Sabtu, 24 September 2011

Tracking Seru di Hutan Tabo-tabo, Pangkep

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu


Udara segar, aroma pepohonan, bebas dari polusi yang menyesakkan, jauh dari kebisingan kota, pemandangan hijau nan rindang itulah perasaan yang kami temui di tempat ini. Rerumputan mengelilingi langka kami saat menuju peristirahatan setelah menempu perjalanan sekitar 2 jam ke lokasi yanga akan kami tuju. Dengan perasaan yang sangat damai di tempat ini, membuat pikiran kami tenang. Bebatuan gunung dan tebing-tebing dengan berbagai tumbuhan di sela-selanya menambah keindahan alam di Lokasi Hutan Diklat Tabo-tabo.


Rombongan HMJ Biologi UIN Alauddin Makassar yang berangkat menggunakan Bus kampus sedikit terhambat, karena kemacetan sore hari akibat kepulangan orang-orang yang habis beraktifitas dari pagi hari. Kami beranjak kesana melalui jalan tol Makassar dan melewati bandara Hasanuddin Makassar. Belum sampai di kabupaten Maros matahari mulai terkelincir dengan pergantian sore menjadi malam. Langit senja terlihat saat melintasi sawah pemukiman para petani padi. Aspal yang tak menentu mulus tidaknya membuat bus berjalan lebih lambat, perbaikan jalan Makassar menuju Pangkep memang sedang berlangsung, sehingga kendaraan yang melintas seakan antri melewati sisa jalan yang masih baik.

Hawa sejuk mulai terasa saat sebagian tebing dan sekumpulan gunung yang berjejer dengan pepohonan yang tinggi mulai terlihat. Kami sudah jauh dari keramaian, yang terlihat sesekali hanya lampu dari rumah warga yang juga saling berjarak antara rumah yang satu ke rumah yang lainnya. tidak seperti di kota, rumah seakan saling berhimpitan bahkan jalan juga ikut di ambil areanya oleh masyarakat yang tidak taat. Gelap gempitan saat kami mulai memasuki lorong yang pas-pasan dengan ukuran bus kami, sesekali terdengan benturan ranting pohon dari atas bus, sedikit seram terdengar apalagi didukung dengan suara-suara mahluk nokturnal alias mahluk malam seakan menyambut kedatangan kami. Pukul 20.00 kami sudah jauh dari pemukiman masyarakat, yang terlihat hanya sebuah pabrik besar pembuatan bahan bangunan dan tempat pengisian air mineral. Tak ada lagi yang terlihat setelah melewati pabrik tadi. Beberapa saat mulai terlihat bangunan seperti gedung sekolah dasar. Mesin bus mulai terdengar melemah dan perlahan mati. Siap-siap kami mengangkat barang bawaan untuk kebutuhan 2 hari menginap. Ternyata bangunan tadi bukan gedung sekolah dasar, namun gedung untuk diklat para polisi hutan yang bertugas menjaga hutan Tabo-tabo beserta penghuninya yang mencakup tumbuhan dan satwanya. Terlihat beberapa sosok yang seakan dari tadi menunggu kedatangan kami. Ternyata beberapa laki-laki paruh bayah ini adalah pengurus Balai Diklat ini. Dengan ramah mereka meyambut kami dengan senyum sambutan hangat walau mereka terlihat kedinginan dan kami juga kedinginan tapi setelah pertemuan antara kami menghangatkan suasanan awal pertemuan. Sebelum diantar ke peristirahatan kami diberi instruksi selama menginap di gedung ini. Setelah semua mengerti kami langsung dibawa ke kamar penginapan yang merupakan salah satu fasilitas dari Balai Diklat ini.

Pagi harinya setelah sarapan dan menyegarkan badan dengan mandi air yang berasal dari sungai yang ada di tabo-tabo  sambungan melalui pipa hingga sampai ke kerang dan mengisi bak air mandi kami. Agenda selanjutnya yang paling seru adalah melalui tracking yang ada di Tabo-tabo. Mulai dari tracking 1 sampai 30 dilalui dengan jalan kaki.

Tracking pertama, dilalui dengan santai. Kami melewati jalur tracking melalui sawah, jurang dan tebing tinggi. Di sekitar jalan tertutupi pepohonan dan guguran daun kering. Karena ini pas dengan musim kemarau, jadi hutan ini dilanda kekeringan sehingga banyak pohon yang hanya tersisa batang dan dahan dengan ranting tanpa daun.

Melewati jembatan gantung

Melalui turunan

Menaiki tanjakan

Banyak tanjakan tebing yang kami naiki cuma aku tidak mampu mendokumentasikannya heheh..takut jatuh. Berkilo-kilo kami lalui jalur tracking yang sempit. kami sempat bingung karena nga tau jalur yang selanjutnya. ada dua jalur, jalur ke Balai Diklat atau ke kota, namun kami kebingungan, kanan atau kiri yang harus di lalui untuk sampai. Kami juga sempat beristirahat di wisata alam air terjunnya. Walau tidak terlalu tinggi, namun pada saat kami sampai ternyata yang kami harapkan sebuah air terjun dengan jatuhan derasnya air dari atas tebing tidak kami lihat karena kekeringan akibat kemarau. Sooo.!! kami cuma berfoto-foto ajah dengan bebatuan besar di sekitar tebing air terjun.

Sesampai di puncak perjalanan, saatnya untuk kembali melaui jalan turunan untuk kembali ke tracking satu. Jalanannya menurun, sudah tak banyak tanjakan. Terlihat jelas pula gunung yang ada di seberang gunung yang kami lalui.
Setelah melalui berbagai rintangan akhirnya kami sampai juga di gerbang, itu tandanya Tracking telah selesai dilalui semua. Terasa sekali kaki kami pegal-pegal, kecape'an setelah jalan selama 4 jam lebih. Sesampai di penginapan kami sangat puas dengan adventure yang seru . agi yang penasaran silahkan coba yha!!!!

7 komentar:

  1. tempatnya itu di kecamatan pa ya di pangkep... sayang gak ada airnya ya...siplah informasinya...:D

    BalasHapus
  2. Hm.. Jadi pengen ke pangkep juga..
    Foto langitnya bagus, masyaAllah.. dapat angelnya :))

    mari berkunjung jg disini
    http://www.bianglala-basmah.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. waaaaa.. keren ada jembatan gantungnya, jadi kepengen..
    sayangnya dari sini jauh. hehe..
    salam kenal ;)

    BalasHapus
  4. wah keren2...
    pengen kesono deh kapan2 :)
    sip2..
    asik nih jiwa petualangannya hha

    BalasHapus
  5. baru tau ada tempat ini..:)
    suatu saat bloofers makassar akan menginjakkan kakinya disana... hehehehe

    BalasHapus
  6. a nice picture and good naration. keep writing and make your imagination free.

    BalasHapus
  7. Waktu yang baik tuk berkunjung ke Hutan Diklat Tabo2, antara bulan Januari s/d Juni

    ttd
    Pengelolah Hutan Diklat tabo2

    BalasHapus

Terima Kasih