Kamis, 26 Juli 2012

Ngabuburit Bersama Blogger Makassar

Bulan ramadhan bulan yang penuh kebaikan, tiap muslim mengharapkan kebaikan lebih dibulan ini. Rasa saling berbagi sangat kental dibulan ini. Di hari ketujuh menjalankan kewajiban berpuasa lewat akun twitter @Paccarita komunitas blogger Makassar Angingmamiri mengundang kita-kita para folowers buka puasa bersama sekaligus launcing website Inninawa dan Makassar0km. Bukan cuma perkenalan website, setelah menjelaskan sedikit tentang isi dan tujuan dibuatnya dari website inninawa dan Makassar0km kami juga diajak nonton bareng film dokumenter berjudul Linimassa.

Setelah berbuka puasa tepatnya di Kampung Buku kita duduk bersama lesehan sambil mendengarkan penjelasan menarik tentang website baru Inninawa yang berisi tentang karya-karya anak bangsa khususnya anak daerah Makassar yang telah dibukukan. Setelah website Ininawa lanjut Daeng Ipul yang merupakan penggawa dari website Makassar0km menjelaskan tentang isi dan segmentasinya. 

Makassar0km yang juga telah dibukuan sekarang menjadi media buat siapa saja untuk sharing tentang kota Makassar dari berbagai sudut pandang. Siapa saja bisa ikut berbagi soal apa saja yang dilihat dari kota Makassar. Tak perlu memikirkan soal teknik penulisan karena ada beberapa editor yang akan mengedit sebelumnya jadi kita hanya memberitakan dan mengeluarkan pandangan kita secara bebas. 

Masuk pada sesi pemutaran film documenter, nah ini yang paling seru menurut saya pada saat menonton Linimassa. Film ada 2 versi, kedua versi film ini menceritakan tentang betapa bergunanya media cyber yang sering kita gunakan untuk mengembangkan daerah-daerah yang ada di Indonesia.
Beberapa  pelosok ditampilkan sebagai salah satu daerah yang patut dicontoh pengembangannya lewat media cyber. Bukan hanya di pulau Jawa, Maluku, Lombok, Mataram menjadi daerah yang jadi cerminan dalam film ini bahwa betapa bergunanya media sosial untuk menyambung informasi kepada siapa saja. Salah satu kisah yang diangkat tentang Radio lokal yang ada di Mataran sangat membantu masyarakat sekitar untuk mendapat bantuan dari pemerintah. 

Sebenarnya saya belum bisa terlalu menceritakan soal film ini karena film dokumenter ini kabarnya  baru akan dilauncing dua bulan kedepan di Ambon dan suatu kehormatan pada acara ini kami warga Makassar lebih dahulu menyaksikannya. Ini sebenarnya untuk mengodok semangat daerah Makassar agar nanti juga bisa menjadi salah satu percontohan betapa dunia cyber sangat berpengaruh dalam perkembangan suatu daerah dan masyarakatnya.

Bnyak kisah yang ditampilkan dalam film ini, yang menarik pula dan menggelitik jiwa jurnalistikku adalah saat salah satu kisah tentang kerusuhan yang pernah terjadi Maluku Ambon dimana media mainstream mengabarkan kerusuhan Ambon yang tak sesuai realita yang ada saat itu. Media mainstream menampilkan gambar yang tak sesuai dengan situasi sebenarnya dimana mereka memutar cuplikan kejadian lama untuk diberitakan suatu peristiwa pada saat sudah tak terjadi lagi kerusuhan dan keadaan sudah aman. Hal ini didorong oleh target reting untuk iklan stasiun TV. Selain itu banyak media mainsteam yang di prakarsai oleh kepentingan partai politik dan pihak-pihak yang menyampingkan moral.

Jurnalistik sebagai pelaku pemberitaan harus menjunjung tinggi moral kemanusian walau kebanyakan dari para wartawan memang tak bias berbuat apa-apa karena yang mengatur sepenuhnya ada pada pusat. Diharapkan kita tidak menjadi pelaku dimana kita membuat kerisuhan dan kekacauan itu menjadi konsumsi besar dan momok penuh kebohongan yang mengerikan bagi Negara kita.

Dunia cyber yang terus berkembang sangat baik dimanfaatkan sebagai media untuk masyarakat dalam suatu Negara  mengembangkan apa yang menjadi nilai dan karakter bangsa, mencerdaskan masyarakat, membangun dan meningkatkan taraf hidup agar lebih baik. Hingga dunia luar tau bahwa Indonesia sangat pandai memanfaatkan sarana dunia cyber untuk berkembang.

Sabtu, 21 Juli 2012

Live is After Three Minutes part 2

Hidup Seperti Mati

Dini hari sebentar lagi menjelang shubuh, rasanya terlalu cepat diri ini tersadar dari mati sesaat. Aku bersyukur walau terlalu cepat rasanya mengakhiri mimpi yang membuatku penasaraan saat ini. Aku terbangun dipertengahan mimpiku yang sangat aneh.

Aku bermimpi aneh, aneh sekali. Awal yang tak jelas namun yang teringat hanya bunga kamboja yang tumbuh tiba-tiba di halaman rumahku. Banyak sekali, dimana-mana dan memenuhi halaman rumahku. Sangat indah membuatku bahagiah melihatnya tapi tiba-tiba bunganya gugur dan akupun terbangun dari cerita mimpiku.

Kini aku terbangun dengan rasa penasaran, sepertinya mimpi itu memberi suatu isyarat. Aku terbangun dan hingga masuk waktu sholat yang ada dipikiranku terus teringat dengan bunga kamboja. Bunga kamboja sangat indah warnanya putih dan ditengahnya jingga. Bentuknya indah dengan 5 helai kelopak yang terangkai sempurnah.

Dalam sholatku pun aku bertanya-tanya, mengapa aku begitu resah dengan mimpiku. Mimpi banyak bunga kamboja yang tiba-tiba gugur. Tak sadar aku terus terduduk di atas sajadah dengan pikiran masih terbawa dengan mimpi bunga kamboja.

Aku harus ke kampus hari ini tepat waktu karena ada janji dengan seniorku pagi sekali, ku hentin otakku berfikir terus tentang bunga kamboja. Hari ini ada banyak tugas yang harus ku selesaikan sebelum ujian praktikum. Dua hari lagi dan laporanku belum mendapatkan ACC dari asistenku. Yaa nasib menjadi mahasiswa sains.

Akhir-akhir ini memang hidupku serba diatur, seperti dikekang oleh peraturan yang menurutku gila. Rasanya ingin sekali aku hapuskan sistem yang digunakan di kampus mengenai kewajiban mahasiswa untuk aktivitas praktikum.

Ada banyak masalah di kampus membuat mahasiswa lagi yang harus mendapatkan imbasnya. Sistem pendidikan di negara ini memang bobrok. Pantas banyak sarjana muda yang terpontang-pantiing mencari hidup setelah sekian banyak harapan di gantung di duniah perkuliahan, namun karena sistem yang sangat tak mendukung membuat perkuliahan rasanya sia-sia saja. Sayang sekali tak banyak mahasiswa yang sadar dengan ketertindasan pendidikan yang terjadi di kampus.

Bagi ku Mahasiswa itu seperti robot rakitan yang ujung-ujungnya tak siap pakai. Hanya sebagian kecil yang lolos untuk dijadikan robot layak pakai. Jadi, apakah hakikat kemanusiaan kita harus terenggut?. Kini Pendidikan di negeri ini memang hanya sistem merakit robot. Aku memang akhir-akhir ini sangat sensitif masalah ini. Aku tak ingin jadi robot, apalagi yang tak layak pakai. Jiwa kemanusiaanku masih hidup tapi sayang ketika itu ku perjuangkan ternyata aku terkalahkan. Alhasil aku harus berpura-pura menjadi robot rakitan. Seperti hidup ini sudah mati ketika hak kemanusiaan sudah berubah.

Syukur hari ini tugas-tugasku sebentar lagi kelar dan sepertinya pikiranku kembali teringat dengan bunga kamboja. Pikiranku ini harus terjawab, otakku tak cukup bisa menjawab makna dari mimpi itu.Ku buka laptop dan coba mencari filosofi dari bunga kamboja. Saat serching yang muncul adalah Kamboja Bunga Kematian. Kematian??? ada apa dengan bunga kamboja, kematian dan mimpiku semalam. Apakah jiwaku memang sudah mati karena rutinitas yang ku jalani telah membunuh kebebasanku?.

Bunga kamboja memang biasa terlihat di pemakaman dan orang bali banyak menggunakannya untuk sembahyang. Tiba-tiba dari arah jam 9 seorang lelaki datang di hadapanku. Ternyata itu Asdar kawanku yang juga tukang protes masalah sistem yang ada di kampus.

"Jihan lagi ngapai laporanmu sudah selesai ACC semua?" tanya Asdar sambil duduk disampingku
"Hmmm sisa sedikit, aku lagi santai nie jangan diganggu pusing mikiran laporan melulu" ujarku dengan ekspresi seakan tak peduli.
"dari pada nanti loh dipersulit lagi, cukup kita dipersulit karena masalah protes kemarin"
"Ahh masa bodoh, aku nggak mau mikirin masalah itu, biarkan saja mereka menindas aku biar mereka puas"
"jangan gitu sist aku bakalan bantu loh, ayo semangat"
"iyah..iyah aku lagi sibuk nie, jangan diganggu"
"huff dasar loh memang essy going banget"

Asdar memang tukang protes sepertiku tapi ia telah menyerah dan berusaha berpura-pura sebaik mungkin menjadi robot. Tak seperti diriku, hal paling sulit aku lakukan adalah berpura-pura tak ada masalah seperti sekarang. Hidup ini memang seperti telah mati, mungkin itu pula jawaban dari mimpiku semalam tentang bunga kamboja yang indah untuk sebuah kematian. Ia hidup untuk kematian dan gugur bersama mati. Sepertinya sama dengan apa yang sekarang aku alami.

Seharian dikampus dengan rutinitas menyesakkan selalu membuatku rindu untuk pulang kerumah. Di rumah seperti adalah obat rasa dongkolku dengan rutinitas kampus. Gara-gara itu aku jadi jarang memperhatikan motor kesayanganku, tak sempat untuk membawanya kebengkel karena remnya yang sedikit rusak. Beberapa kali hampir celaka, aku seperti menyemput kematian tiap hari. Semoga hari ini bisa selamat lagi pulang kerumah. Kebiasaan balapku memang sulit dihilangkan karena jarang kampus dan rumah sangat jauh. Semoga kali ini selamat, aku janji setelah ini aku akan membawa motorku ke bengkel. Hari ini aku sengajah pulang cepat walau sebenarnya belum kelar urusanku di kampus demi motorku ini.

"Semoga bisa nyampai rumah dengan selamat ya Allah" desahku di perjalana terus saja berdoa

di seperempat perjalanan...

Sedikit lagi sampai, sangat sulit mengendarai motor saat remnya lagi bermasalah. Beberapa kali hampir celaka tak bisa dikendalikan. Aku memilih menggunakan jalan sepi dekat tol biar bisa sampai rumah cepat.

Tiba-tiba Brukkkkkkkkkkkkkkkkk.....................


bersambung!



Rabu, 18 Juli 2012

Live Is After Three Minutes part 1

Prolog

Putih, sejauh mata memandang pasti ku temukan. Aroma obat-obatan dimana-mana, banyak orang mondar-mandir, ramai tapi aku sepi di bangku menunggu resep yang ingin ku tebus. Sudah 3 minggu lamanya, sudah 3 kali aku datang ketempat ini. Membosankan sekali duduk disini, menunggu hingga namaku disebut dan pulang kerumah dengan bungkusan obat yang banyak dan bermacam-macam.

Pulang ke rumah aku harus menelan obat-obatan aneh ini. Tiap hari, 3 kali sehari dan rasanya sangat tak mengenakkan harus menelan banyak butir obat. Aku terkadang pura-pura lupa dengan keadaan yang mengharuskanku untuk bertemu obat-obatan ini setiap hari. Tapi orang rumah selalu mengingatkan, bahkan diluar rumah aku harus membawanya kemana-mana dan tak lupa meminumnya.

Ini dimulai dari 3 minggu lalu saat aku difonis menderita kanker otak, 3 hari setelah kejadian aku baru tau ternyata dampak 3 menit ketidak sadaranku berimbas pada otakku. Aku harus mempersiapkan diri 3 hari untuk berani ke rumah sakit dan ternyata aku harus menunggu hidupku yang tak lama lagi dan tak cukup bagiku.

Tak cukup untuk meraih cita-citaku, tak cukup untuk menikah dengan orang yang aku cintai dan tak cukup bagiku untuk menggumpulkan pahala agar dapat masuk surga. Surga, siapa yang tak ingin kesana setelah meninggalka dunia.

Saat berita itu di umumkan ke orang rumah, aku hanya bisa menunduk. Semuanya diam, lama sekali hingga beberapa hari. Sekarang mungkin mereka sudah bisa menerima, tapi aku tidak masih tak adil bagiku. Kejadian itu sangat cepat bagiku dan mengapa harus menorehkan luka bagiku, bagi orang sekitarku.

Obat ini harus ku tebus tiap minggu, harganya cukup mahal. Aku harus meminumnya, mau tak mau. masih banyak yang harus dilakukan agar bisa bertahan lama. Lama, apakah itu harapan????

Sebenarnya sekarang aku hanya ingin berharap satu hal, aku ingin orang disekitarku tidak menanggung kesedihan ini. Hidup ini terlalu sedih bagiku tapi tak perlu rasanya bila mereka harus bersama-sama menanggungnya. Makin sedih saja bila harus membagi kesedihan ini. Aku ingat pernah menuliskan status di FB "aku hanya ingin membagi kebahagiaan dalam hidupku" ternyata hanya kesedihan yang mendalam yang aku beri hingga akhir hidupku.

Hidup yang tuhan beri setelah 3 menit insiden itu sungguh berat. Sebenarnya harapan hidup yang dokter bilang buka lagi untukku tapi untuk orang disekitarku saja yang mengharapkan aku hidup. Harapan mereka bila memang itu bahagia bagi mereka maka akan jadi harapanku pula. Kini aku akan mencari hidup dan arti hidup yang diberi tuhan setelah 3 menit itu. bukan bahagia lagi yang akan aku cari karena sepertinya arti hidup itu bukan hanya bahagia tapi sedih, derita juga bisa menjawab arti dari hidup.

ya 3 menit...


bersambung!

Sabtu, 14 Juli 2012

Live is after three minutes



Hidup....
Apa itu hidup...
Apakah jasad bernyawa itu yang dimaksud dengan hidup?
Apakah tubuh bergerak itu yang dimaksud hidup?
Apakah berfikir tanpa logika itu hidup?
Atau berfikir dengan logika tanpa moral itu hidup?
Bertindak tanpa tau alasannya apakah itu hidup?

Hidup bagi ku adalah semua yang dimulai dari tiga menit setelah insiden itu...
Aku namakan hidup!!!

bersambung....

Jumat, 06 Juli 2012

Ano Hi Mita Hana no Namae o Boku Tachi wa Mada Shiranai

Sudah lama rasanya saya tak mencicipi tontonan anime Jepang. Terakhir serial anime Jepang yang selalu ku tunggu-tunggu di televisi yaitu Naruto nah sekarang di tivi-tivi sudah jarang yang nayangin serial anime Jepang yang bagus.

Karena sulit mencari serial anime di tivi, untuk menghilang rasa rindu dengan anime Jepang Alhamdulillah kakak yang juga doyan nonton serial anime jepang kasih tau kalau ada anime Jepang keren yang dia download nda kalah kerennya dengan Naruto, Sakura dll.

Ano Hi Mita Hana no Namae o Boku Tachi wa Mada Shiranai  pas baca judulnya tidak terlalu yakin, pas lihat gambarnya makin nga yakin. ku tanyakan pada kakak nie anime katanya tentang "Persahabatan". Viewnya ku akui bagus, bikin penasaran dengan serialnya akhirnya serial ini ku tonton.

Cerita awalnya saya masih nga punya gambaran. serial ini cuma 11 episode, sekali nonton aku cuma bisa sampai 5 episode. Pertama nonton sampai episode 5 saya makin tertarik dengan ceritanya. 

Episode pertama sampai kelima : menceritakan tentang Jintan yang heran dengan kemunculan Menma yang merupakan teman semasa kecilnya 5 tahun yang lalu. Menma sudah sejak lama telah meninggalkan Jintan karena insiden kecelakaan.

Selain Jintan tokoh lain dari anime ini Anaru, Poppo, Yukiatsu, dan Tsuruko. Mereka adalah 6 sekawan yang menamakan diri mereka Super Peace Buster dengan Jin-tan sebagai pemimpinnya dan mempunyai markas di sebuah gubuk kecil di kaki gunung.

Semenjak kematian Menma, hubungan mereka menjadi renggang dan tak seakrab dulu. Jin-tan menjadi seorang anti-social, Poppo keluar dari sekolah dan menjadi seorang pengembara, Anaru menyembunyikan kesedihannya di balik make-up dan gaya hidup materialistis, sementara Yukiatsu dan Tsuruko masuk ke sekolah elit dan menjalani hidup dengan belajar keras.

Walaupun mereka seolah-olah tampak sudah move on tapi sebenarnya yang terjadi adalah waktu mereka seolah membeku, masing-masing menanggung beban dan rasa sakit dari masa lalu.Namun, pada saat peringatan kematian Menma mereka berenam berinisiatif untuk kembali bertemu di markas. Pada saat pertemuan mereka setelah 5 tahun tak pernah berkumpul lagi, ternyata terjadi konflik antara mereka persoalan Jintan yang mengakui bahwa ia bisa melihat roh Menma.

Episode Keenam sampai terakhir: Walau terjadi konflik setelah mereka bertemu kembali, namun setelah itu mereka semakin sering bertemu. Satu persatu dari mereka berenam mulai percaya bahwa Jintan memang betul-betul dapat berinteraksi dengan roh Menma, sampai akhirnya mereka kembali berinisiatif untuk mengabulkan permohonan terakhir Menma yang diduga menjadi penyebab mengapa Menma sampai sekarang ini masih ada di dunia.

Ternyata hal tersebut tidak semudah yang mereka bayangkan karena mereka tak satupun mengetahui apa permohonan Menma. Walau jinta dapat berinteraksi dengan Menma, namun Menma selalu mengaku tak tau apa permohonannya sendiri. Nahh disinilah cerita ini makin seru ajahh.. sampai-sampai saya tidak mau berhenti menontonnya sampai akhir.

Terakhir serial ini bikin aku nggak nyangka endingnya bakalan bikin mata ku bengkak kekeringan air mata. Endingnya betul-betul sedih, sampai-sampai aku harus ke kampus dengan mata bengkak heheheh.

Yang bikin Anime ini dapat posisi nomor satu mengalahkan Naruto kesukaankua adalah :
Pertama anime ini menceritakan suatu peristiwa di dalam hidup karakter-karakternya. Jadi fokus anime ini adalah plot cerita dan pendalaman karakternya, lebih ke arah drama, bukan action.

Kedua, tema yg diusung dalam anime ini adalah persahabatan, bukan romance picisan seperti sinetron-sinetron Indonesia pada umumnya. Tema yg sungguh menarik dan universal, sehingga anime ini bisa dinikmati oleh segala kalangan.

Ketiga, dan yg paling utama adalah gaya penceritaan yg didukung dengan visualisasi dan musik yg sesuai, membuat cerita yg sederhana ini menjadi sangat indah. 

Keempat tiap episode endingnya bikin penasaran lanjutannya bakalan bagaimana, jadinya mau nonton episode berikutnya lagi. 

Aku akui semua team crew pembuat anime Ano Hi Mita Hana no Namae o Boku Tachi wa Mada Shiranai hebat dah...

Bagi yang ngaku suka nonton anime Jepang mesti nonton nie serial, ehh jangan lupa kalau dah episode terakhir sediakan tissue dan jangan nonton kalau lagi banyak kerjaan so ini film bakalan nyita waktu heheh.

Terima Kasih