Senin, 28 Mei 2012

Larangan Berpurdah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu..

Tergelitik hati ini membahas soal purdah yang masih tabu di kalangan masyarakat kita. Indonesia yang mayoritas beragama Islam bagi saya sebagian besar masih buta Syariat. Saya bukan pengguna purdah tapi saya sangat menghargai wanita berpurdah.

Wajib wanita muslimah memakai niqab اatau purdah adalah pendapat sebahagian para ulama. Sementara jumhur (majoriti) ulama berpendapat muka wanita tidak termasuk di dalam auratnya. Wanita yang memakai purdah berpegang dengan pendapat golongan ulama yang mewajibkannya. Ini adalah hak mereka. Selagi mereka berkeyakinan pendapat yang menyatakan ianya wajib itu kuat, maka mereka wajib memakainya. Ini kerana seseorang itu berpegang kepada apa yang dia yakin. Seseorang individu tidak wajib mengikut mazhab orang ramai, tetapi hendaklah mengikuti apa yang dia faham dan yakin yang berpandukan perbahasan-perbahasan para imam ahli sunnah wal jama`ah.

Saya menyokong pendapat jumhur ulama yang menganggap purdah bukanlah suatu kewajiban. Wajah wanita bukanlah aurat. Namun saya tidak berhasrat untuk memerangi wanita yang berpurdah, selagimana saya dapati mereka coba melaksanakan tuntutan agama yang mereka faham. Ini adalah hak dan kebebasan yang wajar diiktiraf. Bahkan di satu sudut lainya lambang kesungguhan iltizam terhadap apa yang diyakini sebagai kewajiban. Untuk apa kita menekan golongan yang berpurdah sedangkan dalam masa yang sama kita membiarkan wanita-wanita lain yang mendedahkan tubuh dan aurat secara berleluasa sehingga memadam nilai diri mereka sebagai wanita muslimah dan beriman.

Namun, yang menjadi perhatian saya di postingan ini adalah, saya pernah di ajar oleh dosen bahasa arab yang melarang Mahasiswanya berpurdah. Sebagian besar Masyarakat Indonesia juga memandang purdah adalah sikap untuk menutup diri pada masyarakat luas. Padahal yang saya lihat lewat perhatian penuh saya kepada beberapa akhwat yang berpurdah tidak demikian. Mereka bermasyarakat seperti yang lain, bahkan lebih ramah dan lebih menunjukkan sikap kemasyarakatan. Mereka beraktifitas sama tak ada bedanya dan tak berusaha menutup diri bergaul dengan yang lain.

Banyak paradigma masyarakat kita yang menggap mereka masuk pada golongan islam yang keras, padahal Islam tak mengindahkan adanya penggolongan karena Allah dalam Al-Qur'an mengatakan hanya ada satu golongan yang ia masukkan dalam pintu syurga yaitu golongan yang mengikuti Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Ketika kita memandang seblah mata mereka yang berpurda maka apa bedanya kita dengan orang kafir yang  tak tunduk pada Allah. AbluminaAllah dan Abluminannass, walaupun hubunga kita baik kepada Allah tapi kalau hubungan kita kepada sesama hamba Allah buruk maka takkan bernilai lebih ibadah kita. Apalagi bagi orang yang tak baik hubungannya pada Allah lantas so'pintar mengomentari keyakinan orang berpurda.

Mari kita menghargai sesama saudara semuslim kita. Bila kita belum mampu maka tak layak kita mencemoh mereka. Masih banyak yang perlu kita perbaiki dalam diri dan orang sekitar kita ketimbang harus mengurusi keyakinan orang.

Sharing :
Perjuangan Hijab Sahabatku
Wanita Cantik Ingat Solat
Trending Topic Wanita



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih