Rabu, 02 November 2011

Tentang Alga Merah

Salah satu mata kuliah yag paling aku gemari di biologi, mata kuliah Tumbuhan Tingkat Rendah (TTR) membahas mengenai salah satu alga yang banyak manfaatnya bagi kehidupan mahluk hidup yaitu Alga merah. Berbagi pengetahuan mengenai Alga merah rasanya perlu  aku share ke teman-teman pembaca yang juga sama penasarannya  saat saya mencari tahu tentang Alga merah nie. yahh langsung saja silahkan mencari tahu lewat blog sederhana yang sedikit so'tahu nie heheh...

Alga merah atau Rhodophyta adalah salah satu filum dari alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Warna merah pada alga ini disebabkan oleh pigmen fikoeritrin dalam jumlah banyak dibandingkan pigmen klorofil, karoten, dan xantofil
Alga ini pada umumnya banyak sel (multiseluler) dan makroskopis. Panjangnya antara 10 cm sampai 1 meter dan berbentuk berkas atau lembaran

Pada kelas Alga Merah (Rhodophyceae) terbagi atas dua anak kelas yaitu :
Bangieae (Protofloridaeae)  
Talus berbentuk benang, cakram atau pita dengan tidak ada percabangan yang beraturan.

Dalam golongan ini termasuk suku bangiaceae, yang membawahi ganggang tanah Porphyridium cruentum dan ganggang laut Bangia artropurpurea
 
Floridae
Talus ada yang masih sederhana, tetapi umumnya hampir selalu bercabang-cabang dengan beraturan dan mempunyai beraneka bentuk.
Terbagi atas lima bangsa yaitu : Nemalinales, Gelidiales, ggartinales, Nemastomales, Ceramiales
 
Floridae terbagi dalam sejumlah bangsa yaitu :
Bangsa Nemalionales di dalamnya termasuk suku Helminthocladiaceae yang antara lain mencakup Batrachospermum moniliforme, Bonnemaisonia hamifera.
Bangsa Gelidiales di dalmnya termasuk suku Gelidiaceae misalnya Gelidium catilagineum dan Gelidium lichenoides terkenal sebagai penghasil agar-agar.
Bangsa Gigartinales kebanyakan terdiri atas ganggang laut. Yang penting ialah suku Gigartinaceae sangat berguna antara lain Chondrus crispus dan Gigartina mamillosa.
Bangsa Nemastomales termasuk di dalamnya suku Rhodophyllidaceae yaitu Euchema spinosum dan suku Sphaerococcaceae yaitu Gracilara lichenoides
Bangsa Ceramiales termasuk di dalamnya suku Ceramiaceae contoh : Callithamnion corymbosum


Habitat
Sebagian besar alga merah hidup di laut, banyak terdapat di laut tropika. Sebagian kecil hidup di air tawar yang dingin dengan aliran deras dan banyak oksigen. Selain itu ada pula yang hidup di air payau. Alga merah yang banyak ditemukan di laut dalam adalah Gelidium dan Gracilaria, sedang Euchema spinosum menyukai laut dangkal. 
Perkembangbiakan aseksual (vegetati) ganggang merah berlangsung dengan pembentukan macam-macam aplanospora (monospora, bispora. Tetraspora, polispora dan spora netral). Spora haploid dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan atau betina yang sel-selnya haploid. sangat jarang terjadi fragmentasi. 
Perkembangbiakan seksual (generatif) ganggang merah dengan oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium). Alat perkembangbiakan jantan disebut spermatogonium yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel. Sedangkan alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum. Hasil pembuahan sel ovum oleh spermatium adalah zigot yang diploid. Selanjutnya, zigot itu akan tumbuh menjadi ganggang baru yang menghasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis. Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet. Jadi pada ganggang merah terjadi pergiliran keturunan antara sporofit dan gametofit.


Peranan Alga merah
Alga merah dapat menyediakan makanan dalam jumlah banyak bagi ikan dan hewan lain yang hidup di laut. Jenis ini juga menjadi bahan makanan bagi manusia misalnya Chondrus crispus (lumut Irlandia) dan beberapa genus Porphyra. Chondrus crispus dan Gigortina mamilosa menghasilkan karagen yang dimanfaatkan untuk penyamak kulit, bahan pembuat krem, dan obat pencuci rambut.


Alga merah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup. Keren bukan...? jadi terus manfaatkan apa yang ada di alam 
Thanks...^___^


2 komentar:

  1. jadi ingat masa lalu. alga merah.. banyak khasiatnya kan ya :)
    saya sangat suka rumput laut, enaaaakkk :)

    BalasHapus
  2. Belajar Biologi asik lohhh...
    z bakalan bnyak bagi info keren tentang dunia biologi yg saya tau!

    BalasHapus

Terima Kasih