Rabu, 28 Maret 2012

Love Maya @DuniaMaya Part III


Sosok Langit

Senja, Kanti dan Maya berjalan berdampingan. sudah lama kedua gadis ini tak berjalan bersama seperti saat mereka masih memakai rok biru tua dengan seragam SMP. Kanti adalah sahabat Maya sejak SMP sampai sekarang. Walau jarang bertemu Maya dan Kanti tetap menjaga keakraban mereka sama seperti saat masih SMP.

“Wahh sudah lama kita tidak jalan berdampingan begini sambil memandangi senja di dermaga” 

“iyayah,,hmmm kita berhenti sebentar” Maya menghentikan langkahnya dan menahan langka Kanti.
“kita duduk dibatu itu saja”melihat sekitar, Kanti memilih salah satu batu besar yang menghadap ke lautan yang ada di bibir pantai ujung dermaga.
sambil memandangi langit dan lautan yang suaranya seakan bersahutan, kanti memulai pembicaraan yang sudah lama mereka tak lakukan.
“sudah berapa lama yha Maya kita tidak begini, menikmati laut dan langit kita”

“laut dan langit kita, hahah jadi ingat dulu kita pernah ngaku langit dan laut yang ada di hadapan kita ini milik kita”

Kanti dan Maya lahir dan di besarkan di daerah pesisir kota Makassar. Dahulu dermaga ini hanya susunan bambo kering yang disatukan dengan seuntai tali pukat yang kuat. Banyak anak kecil tiap senja berenang dengan riang. Tiap selesai bermain teman-teman Maya yang lain mengajak Maya dan kanti ikut kelaut berenang, tapi Kanti dan Maya lebih memilih duduk di batu besar pinggir laut memandangi matahari yang perlahan-lahan tergelincit ke barat. Sambil mencari kepiting kecil untuk diperaduhkan mereka sibuk berdua. Kalau yang lain seru bermain air, Kanti dan Maya malah seru berdua mengaduh kedua kepiting yang mereka tangkap.

“Yang kalah harus gendong yang menang sampai kerumah” ujar Maya
”Oke siapa takut” dengan semangat kanti mencari kepiting jagoannya untuk mengalahkan Maya
.
Terbawa suasana memory lama, mereka tak sadar air laut mulai naik kembali setelah surut.
“eh Kanti tadi mau bilang apa?”
“heheh tidak, saya Cuma mau ketemu kamu”
“Oww,,kalau begitu biar kali ini kamu yang dengar aku yang berbicara”
“sip, gantian saya sudah terlalu sering curhat sama kamu hihi” sambil tersenyum Kanti mengais pasir mencari kepiting.


Langit

Ia ibarat langit, selalu ingin melindungi dan memperhatikan
kadang ia cerah dan kadang ia mendung
warnanya indah saat biru dan menghawatirkan saat kelabu.
warnanya bersama pelangi buat suasanan hati ceria.
tapi sekarang ia mendung dan sebentar lagi hujan

“kamu bilang apa sie, saya tidak ngerti”
“huff”Maya menghela nafas panjang, ia membayangkan wajah Rohis yang ceria. 

Tak pernah Maya melihat wajah rohis yang sedang mendung. Tapi smsnya kali ini sering sekali menggambarkan kegalauannya.

“kamu kenapa Maya?”Kanti memandangi wajah resah kawannya.
“Apa aku salah mendiaminya, haruska aku bilang”
Kanti semakin bingung, sambil menggaruk kepalanya ia coba menerka-nerka kalimat yang dilontarkan Maya.

“Aku sedang buat anaknya orang bimbang, kanti”
“ooww bimbang kenapa”
“seperti layang-layang aku tarik dan ulur kembali. Ingin aku lepas tapi aku tak ingin layang-layangku hilang”
“Makanya aku tidak suka main layangan” ujar Kanti sambil tersenyum nakal berharap kawannya itu kembali tersenyum.

“ini masalah hati Kanti”
“Oww pantas serius, siapa siee cerita dong!”
Sambil memandang kedepan matahari yang mulai terbenam Maya mencoba menyelami sosok Rohis yang sangat perhatian.,


*To be Continue*

Cerita Sebelumnya :
Love Maya @DuniaMaya Part II

1 komentar:

Terima Kasih