara wisuda. Para mahasiswa juga tampak bahagia dengan acara tersebut, beberapa mahasiswa mengaku sangat menikmati suasanan yang beda dari hari-hari lain .Mereka bisa ikut menikmati beberapa dagangan yang dijajakan oleh para pedangan. Selain itu yang tak kalah bahagianya yaitu para pemulung yang menghasilkan berkarung-karung sisa gelas dan botol plastik air mineral dan minuman yang terbuang.


Sabtu, 24 September 2011

Tracking Seru di Hutan Tabo-tabo, Pangkep

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu


Udara segar, aroma pepohonan, bebas dari polusi yang menyesakkan, jauh dari kebisingan kota, pemandangan hijau nan rindang itulah perasaan yang kami temui di tempat ini. Rerumputan mengelilingi langka kami saat menuju peristirahatan setelah menempu perjalanan sekitar 2 jam ke lokasi yanga akan kami tuju. Dengan perasaan yang sangat damai di tempat ini, membuat pikiran kami tenang. Bebatuan gunung dan tebing-tebing dengan berbagai tumbuhan di sela-selanya menambah keindahan alam di Lokasi Hutan Diklat Tabo-tabo.


Rombongan HMJ Biologi UIN Alauddin Makassar yang berangkat menggunakan Bus kampus sedikit terhambat, karena kemacetan sore hari akibat kepulangan orang-orang yang habis beraktifitas dari pagi hari. Kami beranjak kesana melalui jalan tol Makassar dan melewati bandara Hasanuddin Makassar. Belum sampai di kabupaten Maros matahari mulai terkelincir dengan pergantian sore menjadi malam. Langit senja terlihat saat melintasi sawah pemukiman para petani padi. Aspal yang tak menentu mulus tidaknya membuat bus berjalan lebih lambat, perbaikan jalan Makassar menuju Pangkep memang sedang berlangsung, sehingga kendaraan yang melintas seakan antri melewati sisa jalan yang masih baik.

Hawa sejuk mulai terasa saat sebagian tebing dan sekumpulan gunung yang berjejer dengan pepohonan yang tinggi mulai terlihat. Kami sudah jauh dari keramaian, yang terlihat sesekali hanya lampu dari rumah warga yang juga saling berjarak antara rumah yang satu ke rumah yang lainnya. tidak seperti di kota, rumah seakan saling berhimpitan bahkan jalan juga ikut di ambil areanya oleh masyarakat yang tidak taat. Gelap gempitan saat kami mulai memasuki lorong yang pas-pasan dengan ukuran bus kami, sesekali terdengan benturan ranting pohon dari atas bus, sedikit seram terdengar apalagi didukung dengan suara-suara mahluk nokturnal alias mahluk malam seakan menyambut kedatangan kami. Pukul 20.00 kami sudah jauh dari pemukiman masyarakat, yang terlihat hanya sebuah pabrik besar pembuatan bahan bangunan dan tempat pengisian air mineral. Tak ada lagi yang terlihat setelah melewati pabrik tadi. Beberapa saat mulai terlihat bangunan seperti gedung sekolah dasar. Mesin bus mulai terdengar melemah dan perlahan mati. Siap-siap kami mengangkat barang bawaan untuk kebutuhan 2 hari menginap. Ternyata bangunan tadi bukan gedung sekolah dasar, namun gedung untuk diklat para polisi hutan yang bertugas menjaga hutan Tabo-tabo beserta penghuninya yang mencakup tumbuhan dan satwanya. Terlihat beberapa sosok yang seakan dari tadi menunggu kedatangan kami. Ternyata beberapa laki-laki paruh bayah ini adalah pengurus Balai Diklat ini. Dengan ramah mereka meyambut kami dengan senyum sambutan hangat walau mereka terlihat kedinginan dan kami juga kedinginan tapi setelah pertemuan antara kami menghangatkan suasanan awal pertemuan. Sebelum diantar ke peristirahatan kami diberi instruksi selama menginap di gedung ini. Setelah semua mengerti kami langsung dibawa ke kamar penginapan yang merupakan salah satu fasilitas dari Balai Diklat ini.

Pagi harinya setelah sarapan dan menyegarkan badan dengan mandi air yang berasal dari sungai yang ada di tabo-tabo  sambungan melalui pipa hingga sampai ke kerang dan mengisi bak air mandi kami. Agenda selanjutnya yang paling seru adalah melalui tracking yang ada di Tabo-tabo. Mulai dari tracking 1 sampai 30 dilalui dengan jalan kaki.

Tracking pertama, dilalui dengan santai. Kami melewati jalur tracking melalui sawah, jurang dan tebing tinggi. Di sekitar jalan tertutupi pepohonan dan guguran daun kering. Karena ini pas dengan musim kemarau, jadi hutan ini dilanda kekeringan sehingga banyak pohon yang hanya tersisa batang dan dahan dengan ranting tanpa daun.

Melewati jembatan gantung

Melalui turunan

Menaiki tanjakan

Banyak tanjakan tebing yang kami naiki cuma aku tidak mampu mendokumentasikannya heheh..takut jatuh. Berkilo-kilo kami lalui jalur tracking yang sempit. kami sempat bingung karena nga tau jalur yang selanjutnya. ada dua jalur, jalur ke Balai Diklat atau ke kota, namun kami kebingungan, kanan atau kiri yang harus di lalui untuk sampai. Kami juga sempat beristirahat di wisata alam air terjunnya. Walau tidak terlalu tinggi, namun pada saat kami sampai ternyata yang kami harapkan sebuah air terjun dengan jatuhan derasnya air dari atas tebing tidak kami lihat karena kekeringan akibat kemarau. Sooo.!! kami cuma berfoto-foto ajah dengan bebatuan besar di sekitar tebing air terjun.

Sesampai di puncak perjalanan, saatnya untuk kembali melaui jalan turunan untuk kembali ke tracking satu. Jalanannya menurun, sudah tak banyak tanjakan. Terlihat jelas pula gunung yang ada di seberang gunung yang kami lalui.
Setelah melalui berbagai rintangan akhirnya kami sampai juga di gerbang, itu tandanya Tracking telah selesai dilalui semua. Terasa sekali kaki kami pegal-pegal, kecape'an setelah jalan selama 4 jam lebih. Sesampai di penginapan kami sangat puas dengan adventure yang seru . agi yang penasaran silahkan coba yha!!!!

Sabtu, 17 September 2011

Workshop Jurnalistik Tentang Keberagaman

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Well, lama nga nulis kegiatan-kegiatan yang ada di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) sekarang aku mau bagi pengalaman tentang acara workshop jurnalistik yang diadakan Serikat Jurnalistik Untuk Keberagaman (SEJUK) bekerjasama dengan LPM Identitas Unhas, jumat (16/09/2011) yang berlangsung selama 3 hari di Hotel Amaris Jl.Bogenville Makassar. Workshop ini diadakan setelah Diskusi yang juga bertemakan sama yaitu Jurnalis Untuk Keberagaman, namun di workshop ini kita tidak hanya berdiskusi masalah tema yang tadi, tapi kami juga berlatih menjadi insan pers masa depan yang dapat menjunjung tinggi indahnya keberagaman.

Di dunia ini ada banyak paham mengenai keberagaman, di bumi yang di huni banyak manusia ini terjadi banyak interaksi sosial sehingga melahirkan banyak hal sebagai contoh seperti agama, kebudayaan, norma dan lain-lain sebagai produk dari interaksi itu sendiri. Tidak bisa dipungkiri perbedaan itu selalu ada di muka bumi ini, wlaaupun kita mengklaim diri kita ini sama dengan manusia lain, namun kenyataannya kita memiliki pandangan yang sangat beragam adanya. Sebagai contoh penafsiran kita masalah ajaran agama yang sekarang katanya adalah isu yang sangat menarik. Banyak persoalan agama yang terjadi sehingga para pewarta juga semakin banyak yang tertarik mengangkat tema sensitif ini. Kenapa saya katakan sensitif karena persoalan ini menyangkut kepercayaan ataupun keyakinan seseorang. Kita tidak bisa sepenuhnya yakin terhadap orang lain begitupun sebaliknya, tapi tidak dengan persoalan agama atau keyakinan ia mutlak untuk diyakini oleh para penganutnya. Sebenarnya pandanga saya seperti ini baru lahir setelah mengikuti serentetan kegiatan tentang keberagaman ini. Banyak persoalan agama yang disinggu oleh tiap pemateri sebagi contoh masalah Jamaah Ahmadia yang di klain sebagian besar ormas Islam kalau mereka itu ajaran sesat.  Tidak semata-mata mereka berkata seperti itu tanpa landasan atau pegangan, tiap golongan yang berbeda memiliki pandangan yang bermacam. Islam datang dengan adanya nabi dengan ajarannya, kita suci Al-qur'an sebagai pedomannya dan kedua inilah yang banyak ditafsirkan berbeda oleh penganutnya.

selama 2 hari pelatihan ada beberapa pelajaran yang saya petik baik itu sebagai umat beragama, manusia bernorma, berbudaya,berinteraksi, dan yang terpenting pelajaran saya sebagai calon pers yang nantikan akan menjadi Control of Social.

Akan ada banyak lagi tulisan yang akan saya posting tentang apa saja yang saya dapatka dan bagaimana sudut pandang saya berkerbang setelah serentetan informasi mengenai keberagaman yang sangat urgen saya dapatkan pada workshop tentang keberagamaan.

Contoh Laporan Filum Porifera

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Hewan porifera (sponge) atau disebut juga sebagai kelompok porifera merupakan hewan multiseluler yang primitif. Tubuhnya tidak memiliki jaringan maupun organ sesungguhnya. Semua hewan dewasa anggota dari filum porifera bersifat menempel atau menetap pada suatu dasar dan hanya menunjukkan sedikit gerakan.
Hewan ini sederhana yang selama hidupnya menetap pada karang atau permukaan benda yang keras lainnya di dasar laut. Kira-kira 5000 spesies telah diketahui, beberapa hidup di air tawar, tetapi sebagian basar hidup di laut. 
Melalui praktikum ini kita akan mengamati lebih jauh mengenai filum porifera. Bagian-bagian tubuh porifera, susunannya serta fungsinya akan dibahas. Secara mofologi dan anatomi serta habitat dan klasifikasinya akan di amati dan dikaji.



B.    Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati struktur dan morfologi organisme yang tergolong porifera dan mengklasifikasikannya.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Spons (filum porifera) hewan ini sederhana yang selama hidupnya menetap pada karang atau permukaan benda yang keras lainnya di dasar air. Kira-kira 5000 spesies telah diketahui, beberapa hidup di air tawar, tetapi sebagian besar hidup di laut. Filum ini diberi nama demikian karena adanya lubang-lubang kecil atau pori-pori yang menembus badannya.
Semua hewan dewasa anggota dari filum porifera bersifat menempel atau menetap/sesil pada suatu dasar dan hanya menunjukkan sedikit gerakan. Kata porifera berasal dari bahasa latin, porus berarti lubang kecil, sedangkan ferra berarti mengandung atau mengembang. Kata tersebut untuk menunjukkan akan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu hewan yang demikina banyak lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut hewan berpori.
Tubuh spons terdiri dari dua lapis sel dengan selapis bahan seperti jeli, mesoglea, yang terdapat di antara kedua lapisan tersebut. Sel-sel dari lapisan dalam

mempunyai flagella yang menyebabkan adanya arus air. Sel-sel ini memakan pula partikel-partikel makanan yang telah disaring.
Bentuk spons dipertahankan oleh kerangka yang terdiri dari spikula yang dibentuk oleh sel-sel yang tersebar di dalam mesoglea. Spikula tersebut cukup keras, yang tersusun dari silika ataupun zat kapur (kalsium karbonat). Beberapa spons tidak mempunyai spikula tetapi didukung oleh anyaman serabut yang kuat, lentur. Spons-spons ini, yang terdapat di perairan daerah tropis yang dangkal, dipanen oleh penyelam dan setelah diproses dijual sebagai alat pembersih.
Ciri-ciri khusus tubuh porifera, yaitu :
1.    Tubuh porifera memiliki banyak pori, yang merupakan awal dari system kanal (saluran air) yang menghubungkan lingkungan eksternal dengan lingkungan internal.
2.    Tubuh porifera tidak dilengkapi dengan apa yang disebut apendiks dan bagian tubuh yang dapat digerakkan.
3.    Tubuh porifera belum memiliki saluran pencernaan makanan, adapun pencernaanya berlangsung secara intraseluler.
4.    Tubuh porifera dilengkapi dengan kerangka dalam yang tersusun atas bentuk Kristal dari spikula-spikula atau bahan fiber yang terbuat dari bahan organik.
Proses fisiologi yang terjadi pada porifera yang terjadi pada porifera sangat bergantung pada aliran air. Air masuk membawa oksigen dan makanan serta mengangkut sisa metabolisme keluar melalui osculum. Makananya terdiri dari partikel yang sangat kecil: 80% berukuran kurang dari 5 mikro dan 20% terdiri atas bakteri, dinoflagellata dan nanoplankton. Partikel makan ditangkap oleh fibril  kelepak pada choanocyte. Partikel yang berukuran antara 5 sampai 50 mikro dimakan dan dibawah oleh amebocyte. Pencernaan dilakukan secara intraseluler seperti pada protozoa, dan hasil pencernaanya disimpan dalam archeocyte. Pertukaran gas terjadi secara difusi antara air dan sel sepanjangaliran air. System saraf pada porifera belum ditemukan, segala reaksi yang terjadi bersifat local dan bebas (independen).
Beberapa jenis spons yang hidup di lingkungan makanan miskin telah menjadi karnivora yang memangsa terutama pada krustasea kecil.  Sebagian besar spesies menggunakan reproduksi seksual, melepaskan sperma sel ke dalam air untuk membuahi ovum bahwa di beberapa spesies dilepaskan dan orang lain yang ditahan oleh "Ibu". Telur yang dibuahi membentuk larva yang berenang di lepas mencari tempat untuk menetap. Spons dikenal regenerasi dari fragmen yang putus, meskipun ini bekerja hanya jika potongan-potongan termasuk jenis yang tepat sel. Sebuah beberapa spesies berkembang biak dengan tunas. Ketika kondisi memburuk, misalnya sebagai drop suhu, banyak spesies air tawar dan laut yang menghasilkan beberapa gemmules, "kelangsungan hidup polong" sel terspesialisasi yang tetap terbengkalai sampai kondisi meningkatkan dan kemudian bentuk yang sama sekali baru atau spons recolonize kerangka orang tua mereka. Para mesohyl berfungsi sebagai endoskeleton dalam spons kebanyakan, dan merupakan kerangka hanya dalam spons lembut yang menatah permukaan keras seperti batu. Lebih umum, yang mesohyl yang kaku oleh spikula mineral, oleh serat spongin atau keduanya. Demosponges menggunakan spongin, dan dalam banyak spesies, silika spikula dan pada beberapa spesies, kalsium karbonat exoskeletons. Demosponges merupakan sekitar 90% dari seluruh spons diketahui spesies, termasuk semua yang air tawar, dan memiliki jangkauan terluas habitat. Berkapur spons, yang telah spikula kalsium karbonat dan, dalam beberapa spesies, kalsium karbonat exoskeletons, dibatasi untuk relatif dangkal perairan laut di mana produksi kalsium karbonat termudah. The spons kaca rapuh, dengan "perancah" dari spikula silika, dibatasi untuk daerah kutub dan kedalaman laut di mana pemangsa langka. Fosil dari semua jenis telah ditemukan di batuan tanggal dari 580 juta tahun yang lalu. Selain Archaeocyathids, yang fosil yang umum di batuan dari 530-490000000 tahun yang lalu, kini dianggap sebagai tipe spons. kerabat terdekat The sponge's bersel tunggal diperkirakan menjadi Choanoflagellatea, yang sangat menyerupai sel spons gunakan untuk drive sistem aliran air dan menangkap sebagian besar makanan mereka. Spons umumnya disepakati, juga, untuk tidak membentuk kelompok monofiletik, dengan kata lain melakukan tidak mencakup semua dan hanya keturunan yang umum nenek moyang, karena Eumetazoa (hewan yang lebih kompleks) adalah dianggap keturunan subkelompok dari spons. Namun yang pasti kelompok spons terdekat untuk Eumetazoa, baik sebagai spons gampingan dan subkelompok dari demosponges disebut Homoscleromorpha telah dinominasikan oleh para peneliti yang berbeda. 


