Selasa, 10 April 2012

Hewan-Hewan Peliharaan Yang Allah Titipkan

Lucu menggemaskan, ada saja tingkah aneh dari binatang yang satu ini buat kami sekeluarga terpingkal-pingkal melihat ulahnya.

Zhifu namanya, hamsterku yang satu ini sungguh malang nasibnya. Kenapa ku bilang malang nasibnya karena tak punya kandang. Ia harus tinggal di akuarium bekas ikan peliharaan bapak yang mati tanpa diketahui sebabnya hahahah...

Minggu lalu aku dan kakak sempatkan ke Pasar hewan Todopoli membeli kandang dan betina buat Zhifu. Berharap Zhifu betah bersama keluarga barunya, Cailehhhh heheheh

Catatan hewan peliharaan yang sudah mati mendadak di keluarga kami sudah banyak. Jangan sampai hamster masuk daftar RIP ckckck. Hal tersebut paling sering terjadi pada ayam peliharaan kami karena tiap mau makan ayam siap-siap dehhh salah satunya dieksekusi di panci umi. ckckck...

Paling ingat sama Kelinci peliharaan adikku. Karena masih bayi saat dibeli, tak cukup 2 malam nginap dirumah kelincinya mati mendadak. Sontak adikku histeris sampai dia minta kelincinya dikuburkan dengan tenang di belakang rumah dengan nisan buatannya dibantu sepupuku wkwkwkwk.

Kakakku juga pernah memelihara dua ekor kelinci sekaligus. Warnanya putih bersih dengan mata merah. Awalnya orang-orang di rumah ngeri lihatnya tapi lama-lama lucu juga. Kelincinya di beri nama Aresso, saat itu kakak lagi demam korea makanya pakai bahasa Korea gitu yang artinya "mengerti" Hmmm sesuatu heheh. Menurutku kisah 2 ekor kelinci kakak itu tragis kisahnya, pasalnya kakak membeli mereka untuk dijadikan kelinci percobaan obat-obatan buatan apoteker pemula itu. Malang betulll...

Ikan, hewan yang satu ini juga paling populer di keluarga kami. Setelah bapak tak berhasil dengan memelihara ikna lohan ternyata kakak laki-lakiku tertular hobi memelihara ikan tapi bukan lohan. Kakak yang biasaku panggil big brother ini memelihara banyak jenis ikan ada ikan emas, ikan tokek, ikan koi dll. Tapi malang nasib mereka, karena jarang memberi makan si tokek yang biasanya makan makanan ikan dan juga lumut, rakus mengisap lumut yang juga nempel di kulit ikan lain alhasil satu persatu mereka mati karena jarang pula di beri makan. hahah malang betull

Ayam, ikan, kelinci, dan masih ada satu lagi hewan malang yang pernah nginap dirumah kami. Kucing, kalau hewan yang satu ini Umi punya banyak sejarah. Tujuan utama kami dulu memelihara seekor kucing adalah agar tikus dirumah pada lari dan tidak menggangu kami. Tapi aku, adiku dan salah satu kakak suka sekali membelai kucing sampai-sampai kucing tidur bareng sama kami. Kalau nonton mereka naik dipangkuan kami dengan manja. Mereka kebanyakan kucing kampung yang menetap dirumah. Mereka dilarang keluar tapi kalau musim kawin kami nga bisa melarang hahahah...
Walau kucing nga pernah mati dirumah tapi mereka tersiksa batin. Salah satu kakakku alergi kucing. Jadi masalah besar ketika Umi dilema harus membuang kucing karena takut tikus datang lagi dan adikku nangis lagi hmmm.. tragis hahahh...

Aku juga pernah memelihara seekor burung waktu SD. Disekolahku dulu penjual burung kecil sering datang. Satu kandang burung yang dibawa penjual memiliki bulu yang sama tapi baru-baru ini aku lihat para penjual telah berinovasi memberi warna di bulu mereka, malang betulll. Tiap kali lihat penjual burung kecil aku selalu tergiur membeli, akhirnya pulang kerumah aku dimarahi Umi karena sudah sering burung yang aku pelihara belum cukup seminggu dah lepas dari kandang. Sebenarnya sebagian dari mereka sengaja aku lepas karena tak tega huuu... So sweet cckckk...

Yahh begitula sepenggal kisah dari keluargaku yang sering gagal memelihara hewan. Sesungguhnya kami memeihara mereka bukan untuk di perlakukan kasar tapi untuk kami sayangi walau ayam dan kucing memang kami manfaatkan hehhehe....

Kami tau betul membunuh binatang itu sangat dibenci Allah namun kami berdoa para hewan itu bisa bilang sama Allah kelak, kalau mereka senang sempat nginap di rumah kami. kami memelihara mereka berusaha merawat dan sering mereka buat kami bahagia sekeluarga.

- Cintai sesama Mahluk Allah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih