Rabu, 18 Desember 2013

Sorakan Baru


Sudah lama rasanya aku tidak mendengar ada sorakan ini. Sorak-sorak yang hanya aku saja yang dapat mendengarnya. Tak ada yang bisa mendengar kecuali aku. Tak ada frekuensi suara satupun, tapi kenapa sorakannya sangat terdengar jelas bagi ku.

Ohh ternyata sorakan ini dari diri aku sendiri. Sorak semangat yang memunculkan inisiatif baru untuk tahun depan melakukan yang lebih baik lagi. Sempat merasakan keadaan dimana impin ku dua tahun yang lalu luntur. Hal itu membuat ku drop, hingga ku merasa tak ada gunanya punya impian bila akhirnya tak tau apakah itu mungkin terjadi.

Drop itu semakin buruk setelah bertubi-tubi dilempari rasa kehilangan. Ada sosok yang datang memberi semangat kemudia ia pergi, kehilangan kesempatan memperburuk perasaan, nyaris dan kemudian hasilnya tak sampai. Hingga ku putuskan meniggalkan segala bentuk impian. Dalam pikiranku biar yang terjadi itu saja yang ku yakini, soal impian mungkin sudah buka milikku lagi.

Semakin lama ku salahkan diri sendiri, mungkin aku tak segigih yang lain yang sudah mendekati impiannya. Entah kenapa rasanya makin jauh dengan impian itu. Sampai ketika beberapa kejadian membuat ku sadar bahwa ada Allah yang memonitori kita disana. Yakin ini adalah jalan yang Allah coba pertemukan dengan segala bentuk pengalaman. Seperti anak kecil yang awalnya ingin pintar menggambar bunga, kemudian mencoba menggambar pohon selanjutnya rumah dan kemudian gunung tanpa mencoba tetap pada gambar bunga saja. Allah sudah merencanakannya, aku tak harus tetap tinggal terpuruk oleh impian yang memang tak semestinya aku tetap tinggal disana hingga terpuruk. Allah punya rencana lain, ku dengar sorak-sorak impian baru.

 "Ayo ini mungkin jalan buat mu, kemarin buka kesiasiaan kau berimpian yang itu tapi sekarang yang ini menunggumu untuk lebih gigih mengejarnya" 

Tak ada salahnya kita punya impian setelah impian yang kemarin buka jalan kita. Tak ada usaha yang sia-sia. Aku yakin usaha ku yang kemarin akan mendukung usahaku nantinya mewujudkan impian baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih