Selasa, 07 Februari 2012

Laporan Divisi Thallophyta


Beberapa waktu yang lalu saat menengok blogku yag sudah lama tak aku kunjungi, ternyata ada banyak perubahan. Sudah banyak yang mengunjungi, menfollow, dan memberi coment. Saat melihat kolom coment, aku lihat nama yang tak asing bagiku. Ternyata coment itu dari Dosenku yang sekarang ini melanjutka studynya di German.

Wahh aku merasa terhormat dikunjungi pak dosen dan memberi beberapa komen untuk beberapa tulisanku. Salah satu komen dari Pak dosen adalah ia sangat mendukung postingan tentang hasil praktikum yang memang menurutnya patut untuk di share ke semua orang. Senang sekali membaca Apresiasi dari Pak dosen. Saya harap Hasil Praktikum yang terposting di blogku bisa bermanfaat untuk para pelajar, mahasiswa dan semua yang mengunjungi blogku. Kali ini yang akan saya share adalah laporan Mata kuliah Tumbuhan Tingkat Rendah dengan judul Divisi Thallophyta





A.     Latar Belakang
Divisi Thallophyta meliputi tumbuh-tumbuhan yang memiliki sebagai ciri utama tumbuhan yang berbentuk talus. Yang disebut talus ialah tubuh tumbuhan yang belum dapat dibedakan dalam 3 bagian utamanya, yang disebut akar, batang dan daun. Tubuh tumbuhan yang telah dapat dibedakan tubuhnya sudah memiliki membran ini dalam ke 3 bagian tersebut dinamakan kormus.[1]
Ciri yang membedakan divisi ini dari divisi Schizophyta adalah bahwa sel-sel yang menyusun tubuhnya sudah memiliki membran inti (eukariotik) dan plastid yang beranekaragam. Jika pada spora merupakan suatu bentuk pertahanan pada kondisi lingkungan yang baik.[2]
Adapun yang melatar belakangi praktikum kali ini adalah melalui percobaan devisi Thallophyta akan membahas lebih terperinci mengenai tumbuhan yang termasuk di dalamnya, mengetahui pembagian kelasnya, ciri-ciri, dan kandungan yang terdapat pada organisme tersebut beserta perannya

Tinjauan Pustaka
Berdasarkan ciri-ciri utama yang menyangkut cara hidupnya itu, devisi Thallophyta dibedakan dalam 3 anak divisi, yaitu:
1.      Ganggang (Algae),
2.      Cendawan atau jamur (Fungi),
3.      Lumut Kerak (Lichenes).[1]
Tumbuhan ganggang merupakan talus yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut, setidak-tidaknya selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Yang hidup di air ada yang bergerak aktif ada yang tidak. Jenis-jenis yang hidup bebas di air, terutama yang tubuhnya bersel tunggal dan dapat begerak aktif merupakan penyusun plankton, tempatnya fitoplankton.[2]
Walaupun tubuh ganggang menunjukkan keanekaragaman yang sangat besar, tetapi semua selnya selalu jelas mempunyai inti dan plstida, dan dalam plastidanya terdapat zat-zat warna derivat klorofil, yaitu klorofil-a dan klorofil-b atau kedua-duanya. Selain derivat-derivat klorofi terdapat pula zat-zat warna lain, dan zat

warna lain inilah yang justru kadang-kadang lebih menonjol dan menyebabkan kelompok ganggang tertentu diberi nama menurut warna tadi. Zat-zat warna tersebut berupa fikosianin (berwarna biru), fikosantin (berwarna pirang), fikoeritrin (berwarna merah). Disamping itu juga biasa ditemukan zat-zat warna santofil dan karotein.[3]
Diantara tumbuhan ganggang ada yang dalam daur hidupnya memperlihatkan pergiliran keturunan (metagenesis). Bila keturunan yang haploid (gametofit) dibandingkan dengan keturunan yang diploid (sporofit), dapat kita temukan hal-hal berikut. Gametofit sama bentuk dan ukurannya dengan sporofit, misalnya pada ganggang hijau Cladophora glomerata. Gametofit lebih kecil daripada sporofit terdapat pada ganggang pirang Cutleria multifida. [4]
Ganggang hijau merupakan kelompok ganggang yang besar dan beraneka ragam (rumput laut) yang mempunyai klorofil yang ditempatkan dalam badan-badan yang berbatas nyata disebut kloroplas dan normal tidak tersama oleh zat-zat warna lain. Akibatnya, tumbuhan ini biasanya berwarna hijau, dan kelompok ini disebut ganggang hijau.[5]
Alga ini menyerupai Euglonophyta dala hal pingmen fotosintetik (klorofil-a dan b). akan tetapi sel-selnya terkurung dalam dinding selulosa yang kaku. Beberapa di antaranya berflagel dan bahkan yang tidak pun menghasilkan gamet-gamet berflagel atau zoospora.[6]
Ganggang merah atau rumput laut merah inilah yang untuk beberapa jenis cenderung lebih banyak memberi hasil, tetapi pada umumnya tidak begitu berlimpah dan tidak mengambil tempat banyak seperti ganggang perak. Hal ini demikian keadaannya di laut daerah iklim sedang dan sekitar kutub utara, di mana ganggang merah mungkin berbukit hanya sedikit. Ganggang merah berwarna khas merah atau keungu-unguan karena adanya zat-zat warna tertentu dalam kloroplasnya di samping klorofil, meskipun beberapa dapat berwarna kehijau-hijauan, kebiru-biruan, zaitun atau perang.[7]
Cara mendapatkan makanan ganggang merah banyak menyerupai ganggang perang, kecuali bahwa banyak hasil-hasil proses kimiawi fotosintesis dan metabilismenya adalah berbeda, hal ini meyangkut bahan-bahan makanan yang disimpan, yang terutama terdiri atas suatu substansi serupa zat tepung.[8]
Ganggang pirang adalah ganggang yang berwarna pirang. Dalam kromotoforanya terkandung klorofil-1, karotein dan santofil, tetapi terutama fikosantin yang menutupi warna lainnya dan menyebabkan ganggang itu kelihatan berwarna pirang.[9]
Sebagai hasil asimilasi dan sebagai zat makanan cadangan tidak pernah ditemukan zat tepung, tetapi sampai 50% dari berat keringnya terdiri atas laminarin, sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin dan lebih dekat dengan selulosa daripada dengan tepung. Selain laminariajuga ditemukan manit, minyak dan zat-zat lainnya. Dinding selnya yang sebelah dalam terdiri atas selulosa, yang sebelah luar dari pectin dan dibawah pectin terdapat algin, suatu zat yang menyerupai gelatin yaitu garam Ca dari asam alginate yang pada laminaria merupakan sampai 20-60% dari berat keringnya. Sel-sel hanya mempunyai satu inti.
Adapun ayat yang menjelaskan tentang keanekarangaman tumbuhan di muka bumi yaitu Allah berfirman dalam Q.S Thaha 20:53

Terjemahannya : Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. (QS. 20:53)[10]
Dari ayat tersebut kita ketahui bahawa Allah SWT menciptakan tumbuhan di muka bumi ini dengan berbagai keanekaragamannya termasuk tumbuhan devisi Schizophyt. Allah menumbuhkan tumbuhan dengan berbagai manfaat untuk kehidupan mahluk hidup serta untuk saling menguntungkan satu sama lain antar mahluk hidup.
Hasil Pengamatan
Glasillaria multipatita (Rhodophyta
Diskripsi
Gracilaria multipartita adalah ganggang, tembus ungu atau coklat kemerahan kusam yang memiliki daun yang mengukur sampai 25 cm. Hal ini rawan, sangat rapuh, dan memiliki Stipe terkompres
Klasifikasi
Kingdom  : Plantae
Divisi        : Rhodophyta                 
Klas          : Rhodophyceae
Ordo          : Gracilariales
Family   : Gracilariaceae
Genus    : Gracilaria
Spesies  : Gracilaria multipartite.[1]


[1]“Herbarium Bandungense”. Glasillaria multipatita. http://www.sith.itb.ac.id/herbarium/ index.(Tanggal 17 Desember 2011).
 
1.      Sargassum sp (Phacopyta)
Deskripsi
Tubuhnya berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Sargassum sp ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran talusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Bentuk thallus umumnya silindris atau gepeng. Cabangnya rimbun menyerupai pohon di darat.
Bentuk daun melebar, lonjong atau seperti pedang. Mempunyai gelembung udara (bladder) yang  umumnya soliter. Warna thallus umumnya coklat.
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Phaeophyta
Class : Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Family : Sargassaceae
Genus : Sargassum
Species : Sargassum sp.[1] 
1.      Caulerpa sp ( Chlorophyta )
   Diskripsi
Bentuknya seperti rambut atau filament. Bentuk tubuh dari spesies ini adalah senositik, sangat spesifik karena menyerupai segerombolan buah anggur yang tumbuh pada tangkainya. Spesies mempunyai cabang utama yang berupa axis/stolon sehingga dimasukkan sebagai bangsa siphonales (stolon berbentuk seperti pipa). Holdfast yang terdapat menyebar di seluruh axis berfungsi untuk melekat pada substrat.
  Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi       : Chlorophyta
Kelas        : Chlorophyceae
Ordo         : Volvocales
Famili       : Volvoceae
Genus        : Caulerpa
Spesies       : Caulerpa sp.[1]

Turbinaria sp (Phaeophyta) 
Diskripsi
Daun menggasing, melebar hingga, membentuk batas helaian mahkota melalui barisan gigi. Vesikula berada di tengah mahkota.. Struktur seks berisi modifikasi daun (reseptakel). Cabang reseptakular berada di tangkai daun tidak jauh dari ujung utama. Gametangium berongga (konseptakel) pada permukaan receptakel.
Klasifikasi :

Kingdom   : Plantae
Devisio      : Phaeophyta
Kelas         : Phaeophyceae
Ordo          : Fucales
Familia       : Sargassaceae
Genus   : Turbinaria
Spesies  ; Turbinaria sp.[1]

Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Ganggang merupakan talus yang hidup di air, baik air tawar maupun air laut, setidak-tidaknya selalu menempati habitat yang lembab atau basah. Yang hidup di air ada yang bergerak aktif ada yang tidak. Jenis-jenis yang hidup bebas di air, terutama yang tubuhnya bersel tunggal dan dapat begerak aktif merupakan penyusun plankton, tempatnya fitoplankton
2.      Alga terbagi atas beberapa devisi yaitu diantaranya Rhidophyta, Chlorophyta dan Pheophyta dan yang membedakannya adalah pigmen, cara berkembang biak, penampakan, habitat dan perananya. Pigmen Sargassum sp dan Turbinaria sp berwarna kecoklatan, Ulva lactuca, Caulerpa sp dan Halimeda sp berwarna kehijauan. Sedangkan Glasillaria multipatita dan Eucheuma denticulatum berwarna kemerahan.
3.      Adapun spesies yang termasuk dalam tumbuhan ganggang yaitu Sargassum sp, Caulerpa sp, Turbinaria sp, Glasillaria multipatita, Ulva lactuca, Eucheuma denticulatum, Halimeda sp.



[1] “Biologi dan Hikma”. Alga. http://junwarhp18biologi.blogspot.com/2011/03/ulva-lactucaturbinaria.html (Tanggal 17 Desember).


[1] “Biologi Pendidikan”, Thallophyta. http://mushoffaditya.blogspot.com/2010_06_06_a rchive.html (Tanggal 17 Desember 2011).


[1] “Majid’s Blog”. Thallophyta. http://majidundip.blogspot.com/2008_11_01_archive.html (Tanggal 17 Desember 2011).

[1] Tim Dosen, Penuntun Praktikum Taksonomi Tumbuhan Rendah (Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin, 2011), h.7.
[2] Gembong Tjitrosoepomo, Taksonomi Tumbuhan  (Yogyakarta:  Gadja Mada University Press, 2003), h.30.

[3] John W,Kimball, Biologi Jilid 3 (Jakarta: Erlangga, 1983), h. 867.
[4] Prowel Sianipar, Mudah dan Cepat Menghafal Biologi (Yogyakarta : Pustaka Book Publisher, 2010), h.36.
[5] Nikcholas Polinin, Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2003), h. 37.
[6] John W,Kimball.,op. cit. h.868.
[7] Campbell, Biologi  jilid 2  (Jakarta :Erlangga, 2004)., h.168.
[8] Ibid.,
[9] Gembong Tjitrosoepomo,op. cit.h32.
[10] Departemen Agama, Al-Qur’an Annulkarim  (Surabaya: Pustaka Ilmu, 2008),.h.268.



[1] Gembong Tjitrosoepomo, Taksonomi Tumbuhan  (Yogyakarta: Gadja Mada University Press, 2003)., h.29.

                [2] Tim Dosen, Penuntun Praktikum Taksonomi Tumbuhan Rendah  (Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin, 2011)., h.7.

2 komentar:

Terima Kasih