Jumat, 10 Januari 2014

Cerpen: Bangsa Pejoget



 Alkisah di belahan bumi ini ada pulau yang memiliki penduduk yang moodnya mudah berubah-ubah. Pulau ini berada di garis katulistiwa sehingga suhunya labil oleh perubahan lingkungan. Pulau ini awalnya satu tapi sekarang terbagi-bagi karena adanya pergeseran lempeng bumi akhirnya pulau ini terbagi dan terbentuk  perbedaan setelahnya  tapi tetap moodnya mudah berubah-ubah. Pulau yang dulunya satu kini terbagi menjadi pulau-pulau kecil  seperti biskuit yang jatuh sehingga terpecah belah dengan bentuk yang berbeda-beda.

Akhirnya kultur mulai terbentuk berbeda-beda tapi tetapi moodnya masih mudah berubah-ubah. Penduduknya membuat peraturan atau adatnya masing-masing tapi tetap moodnya mudah berubah-ubah. Penduduk dari pecahan pulau-pulau berusaha menyatukan kembali dengan membentuk sebuah Bangsa. Setelah disatuka menjadi bangsadengan beberapa pulau, membuat penduduk dari belahan bumi lain banyak brdatangan mecoba memanfaatkan bangsa yang terkenal moodnya sering berubah-ubah. Pertahanan bangsa mulai kacau namun kembali membaik setelah ratusan tahun. 

Bangsa ini memang terkenal dengan moodnya yang selalu berubah-ubah. Bangsa lain mengatakan bangsa ini mudah dihasut, dipegaruhi dengan diiming-imingi kekuasan yang terindahkan oleh harta. Penduduk mengetahui bahwa para pemimpinnya sangat mudah terasut karena moodnya yang mudah berubah-ubah. Penduduk stress, galau hingga depresi. Namun penduduk bangsa ini mudah berubah-ubah moodnya sehingga tak sedikit warga yang mampu bangkit. Para penduduk yang mampu bangkit memikirkan bagaimana cara penduduk lain mampu move on. 

Mereka mencoba banyak cara salah satunya memberikan hiburan pada para penduduk mulai dari lawakan, drama sandiwara, tayangan mistis, kompetisi, buka-bukaan aib orang sampai, saling olok-olokan juga dicoba. Bangsa ini mulai gila, bukanya sembuh dari stress dan depresi malah penduduk makin terjerumus oleh oleh usaha pengalihan masalah. Hingga masalah yang ada diabaikan dan mulai cuek hingga tak mau banyak pikir. Parahnya penduduk mulai kecanduan dengan tren hiburan goyang-goyangan. 

Ternyata tren hiburan bangsa selalu berubah-ubah karena mood  yang selalu berubah-ubah. Banyak bermunculan goyangan dengan berbagai versi. Goyang perkakas, goyang unggas, goyang kesasar, goyang kecoplosan dan banyak versi lain. Kemudian bangsa ini menjadi sebutan bangsa pegoyang. Takkalah penduduk mengalami banyak tekanan hidup mereka disembuhkan dengan goyangan, hiburan yang hanya jadi pengalih tanpa ada solusi buat masalah. Mereka hidup dengan harapan sia-sia, harapan yang terenggut oleh ambisi pemimpinnya yang lebih stress mengaku beradap tapi ngga ada adabnya. 

“buat bangsa pegoyang, hiburan adalah obat. Obat hanya sekedar penghilang rasa sakit tanpa menghilangkan penyakit”..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih