Rabu, 17 April 2013

Usaha Lebih Untuk Gratisan


Siapa yang tidak suka sama yang namanya gratisan??? gratis makan, gratis nelfon, gratis jalan-jalan, gratis internet, gratis..gratis...dan gratis...

banyak yang bilang "yang gratisan itu pasti enak" betul tidak sieee...?

Minat Gratisan saat ini menurut saya sudah menjadi budaya orang banyak. Disekitar kita kalau ada label gratisan sayang untuk dilewatkan. Rasanya rugi kalau tidak terlibat sama yang namanya gratisan. Tapi apa betul gratisan sangat menyenangkan.

Dari kaca mata minus saya melihat gratisan itu tak selamanya bagus. Gratisan menurut saya masih tabu, ada dampak positif dan negatif perihal soal gratisan. Gratisan dari sisi positif salah satunya adalah beramal, tapi harus ikhlas memberi sesuatu dengan gratis. Sedangkan dampak negatifnya kalau jadi trik menjerumuskan orang ke pada ke rugian baik yang mereka sadari atau tidak.

Banyak kita dapati disekitar kita soal gratisan tapi sebenarnya bukan keuntungan yang kita dapat tapi kerugian. Tanpa sadar beberapa produk yang kita gunakan berlabel gratis tak sepenuhnya baik untuk kita. Produk makanan gratis atau potongan harga, cek tanggal kadeluarsanya bisa jadi itu sebentar lagi lewat masa. Contoh lain yang parah dan menurut saya masuk kategori pembodohan konsumen banyak dilakukan oleh operator seluler yang sering membeberkan serangkaian program gratis nelfon, sms dan gratisan tapi ujung-ujungnya pulsa tekor juga.

Soal perilaku, banyak orang tanpa sadar telah dirugikan oleh label gratisan. Mau menghemat dengan banyak ikut program gratisan ehh ujung-ujungnya kemakan  taktik perusahaan dalam berbisnis. Banyak kasus terjadi dan salah satunya kakak saya yang gila yang namanya Doraemon. Kemarin saya menemukan salah satu minimarket punya promo. Belanja di Minimarket A bisa dapat poin dan nanti bisa di tukar pakai miniatur Doraemon. Nahh promo ini berhasil menarik keuntungan, tingkat konsumsi meningkat akibat ada promo walau sebenarnya tidak terlalu perlu untuk berbelanja di minimarket A tapi karena point yang sangat diinginkan maka pengeluaran tak terkendali. Bukti bahwa program ini berhasil karena minimarket B juga mencoba taktik tersebut.

Kita sebagai konsumen atau individu yang tak bisa dipungkiri bahwa gratisan itu adalah rezeki yang mahalangka ini diakibatkan karena adanya budaya berbayar di sekitar kita. Maksud dari kata-kata saya tadi adalah di Indonesia contohnya masuk ke WC umum dulunya gratis tapi sekarang untuk buang air kecil saja harus bayar, minta dipayungi juga bayar (ojek payung), minta nitip motor juga bayar (parkiran). Dahulu nitip motor, minta dipayungi dan buang air kecil itu gratis dan itu wajar dan tak masuk kategori gratis dulunya karena sudah hal yang lumrah kalau orang masuk WC umum itu gratis tapi sekarang budaya  berbayar membuat orang merasa suatu kebaikan itu menjadi kurang. Banyak sekarang orang menjadikan budaya berbayar sebagai hal yang lumrah menjadikan kebaikan dan keikhlasan dalam berbagi atau saling tolong menolong menjadi hal yang patut untuk diberi imbalan materi atau secara langsung meminta balasan. Budaya berbayarlah yang membuat gratisan menjadi lama-kelamaan sangat diagungkan adanya.

Dulu mungkin gratisan itu mudah tapi sekarang itu sangat sulit (yang ikhlas) kalaupun banyak itu perlu diperhatika karena kewaspadaan akibat dari budaya berbayar dan untung rugi di pertaruhkan. Saya salah satu orang yang suka gratisan tapi belakangan ini saya sadar bahwa yang gratis itu memang perlu usaha lebih. Salah satu kasus nyata yang saya alami adalah saya langganan internet bebas sebulan hanya 50 ribu. Setiap isi pulsa 50 ribu saya dapat gratisan akses inetrnet sampai 10000 Megabite, twitteran dan Fb gratis selama 2 minggu. Sebelum saya mendaftar paket saya berfikir kalau saya daftar cepat maka gratisan saya akan hangus dan bagi saya itu sangat menyia-nyiakan gratisan. Nah ketakutan seperti ini yang membuat banyak orang terkena dampak negatif gratisan. Akhirnya saya mengulur waktu pendaftaran paket dan alhasil ternyata saya kecolongan. Gratisan saya habis sehingga membuat pulsa saya 50 rb tadi habis terpakai internetan 10 menit saja. Saya marah dan menyalahkan operator itu. Belakangan saya baru sadar kalau itu adalah startegi penjualan,  yang bikin jengkelnya opeator itu baru mengirim sms peringatannya setelah pulsa saya habiss.

Itu adalah kisah yang saya alami soal gratisan. Semoga bermanfaat karena saya tidak ingin budaya gratis menjadikan kita manusia yang lupa akan berbagi dengan ikhlas yang sebenarnya arti gratisan itu adalah baik sebelum budaya berbayar melanda kita.

2 komentar:

  1. Jgn selalu mau yg gratisan, tp usahakan memberi yg gratisan ! :)

    BalasHapus
  2. ini dia post yang paling keren nice you post guys Judi Bola

    BalasHapus

Terima Kasih