Jumat, 23 Maret 2012

Love Maya @DuniaMaya Part II

Laut dan Langit


Bila rasaku gila membandingkan antar laut dan langit 
Maka sesungguhnya ciptaan mu inilah yang membuat daratan bimbang
Rasa apa yang kuat dari hebatnya deruh ombak
dan deruh angin.

Hening Maya rasakan tapi dipikirannya ramai. Dengan di temani suara ombak dan deruh angin maya duduk di atas atap kapal nelayan milik sahabat  ayahnya. Dg.Tiro namanya sahabat ayahnya itu kurus dan bertubuh kecil. Ubannya sudah terlihat keluar dari topi kerucutnya yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Kulitnya yang berwarna coklat terbakar karena sering terkena matahari terlihat kontras dengan baju kaos ungunya yang ia sering pakai melaut. Tangannya terlihat kekar sering menarik jangkar penahan perahu. Dg, Tiro hampir setiap kali pulang dari melaut singgah ke rumahnya hanya untuk memberikan sekeranjang ikan kecil yang segar untuk keluarga maya, makanya Maya sangat akrab dengan Dg.Tiro karena Maya yang selalu pertama melihat Dg.Tiro dari kejauhan  berlari tersenyum membawa hasil tangkapannya yang segar.

“Reseki besar..!!”Teriak Dg.Tiro sambil berlari di dermaga menuju daratan. Senyumnya yang lebar dan matanya berbinar penuh semangat member hasil tangkapannya pada Maya.
“Wahh rezeki besar lagi Daeng”
“iyo na’ Alhamdulillah juku-juku segar sekeranjang untuk maya”
“Makasi banyak Daeng semoga bisa dapat juku yang banyak tiap hari”
“Amin nak”

Dg.Tiro senang memberi ikan pada Maya karena Maya selalu memdoakan Daeng Tiro yang membuatnya tambah semangat.
Daeng Tiro senang pula mengajak maya untuk ikut naik dikapalnya untuk sekedar berlayar mengelilingi laut walau tak jauh Maya senang bisa melihat hamparan laut luas dan ikan stelophorus alias teri dari atas kapal terlihat samar-samar.

Maya sering meminta izin ke Daeng Tiro untuk sekedar duduk melihat langit di atas atap kapalnya yang sedang bersandar di dermaga. Melihat langit membuat Maya tenang, memandangi awan damai rasanya. pikirannya berjalan lembut seperti awan tersapu angin. Pergerakannya lamban seperti tak bergerak tapi dengan pasti posisi awan yang Maya perhatikan berpindah.

Begitula awan membawa pikiran Maya lambat laun menuju kebimbangan tentang perasaannya. Sudah tiga hari ia mendiami suara telfon dari Rohis. Pesan singkatnya terus-terusan masuk tak dihiraukan Maya. Dalam hatinya ia sangat resah dengan sikap Rohis yang sangat perhatian. Tak ingin Maya tanggapi tiap perhatiannya sebagai rasa yang tidak jelas bahwa “Apakah ini cinta?”.
Maya kembali terbawa pikirannya pada Umar yang pernah menyampaikan maksud hatinya pada Maya.

Inginku kau adalah tulang rusukku,
yang bengkok dan akan ku luruskan dengan kasih sayang

Isi pesan singkat itu tidak akan pernah Maya lupakan. Hampir seminggu ia memikirkannya semenjak pesan itu masuk dalam inboxnya Hp serta hatinya. Sekarang kembali ia mengingat kata-kata penuh makna tersebut. Umar sudah sebulan semenjak peristiwa itu tak ada kabar, hal tersebut pula yang membuat hatinya resah.

“Aku bimbang awan, bisakah kau membawa kebimbanganku bersamamu dan hilang dari fokusku” Suara maya terbawa angin.
Tak seorangpun yang mendengarnya walau nelayan hilir mudik mempersiapkan keberangkatan untuk menangkap ikan setelah senja.

Dari kejauhan, terlihat suara riuh memanggil
“Mayaa..Woyy Maya”
Pikiran maya buyar, ia berbalik, fokus pandangannya ke gadis seumurannya yang berlari. Rambut panjangnya terbang kesana kemari tersapu angin laut yang kencang.

“Maya aku tadi keumahmu, Amakmu bilang kau ada di dermaga”Ucapnya keras karena suaranya yang tersapu suara ombak yang juga besar.

“Oh iyah saya sudah mau pulang, ayo kita kerumah saja ada yang mau ku ceritakan”

“baik aku juga, ada yang mau ku ceritakan”Ujar kanti, teman semasa SMP maya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

 *To be continue*




Cerita sebelumnya :
Love Maya @DuniaMaya Part I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih