Sabtu, 30 Agustus 2014

Alasan Kita Harus Bersyukur An-Nahl ayat 114

Then eat of what Allah has provided for you [which is] lawful and good. And be grateful for the favor of Allah , if it is [indeed] Him that you worship.


Pernahkah kalian membaca ayat ini. Saya ingin bagi sedikit soal ayat ini. Ringan-ringan saja pembahasannya karena saya bukan ahli. Sebagai seorang hamba yang tau betul Al-Qur’an adalah petunjuk arah kehidupan di dunia maupun di akhirat kali ini saya mau bagi makna yang tersirat bagi saya.

Terjemahan ayat ini “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya - 

Maka makanlah yang baik dan halal dari rezeki yang Allah berikan ada beberapa hal yang saya tandai yaitu makan yang baik, halal, rezeki yang diberi Allah. Makan yang baik menurut ilmu kesehatan yaitu 4 sehat 5 sempurna yang disarankan. Sumber energi yaitu karbohidrat tiap molekulnya memberi kita energi 36 ATP dalam satu siklus metabolisme. Transfrer energi yang luar biasa dari alam yang Allah ciptakan untuk kita. Belum lagi dari sayuran, nutrisi hewani dan vitamin dari buah yang Allah berikan. Makanan menunjang semua aktivitas kita. tanpa ada nutrisi manusia layaknya hanya sebuah daging dan tulang yang tak ada gunanya. Maka nikmat mana lagi yang kita dustakan. 


Halal, soal ini Allah telah memberi kita jalan menuju rezeki yang halal namun dunia yang kita pijak memang selalu membawa kita dalam sebuah pilihan rumit. Seperti kata bang H.Roma Irama “kenapa yang enak-enak itu dilarang” nah kata-kata ini ngga berlaku khusus untuk muslim yang taat. Yang Halal juga banyak ko’ dan mengenakkan. Jalan halal lebih bahagia tak perlu takut dan hati tentram inilah yang namanya enak yang hakiki.

Rezeki Allah memang harus dijemput, sudah banyak yang Allah beri ke kita tanpa harus usaha besar contoh Oksigen, gratis dan ada dimana-mana. Maka rezeki yang ada kita pakai untuk mencari rezeki lainnya. Hidup memang tak semudah yang Pak Mario katakan. Tetapi Allah telah berfirman bahwa segala yang ada di alam disediakan untuk kita, tinggal kita yang memanfaatkan dan menjaganya.
 

Postingan Paksaan




Sudah lama yah ngga bersua di dunia maya yang satu ini. Ingat pertama kali blog ini ku buat tahun 2010, mulailah keinginan saya serius di bidang literalis. Memang sejak kecil aku suka mengutarakan pikiranku di kertas melalui pena. Masih ingatkah kalian dengan “Diary” media ini adalah awalku berani merangkai kata menjadi kalimat berkisah sebelum  mengenal blog. Peralihan dari diary ke blog tidak membuat saya menjadikan blog sebagai pengganti diary sepenuhnya. Bagiku diary punya posisi khusus untuk mengutarakan kisah yang hanya aku yang tau. Beda dengan blog, lewat media sosial satu ini aku mencoba membagi banyak hal ke sesama pengguna. 

Jujur nie kenapa postingan ini saya bilang paksaan karena sudah ada beberapa teman yang menanyakan eksistensiku di blog yang menurun. Beberapa kali telah saya buat postingan yang menuliskan bahwa beberapa kesibukan baru menjadikan saya begitu sulit memuat postingan. Tapi sebenarnya ada banyak blogger yang memiliki kesibukan masing-masing masih eksis menulis. Beberapa kawan di komunitas blog contohnya. Ada banyak blogger menulis postingan tiap hari dan kesibukannya tetap dijalani.

Terima kasih banyak untuk para pembaca blogku, terutama yang sangat memperhatikan blogku yang sudah lama tak buat postingan terbaru. Tak hanya satu orang yang menanyakan hal ini sehingga saya merasa terharu karena sesungguhnya blog ini awalnya saya buat hanya sekedar melegahkan diri ketika sedang ingin mengutarakan isi pikiran. Tak menyangka blog ini membuat beberapa orang rindu akan isi-isinya. Saya merasa isi blog saya tak begitu penting, bahasanya juga tak sepuitis dan seindah kebanyakan blog pribadi. Saya berjanji akan mengusahakan agar isinya tetap ada paling tidak sebulan  postingan baru muncul di entri.

Terima Kasih