Selasa, 10 April 2012

Love Maya @DuniaMaya Part IV

Merindukan Langit


Akhir-akhir ini ada yang berbeda dengan Rohis. Terakhir pertemuan dengan Kanti, Maya memutuskan untuk tidak merespon Rohis yang mengirim sms tiap hari, menelfon tiap malam dan menanyakan kabar lewat pesan FB.

Kini Maya sadar dirinya merindukan semua itu. Maya sering mengutuk dirinya setiap kali mengingat Rohis. Rohis sangat ideal menurutnya saat hati Maya gundah Rohis datang dengan penuh perhatian.
"Maaf kak aku sedang sakit tidak bisa ikut anak-anak yang lain nonton"
"Ohh gitu yah Maya, cepat sembuh yah"

Sejam setelah pesan itu masuk, kembali Rohis menelfon dan menanyakan kabar Maya apakah sudah minum obat atau belum. Hati wanita mana yang tak tersentuh. Ini tak adil bagi Maya, membagi hati itu sulit.
"Bukan ini yang saya mau Ya Allah"


Dalam sholat Maya berdoa dan juga berkeluh kesah.
"Kepada siapa lagi hambamu ini berkeluh soal hati milik hamba tapi tak bisa mengerti maunya apa"


Bagaimana cara Rohis mencintainya tak sama cara Umar juga mencintai dirinya. Mereka datang di dunia yang sama yaitu dunia maya, namun mereka berbeda itu yang membuat Maya merasa kehilangan bila salah satunya hilang. Egois memang, di depan jendela kamarya Maya menuliskan I Miss U di secarik kertas dan ditempelkannya di kaca jendela yang menghadap ke langit.

"Kau bagai sang langit Rohis, indah di malam hari bersama bulan bintang dan pagi bersama matahari. Sehabis hujan bersama pelangi"

Lama Maya termenung menghadap jendela memandangi kertas yang ia tempel dengan tulisan I miss U. Hendak kata itu ia kirim pada Rohis yang ia anggap langitnya. Langit yang melindungi daratan di muka bumi. Berharap Langit itu kembali cerah setelah mendung. Kalaupun hujan ia akan kembali cerah bersama pelangi.
 ***

Keadaan yang tak terindahkan, Rohis sedang teringat dengan sosok wanita yang sering ia khawatirkan kabarnya. Di lokasi hunting Rohis dengan menenteng kamera dslr Canon miliknya sesekali menengok Hp berharap kontaknya masuk nama wanita yang akhir-akhir ini sering terbayang dipikirannya. Seakan menggelitik jiwanya untuk selalu bertemu walau sesering ia mengajak juga sesering mungkin ditolak.

"kau sedang apa adikku sayang"


Kalimat itu sering sekali memberontak, ingin terucap dan tertulis namun tak kuasa pula Rohis mengungkapkan pada wanita itu kalau ia betul-betul menyayanginya. Sekarang makin berat dirasakan Rohis, sudah seminggu ia tak menanyakan kabarnya semenjak ia merasa tak dihiraukan segalah tindakannya. Ia bingung dengan wanita yang baru tiga bulan ia kenal itu, namun sudah sangat membekas dalam benaknya. Ketika wanita itu melarangnya merokok, ketika ia menyuruhnya makan yang bergisi, ketika mendapat telfon darinya saat ia sedang sakit. Semua itu sangat berharga lebih bagi Rohis.

Rohis berharap wanita itu tak lama berdiam diri. Ia yakin wanita yang ia harapkan itu bisa kembali memberinya semangat untuk mencapai masa depan.


"Kau yang tanpa alasan ku cintai dan sekarang tanpa alasan seakan menjauhi. aku yakin tanpa alasan pula kaukan kembali bersama senyum yang memesonaku" 


Setelah memotret beberapa objek yang ada di Pantai Losari Rohis duduk sendiri di bangku menghadap hamparan laut. Rambutnya tersibak angin, seperti dibelai hangat dan kembali lagi hatinya tertuju pada Wanita itu. Memandangi langit yang sebentar lagi mempertontonkan indahnya Sunset. Kembali ia terbayang dan berucap dalam hati kepada Wanita itu. Maya lagi lagi dia.

"Lamgit kan terus melindungi, memberi sinar dan kehidupan serta menopang yang ada diluar sana" 


Cerita sebelumnya :


Love Maya @DuniaMaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih