Sabtu, 29 Juni 2013

Semangat Anak-Anak TPA Antang

Bahagia, banyak orang mencari-cari sebuah kebahagiaan. Setiap orang punya cara untuk menemukan kebahagiaannya tapi banyak pula orang menemukan dengan cara yang salah. Tiap orang ingin setiap saat bahagia tapi banyak orang yang sangat sulit menemukanya. Postingan kali ini saya ingin menceritakan sebuah tempat dimana saya menemukan banyak kebahagiaan dan tempat itu membuat saya dan teman-teman yang tergabung dalam satu komunitas SAHABAT PEDULI menjadi terbuka pikirannya soal banyak hal. Disana kami bertemu adik-adik yang memberi kami semangat, kebahagiaan juga ada banyak hikma serta pelajaran.

Kebahagian itu kami dapat di tempat yang dekat dengan segunung sampah dari berbagai tempat di Makasar. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang disana kami menemukan bangunan kecil berbentuk persegi yang ukurannya kurang lebih 5x3 meter. Sebelum masuk ke lorong, bau tak sedap telah menyambut kami. Udara yang penuh dengan debu sampai saya sesak bernapas. dalam pikiranku bertanya bagaimana bisa manusia bisa hidup di tempat seperti ini, sepertinya fisiologi mereka sudah beradaptasi keras.

Sebelum masuk ke bangunan yang tak berhalaman itu, kami sudah disambut oleh adik-adik yang berwajah lusuh tapi sangat berbinar. Entah bagaimana ku gambarkan, mereka seperti sangat senang bercampur penasaran melihat kami. Dengan membawa beberapa bungkusan untuk kami bagi ke mereka, saat masuk saya kagum melihat dekorasinya. Dindingnya bergambar langit biru dengan pelangi dan awan putih. Banyak karya adik-adik terpasang di tiap dindngnya. Rak buku dan lemari yang berisi alat tulis menulis juga mengisi ruangan tak bersekat itu. Ada beberapa unit komputer dan satu kipas angin yang menurut saya tak cukup menyejukkan puluhan adik-adik yang ada di ruangan.

                                                Sebagian adik-adik yang ada di ruangan

Masuk ke ruangan kami langsung menyapa adik-adik, mereka menyapa balik dengan suara yang riuh bersemangat. Kami jadi tambah semangat melihat mereka yang antusiasnya besar. Sesuai pemintaan kakak pengajar yang ada disana, pengajar ilmu agama mereka belum ada sehingga membuat kami mengagendakan pertemuan pertama kami ajarkan ilmu agama Islam buat mereka. Selain Ilmu agama kami juga beri beberapa games yang menarik. 
                                                                Belajar ngaji yukk..............
Tiga jam bersama mereka ternyata membuat kami sangat dekat dengan para adik-adik. Pada saat mengakhiri pertemuan mereka semua bertanya apakah kami akan kembali menemui mereka, kami tersenyum dan menjawab kami akan senang bisa kembali.

Sebelum kembali ke rumah, kami menyempatkan berkeliling melihat warga. Kebanyakan dari warga bekerja sebagai pemulung. Mereka melakukan aktivitasnya seperti biasa walau udara disana menurut saya sangat tak sehat. Datang ke TPA rasanya kurang bila tak masuk kedalam melihat tumpukan sampah yang banyak. Sampah memang biasa saja tapi saat masuk, gunung sampah yang baru saya lihat sangat banyak. Ku lihat beberapa anak main di gunung sampah itu, luar biasa adaptasi mereka.

                                                          Tumpukan sampah yang panjang
Telah berkujung ke TPA Antang saya berpikir kalau sebenarnya kebahagiaan itu sangat mudah di dapatkan, bahkan di tempat sekotor TPA antang kita bisa menemukan kebahagiaan yang luar biasa dari senyum adik-adik yang tak pernah pantang menyerah walau keadaan yang sulit mereka rasakan. "Nikmat mana lagi yang kamu dustakan" Allah berfirman kepada umatnya tak heti-heti Allah beri nikmat tapi terkadang hati kita dibutakan. Semoga postingan ini bermanfaat,

Terima Kasih