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan












A.    Pembahasan
1.      Morfologi
Adapun bentuk dari morfologi porifera adalah tubuhnya berpori, multiseluler, tubuh porifera asimetri (tidak teratur) meskipun  ada yang simetri radial. Berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan.
2.        Anatomi
Tubuh spons terdiri dari dua lapis sel dengan selapis bahan seperti jeli, mesoglea, yang terdapat di antara kedua lapisan tersebut. Sel-sel dari lapisan dalam mempunyai flagella yang menyebabkan adanya arus air. Sel-sel ini memakan pula partikel-partikel makanan yang telah disaring.
Bentuk spons dipertahankan oleh kerangka yang terdiri dari spikula yang dibentuk oleh sel-sel yang tersebar did alam mesoglea. Spikula tersebut cukup keras, yang tersusun dari silica ataupun zat kapur (kalsium karbonat). Beberapa spons tidak mempunyai spikula tetapi didukung oleh anyaman serabut yang kuat, lentur.
3.        Habitat
Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km. Sekitar 150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia. Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau



BAB V
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Skeleton dari bahan silikat atau sponging atau dari kedua-duanya. Sistem salurannyakompleks(tipeleucon). Merupakan kelas yang paling besar jumlahnya, juga dalam distribusinya di banding dengan kelas-kelas lainnya. Spikula sedikit berujurng 1-4 atau serabut sponging, juga telaah ditemukan spikula dari kapur. Bentuk tubuh sangat variabel, dan tumbuhnya tidak teratur. Kadang-kadang mengeras. Klasifikasi kingdom Animalia, Phylum Porifera, Kelas Demospongiae, Ordo Haploscerido, Family Chalinidae, Genus Haliclona, Spesies Haliclona oculata.

B.     Saran
Adapun saran untuk percobaan ini adalah sebaiknya durasi waktu praktikum diperpanjang karena terlalu terburu-buru waktu pengamatan, sehingga pengamatan tidak sepenuhnya teramati jelas.



[1]http://zenyfapussy.blogspot.com/2010/10/haliclona-oculata.html

Yusminah Hala, Muh. Khalifah dan Achmad Abubakar, Biologi Umum 2 (Makassar : UIN ALAUDDIN Makassar). 2007,h. 4.
 John W.Kimball, terj. H.Siti Soetarmi Tjitrosomo dan Nawangsari Sugiri, Biologi Jilid 3 (Cet. 5; Jakarta : Erlangga), 2009, h. 897.  
  John W.Kimball, terj. H.Siti Soetarmi Tjitrosomo dan Nawangsari Sugiri, op. cit.,h. 897.
Sugiarti Suwignyo (et.al), Avertebrata Air (Jakarta: Penebar swadaya ). 2005, h. 126.
  http://id.wikipedia.org/wiki/Porifera.
 http://zenyfapussy.blogspot.com/2010/10/haliclona-oculata.html


Selasa, 13 September 2011

Keberagamaan Seseorang yang Selalu Dipertanyakan


Artikel
Oleh : MItasari
(Reporter LPM Lima Washilah UIN Alauddin Makassar)




Ketika kita menyebut kata “ Agama”  dan mempertanyakan agama yang diyakini seseorang, maka akan selalu sensitive sifatnya. Persoalan keagamaan dan keyakinan seseorang dianggap  sangat individual. Ada banyak agama dan keyakinan di dunia, namun hanya agama mayoritas saja yang banyak diketahui. Definisi agama yang banyak orang ketahui adalah sistem atau prinsip kepercayaan terhadap Tuhan. Merupakan sumber moral, petunjuk kebenaran, informasi tentang masalah metafisik dan bimbingan rohani untuk dunia dan akhirat. Banyak persepsi mengenai agama, sifatnya relatif saat orang menjawab pertanyaan mengenai hakikat agama.
Beragam pandangan yang muncul mengenai agama sehingga banyak bermunculan keyakinan baru, namun masalah banyaknya bermunculan agama ataupun keyakinan baru itu adalah hak tiap orang dan kelompok. Akibat yang lain adalah ketika seseorang telah mendapat predikat beragama, namun masih sulit memahami ajaran agamanya. Di dunia dulu maupun sekarang banyak orang mendapat status keagamaannya lewat orang tua sehingga nilai-nilai agama tidak sepenuhnya sampai karena soal keyakinan harus dalam hati sepenuhnya. Alangkah baiknya ketika lingkungan dan orang tua mampu mengenalkan agama secara baik, akan tetapi tak sedikit pula ketika kehidupan seseorang diliputi nuansa rohani kuat dalam kehidupannya tak mampu menjawab alasan ia meyakini agama ataupun keyakinan yang dianutnya secara konkret, akibatnya ia dengan mudah tergoyah imannya pada saat dihadapkan kondisi yang berbeda.
Walau tak terlihat jelas di kehidupan kita, tak sedikit orang yang masih terus mempertanyakan status keberagamaan dalam dirinya. Tipe orang seperti ini banyak mempertanyakan persoalan ada tidaknya tuhan di muka bumi ini, hingga aturan agama serta makna beragama menjadi tanda Tanya besar. Keberagamaan orang-orang sekarang diliputi oleh hal-hal yang mempersoalkan hitam atau putih dalam beragama, adapula yang saling tuduh menuduh kafir dan yang lain dilanda kebigungan karena melihat pandangan agama masih abu-abiu dan buram. Saat surga dan neraka tak pasti adanya, Tuhan dirasakan sebagai hal yang berwujud tahayul menjadikan seseorang memiliki paham atheisme. Atheis diartikan tak percaya kepada Tuhan, banyak terjadi di Negara barat, namun sekarang paham ini tak memandang tempat, siapa, suku, ras, agam, bahasa dan agama.
Khususnya di Indonesia yang mayoritas beragama Islam yang meyakini ada satu Tuhan yaitu Allah, Nabi sebagai tauladan dan Alquran sebagai kitab suci pedoman hidup dunia akhirat diragukan sbagian kecil penganutnya. Dalam Islam, menduakan dan meraguka keberadaan Allah adalah hal yang paling dibenci, namun ketika sebagian umatnya yang memandang agama Islam dari segi logika saja, ragu dengan keberadaan Allah yang tak berwujud dan segala mukjisatnya. Pemahaman yang kurang akibat aqidah yang rusak merupakan salah satu alasan utama persoalan ketidak percayaan umat muslim kepada Allah. Banyak aspek yang dilibatkan oleh persoalan ini, dari segi pendidikan yang sangat urgen terlihat kualitas dan kuantitas ilmu agama tentang ilmu tauhid sangatlah kurang.
Ketika generasi muda sangatlah gampang terinterpensi oleh hal-hal yang membuat keyakinan tergoyah, apalagi untuk persoalan agama saat ini orang-orang terus menanyakan persoalan keagamaan dengan melibatkan logika sebagai alasan dan jawaban atas pertanyaan mereka yang sebanarnya menuju pada kesesatan. Agama manapun tak bisa hanya melibatkan logika saja karena logika tidak bisa menjawab pertanyaan tentang hakikat kebenaran, letak dan hakikat kebahagiaan hidup dan asal muasal manusia. Bagi sebagian orang yang percaya logikalah yang paling  benar membuat dan melatar belakangi munculnya paham atheis dalam diri seseorang dan tak sedikit mempengaruhi keberagamaan orang lain.

Minggu, 04 September 2011

Novel Anonim My Hero Tua Penuh Inspiratif

Don’t  follow the leader..don’t follow the leader...don’t follow the leader. Ya Tuhan sembuhkanlah Indonesia kami!

Anonim My Hero judul novel Sunardia yang penuh kritikan nasional. Dicetak pertama kali pada bulan Februari 2004 dan diterbitkan oleh Galangpress.
Anonim my hero adalah sebuah novel yang cerewet tentang masalah nasional di Indonesia dan melibatkan banyak nama. Jika zaman orde baru yang keropos, Soeharto sebagai aktor dominan , maka zaman yang didominasi banyak aktor dengan ketidak jelasan agenda masa depan mereka tentang indonesia.

Sebuah novel yang dipenuhi dengan nama-nama yang acap kita dengar dan lihat langsung atau lewat media massa. Ada banyak nama yang ditulis dalam cerita ini dan kebanyakan bukan nama-nama fiksi, melainkan nama-nama sebenarnya. Sekalipun demikian ini adalah sebuah cerita fiksi, sebuah rekaan Sunardian sang penulis dongeng menjelang dan bangun tidur tentang indonesia dalam situasi transisi.

Setelah membaca nove ini saya berkesimpulan kalau bisa jadi, ini sebuah novel yang ditulis dengan penuh kemarahan dengan banyak kritikan pedas tentang berbagai  situasi sosial politik, budaya, sistem, nama-nama yang ada di Indonesia. Namun seperti yang dikatakan pada halaman pengantarnya, novel ini ditulis karena cinta yang mendalam terhadap negara dan bangsa Indonesia.

Anonim my hero bercerita mengenai perjalanana hidup seorang lelaki yang berprofesi sebagai pencari berita untuk situsweb Anonim.com. Situs tersebut berisi tulisan-tuisan berita apa saja tentang Indonesia. Banyak dari berita yang ia susun dianggap subversib. Ia tanpa kompromi, bahkan dengan sinis mengejek-ngejek, bagaimana prakmatisme orang Indonesia dalam berbagai hal, politik, ekonomi, pengetahuan, kebudayaan dan agama. Anonim.com dikenal sebagai situs Underground yang berisi wawancara eksklusif, blak-blakan bahkan untuk hal-hal yang sangat krusial. Beritanya disebar luaskan hingga ke dunia Internasional. Atas keberaniannya membuat kontrofersi dari berita-beritanya, ia mendapatkan banyak masalah dalam hidupnya hingga harus dikejar-kejar pembunuh bayaran, polisi hingga menjadi buronan interpol karena dituduh mata-mata CIA. Ia juga berani membobol account milik orang yang tidak dikenalnya untuk digunakan tanpa diketahui, rekening beberapa orang terkaya di bobolnya lewat keahliannya memainkan data komputer di dunia maya.

Di bumbuhi kisah percintaan yang sangat pelik antara Anonim, Dewilailatul si gadis modis, Izumi wartawan dari jepang, Isye si pelacur, Nina tante kesepian dan beberapa pelacur sewaannya. Berbagai sisi gelap Anonim tidak semata-mata menutup pintu hatinya untuk saling membantu orang yang tidak mampu. Hidupnya penuh pencarian setelah jauh dari orang tua dan tempat asalnya. Novel ini menceritakan sebuah peran untuk banyak orang, lewat sebuah perjuangan, nama buka apa-apa. Lewat kutipan novel ini “ Pahlawan kita adalah yang tidak bernama, ialah diri kita sendiri. Anonim my hero...

Terima Kasih