Minggu, 16 Oktober 2011

Mahasiswa dan Lalu Lintas

Langit mendung dan hujan gerimis tidak menghalangi semangat para tamu undangan yang datang dari berbagai kalangan sekota Makassar. Mereka sama-sama bertujuan untuk menghadiri Dialog public yang diadakan oleh Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah dan keguruan  di Rumah Kopi yang bertempat di jl.Alauddin Makassar . Dialog berlangsung santai dengan ruangan yang menunjang interaksi narasumber dan tamu.

Dialog yang mengangkat tema Mengurai Permasalahan Lalu Lintas Menuju Kota Dunia mengundang pada narasumber penting yaitu AKBP Muahammad Hidayat, SIK   sebagai kepala satgas lalu lintas POLTABES Makassar, Dr.A.Tajrin Sp.BM.M,Kes dan  Dr.Muh.Ruslin,Sp.BM.M,Kes sebagai dokter ahli bedah mulut. Adapula perwakilan dari Form Pemuda Bersatu (FPB) yaitu Nur Cholis Syam serta perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yaitu Pahmuddin Colik selaku presiden BEM UIN Alauddin Makassar. Dialog yang diawali oleh Pembacaan ayat suci al-qur’an selanjutnya sambutan oleh Dekan Fak.tarbiyah dan keguruan dan di buka secara langsung oleh Pembantu Rektor III dari bidang Kemahasiswaa.

Moderator sebagai pengatur jalannya dialog mempersilahkan langsung narasumber pertama yaitu AKBP Muhammad Hidayat untuk membawakan materi singkatnya yang menyinggu masalah kedisiplinan berkendara. Menurut data yang ia sampaikan melaluli dialog mengatakan bahwa pada tahun 2011 dalam kurung waktu 9 bulan sudah ada 138 orang yang meninggal dunia akibat kasus kecelakaan. Selain itu dari data tersebut juga terdata sebanyak 75 % korbannya adalah pengguna sepeda motor  yang korbannya sebagian besar  memiliki usia produktif. “pelnggaran adalah awal kecelakaan” ujar hidayat yang menengaskan bahwa rumus terjadinya kecelakaan adalah ketika para pengendara kendaraan tidak disipli pada peraturan lalu lintas.

Selain mengundang dari pihak kepolisian lalu lintas dialog tersebut juga menghadirkan para dokter ahli bedah mulut yang selama ini menangani banyak korban kecelakan yang terjadi di Makassar. Para dokter tersebut menjelaskan akibat  yang diterimah para korban kecelakaan yaitu  produktifitas dan hartanya berkurang. Nur Cholis syam selaku perwakilan FPB dalam kesempatannya, mengatakan bahwa sering terjadi ketidak jelasan Peraturan Daerah (Perda) mengenai penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir. “permasalahan lalu lintas di Makassar bukan hanya kecelakan tapi parkir liar dan kenyamanan lalu lintas pun perlu ditindak lanjuti” ungkap Nur Cholis menyampaikan kepada Ketua Satgas Poltabes Makassar.  Pahmuddin Colik sebagai perwakilan para pengurus BEM yang hadir menyampaikan pula pendapatnya yang mengatakan bahwa Makassar buka hal yang tidak mungkin untuk menjadi kota dunia, namun keluhan mengenai penggunaan jalan juga disampai Pahmuddin bahwa pengawalan pejabat sering meresahkan pengguna jalanan umum dan masih banyak terlihat para oknum-oknum yang bukan hanya dari kepolisian tapi juga TNI yang perlu di tindak lanjuti apabila melanggar peraturan lalu lintas.

Setelah para narasumber memberikan peryataannya, moderator langsung mebuka sesi Tanya jawab. Sebagian besar memberi pertanyaan mengenai permasalahan lalu lintas yang terjadi dalam kehidupa sehari-hari. Salah satu penanya dari UNM meminta ketegasan dari polisi lalu lintas mengenai pemberian izin pembangunan gedung pengusaha swasta yang dapat mengakibatkan kemacetan serta permasalahn pengawalan para pejabat yang mengambil seluruh jalan.

Tanpa jedah waktu yang lama Muhammad Hidayat menjawab seluruh pertanyaan yang semuanya mengarah pada lembaganya. Ia mengaku telah melakukan tugasnya dengan ketegasan terhadap para pengusaha yang meminta izin pembagunan gedung yang dapat mengakibatkan kemacetan. Persoalan para pejabat ia mengurutkan bebrapa hal yang mendapatkan hak pengawalan dan pengambilan jalan dan pengawalan pejabat terdapat pada urutan ke-empat. Selain itu banyak dari pihak yang menanyakan mengenai Pungli yang banya dilakukan para oknum polisi pada pelanggar lalu lintas . Hidayat menengaskan bahwa ia telah menyampaikan berungkali pada bawahannya bahwa rezeki bukan dari para pelanggar tapi dari Allah. Diharapkan pula para pelanggar bias tegas menghadapi para oknum polisi yang melakukan pungli pada saat bertugas.

Muh.Warakaf selaku ketua panitia sangat puas dengan dialog walau hanya berlangsung tiga jam namun mengena pada tema. Salah satu dosen dari Fakultas Dakwa yaitu Dra.Nursyamsia Yunus Tebeng Mp.DI  menyambut antusia dialog yang mengangkat persoalan sehari-hari yang dialami oleh berbagai kalangan dan ia sangat puas dengan jawaban yang ia terima dari kepala poltabes Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih