Minggu, 25 Desember 2011

Kadal, Hewan Prasejarah

               Baru-baru ini kita dibuat geger oleh Komodo yang masuk nominasi 7 keajaiban dunia. Mengapa Komodo bisa masuk kriteria?. Sebagian Ahli mengatakan Kelas Reptil adalah salah satu Mahluk hidup yang penampakannya masih seperti spesies aslinya pada zaman purbakala. Oleh karena itu Kelas Reptil antara lain komodo dianggap patut dijadikan keajaiban dunia yang masih nyata. Salah satu spesies Reptil selain Komodo adalah Kadal. Kadal juga tidak beda jauh dari spesies awalnya. Hanya beberapa perilakunya yang saat ini berbeda dengan spesies awalnya dan ini menarik untuk diketahui. Sooo mari kita cari tahu !!!


Pada bagian morfologi kadal terbagi atas dua bagian yaitu bagian dorsal dan ventral. Pada bagian ventral terlihat mulut, hidung, mata, kelopak mata, telinga, leher, sisik, lengan atas, lengan bawah dan jari-jari.
Memiliki mulut yang lebar hingga melewati mata. Mata mempunyai kelenjar (air mata) yang menjaga agar mata tetap basah. Telinga  tengah mengandung oksikel auditori. Leher pendek, badan tertutupi sisik yang tersusun seperti susunan genting dan sisiknya lunak, lengan atas lebih besar dibanding lengan bawah. Kelopak mata untuk melindungi dari benda-benda kasar yang akan mengganggu penglihatan. Jari-jari berjumlah 5 dengan kuku yang tajam untuk mencengkram.[1]
Pada bagian dorsal, kadal memiliki telapak tangan yang mampu mencengkram dengan baik. Memiliki paha dan betis yang kuat untuk memanjat. Pes atau telapak kaki sama fungsinya dengan telapak tangan. Ekornya digunakan untuk keseimbangan gerak saat berlari.[2]
1.      Bagian anatomi
Pada bagian anatomi kadal terlihat beberapa organ system pencernaan, pernapasan, sirkulasi dan reproduksi seperti trakea, jantung, paru-paru, hati, empedu, lambung, usus dan rektum. 
Reptil jantungnya terdiri dari 2 aurikel (serambi) dan 2 ventrikel (bilik). Struktur paru-paru lebih kompleks. Hati terletak di bagian atas dekat paru-paru. Selanjtnya terlihat empedu dan lambung yang bersambung dengan usus dan akhirnya rektum. 
2.      Sistem organ
a.       Sistem respirasi
Udara masuk melalui nares externa terus menembus plat yang keras menuju ke nares internal (di belakang lubang). Laring tersusun atas tulang rawan tiga buah dan berisi beberapa pasang pita suara. Selanjutnya berhubungan dengan trakea yang tersusun atas gelang-gelang tulang rawan. Trakea bercabang menjadi dua bronchi, yang selanjutnya masing-masing menuju ke paru-paru. Paru-paru terbagi atas begian-bagian interior yang lebih kompleks dari pada amfibia yang lain.[3]
b.      Sistem sirkulasi
Jantung terdiri dari sinus venosus, 2 aurikel dan 2 ventrikel yang terbagi sempurna. Darah dari sinus venosus ke aurikel kanan, ventrikel kanan, arteri pulmonary (bercabang dua), vena paru-paru, aurikel kiri, kemudian ke ventrikel kiri. Dari ventrikel kiri keluar lengkungan aorta ke dorsal, arteri karolis ke kepala dan kaki depan. Yang belakang memberi darah untuk ruang tubuh, kaki belakang dan ekor. Darah vena berkumpul dalam vena cana anterior (di kedua belah sisi kepala dan leher), vena cava posterior, vena porta hepatis, yang kemudian menjadi vena hepatis dan dalam vena epigastrikum yang semuanya dialirkan kembali ke sinus venosus tersebut.[4]
c.       Sistem pencernaan
Pada bagian lidah dapat dijulurkankeluar dengan mudah (bebas). Gigi-gigi mendekat pada rahang. Dari mulut dilanjutkan ke faring, esophangus, dan lambung. Lambung dengan bagian fundus dan pylorus. Dari lambung kemudian ke intestinum, rectum dan kloaka. Hati dan pancreas berpembulu ke intestinum. Kloaka untuk mengeluarkan sisa pencernaan, ekskret dan untuk reproduksi. [5]
d.      Sistem reproduksi
Pada kadal mengalami fertilisasi internal. Kadal jantan mempunyai mempunyai hemipenis (seperti pada penyu) di dekat kloaka. Pada waktu kopulasi, organ itu dimasukkan ke dalam kloaka kadal betina. Kebanyakan perkembangan telur terjadi di alam bebas, tetapi kadang-kadang jika keadaan tidak sesuai, kadal betina menahan telur yang telah dibuahi (ovipar atau ovivivipar).[6]
3.      Habitat
Kebanyakan kadal tinggal di atas berkeliaran di atas atau di batang pohon tanah, sementara sebagiannya hidup menyusup di dalam tanah gembur atau pasir.[7]
4.      Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari kadal (Mabouya multifasciata):
Kingdom       : Animalia
Phylum          : Chordata
Sub phylum   : Vertebrata
Classis            : Reptilia
Sub ordo        : Squamata
Familia           : Latertilia
Genus            : Mabouya
Spesies           : Mabouya multifasciata.[8]







[1] Mukayat Djarubito, Zoologi Dasar  (Jakarta: Erlangga, 1989)., h.203.
[2]Ibid,. h.207.

[3] Maskoeri Jasin, Zoologi Vertebrat  (Surabaya: Sinar Wijaya, 1989)., h. 105.
[4] Mukayat Djarubito, Zoologi Dasar (Jakarta: Erlangga, 1989)., h.210.
[5]Ibid., h. 209.
[6] Ibid., h.212.
[7]Wikipedia”, Kadal. http://id.wikipedia.org/wiki/Kadal. (Tanggal 9 Desember).

[8]Megaspace007’s weblog”, Kadal. http://megaspace007.wordpress.com/2009/06/12/47/. (Tanggal 9 Desember 2011).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih