Senin, 11 Maret 2013

Pelacong Nekat II

Sambil terus memegangi bangku tempat duduk di perahu yang kami tumpangi, saya memperhatikan gelombang laut yang hampir setinggi atap perahu. Gila ombaknya seperti monster yang siap menenggelamka kami.

Diperkirakan kedalaman laut 10 meter dari permukaan hiiiii... ngeri kalau mau membayangkannya kembali. Beberapa kali ombak menerjang perahu, suaran benturanya keras saat ombak menghantap perahu. Perahu kami naik turun mengikuti lekukan ombak yang tinggi. Sumpah jantungku kayak ikut lepas saat perahu naik dan kembali turun jantungku seperti tinggal ke atas.

Beberapa kali perahu kami oleng kanan kemudian oleng ke kiri. Saya berdoa semoga perahunya tidak terbalik, kalau perahunya terbalik kami harus berenang dan parahnya saya tidak tau berenang *Mampusss

Tanpa pelampung dan tanpa pengaman satupun di perahu entah apa yang harus saya perbuat kalau sampai perahu itu terbalik atau pecah karena diterjang ombak. Perahu yang kami tumpangi sangat sederhana, terbuat dari kayu jati biasa dengan paku biasa, Desainnya sederhana dan tak ada pengaman yang dipersiapkan bila terjadi kecelakaan.

Pikiranku entah kenapa memikirkan beberapa adegan film tentang bajak laut yang terperangkap dalam ombak besar. Beberapa adegan jatuh dari kapal dan beberapa adegan terdampar di laut hahahah..... *Bangun nham ini bukan adegan film yang banyak pengamannya. Yaa ini nyata coy tapi tidak ada salahnya mengikuti cara-cara di Film.

Cara pertama yang menurut saya logis dilakukan adalah bila kapal terbalik maka saya harus terus memegangi kapal agar nanti saat terbalik saya bisa memanjat naik ke dasar kapal. Cara kedua karena saat itu saya memegangi kantong plastik yang berisi makanan kami, maka mungkin plastik ini bisa membantu saya ngapung di laut hahaha... dan makanannya bisa saya makan nanti.

Beberapa kali mesin kapal berhenti tiba-tiba, kami semua terlihat panik pak nahkoda perahu bilang "ada sampah yang nyangkut" kami legah mendengarnya.

Alhamdulillah kami sampai ke tempat tujuan yaitu pulau samalona. Terlihat banyak perubahan setelah 2 tahun pernah ku kunjungi bersama keluargaku. Terlihat salah satu dermaganya sudah rusak, mungkin karena diterjang ombak. Air laut terlihat meninggi. Banyak karang yang rusak. Liburan kali ini beda banget dari yang biasanya, walau langit mendung tapi beberapa foto yang terambil terlihat keren karena seperti efek kelam di adega film-film hohihih...


Setelah hampir 3 jam bersenang-senang saatnya pulang dan kamipun kembali berdoa semoga kami pulang deengan selamat. Kembalilah kami tegang naik perahu sampai ke Makassar. Sesampainya di dermaga Makassar rasanya saya mau teriak..Terimah kasi ya Allah,,,Terimah kasi Bapak nahkoda perahu....

Jempol buat bapak yang sudah menenangkan kami selama perjalanan karena ku tau kapal berhenti mendadak beberapa kali bukan karena sampah tapi karena tidak sanggup berputar melawan ombak.

Sesampai di rumah, ku ceritakan pengalamanku pada saudara-saudaraku dan akhirnya akibat dari kenekatanku aku di omelin secara massa. Satu rumah pada marah hihi *Nakal

Pelancong Nekat I

2 komentar:

  1. Memang nakal nih si mitanhamy.... :)
    Itu tadi kantong plastiknya besar gak? kalau kecil sih tetap gak bisa dipegang saat tenggelam....


    salam kenal, blogger Makassar juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, nekat yah...kantongannya muat 5 bungkus nasi kuning heheh
      iya salam kenal!!

      Hapus

Terima Kasih