Selasa, 24 Maret 2015

Makassar Memanas


Udara yang sejuk, matahari yang hangat, aroma yang lembab membuat tubuh segar beraktivitas di pagi hari. Mungkin hal inilah yang kita rindukan setiap memulai hari di pagi hari. Kontras dengan yang kita inginkan kini udara semakin tak sehat, matahari sangat terik dan polusi yang tak terkendali kita temukan pada pagi hari.

Makassar telah menjadi kota metropolitan yang perkembangan jumlah kendaraan bermotornya semakin meningkat. Belum lagi pembabatan pohon di area pembatas jalan membuat jumlah pohon semakin sedikit. Kita ketahui pohon mengurangi jumlah polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Pohon membuat jalanan panas yang dialui oleh kita sehari-hari menjadi lebih sejuk, namun kini pemerintah hanya melakukan pelebaran jalanan dengan mengurangi jumlah pohon di pembatas jalan. Pohon-pohon besar ditebang dan diganti dengan tumbuhan yang lebih kecil sehingga area jalanan bisa diperlebar. Alhasil yang terjadi bukannya mengurangi kemacetan tapi malah kendaraan bermotor semakin meningkat jumlahnya dan udara makin panas. 

Pelebaran jalan memang diperuntukan agar tingkat kemacetan berkurang namun polusi udara makin meningkat. Ambil contoh jalan Petterani, tahun 2010 saat saya masih berstatus Mahasiswa baru jalanan ini hampir seluruhnya dilindungi dari terik matahari sehingga sangat menyenangkan melalui jalan petterani. Kini tahun 2015 sudah beberapa kali pohon dibabat dan jalanan diperlebar yang terlihat bagi saya pelebaran jalan tak berdampak banyak untuk mengurangi kemacetan namun dampak yang lebih besar udara makin panas dan polusi udara makin terasa.

Saya takut bila tiap hari melalui jalan yang penuh polusi dengan panas yang tak sepantasnya didapatkan di pagi hari mengakibatkan munculnya berbagai penyakit seperti kerusakan pada paru-paru, kanker, gangguan mata dan kulit akibat polusi serta radiasi sinar matahari. Bila hari ini kita masih dalam keadaan baik-baik saja bagaimana kalau beberapa tahun kemudian. Bila tubuh terpapar oleh polusi dan radiasi sinar matahari secara terus menerus akan berdampak munculnya penyakit-penyakin berbahaya.

Area hijau di Makassar hampir tidak ada, kini pohon makin sedikit jumlahnya. Bila kita mengeluh panas bagi saya wajar. Kita rindu udara dan suhu yang semestinya dipagi hari, namun kini beraktivitas di pagi hari serasa telah ada di waktu siang hari. 

Bila kini pemerintah sibuk dengan konsep smart city, menurut saya yang dibutuhkan saat ini oleh warga adalah eco city. Eco city adalah konsep kota hijau yang berfokus pada tag line back to nature. Kembali alami, mengapa pemerintah hanya ingin  menuju kota modern tapi mengesampingkan kota nyaman dan natural. Berharap Makassar tak hanya fokus menjadi kota modern tapi juga berusaha untuk menerapkan eco city, agar Makassar bisa kembali nyaman dihuni, warganya sehat dan alamnya tetap terjaga.

Jumat, 23 Januari 2015

Kawasan Wisata Tersembunyi Leang Londrong


yuk liburan yuk...
postingan kali ini saya mau share tempat baru yang saya datangi. Tempat ini berada di Kabupaten Pangkep Biringare. Tempat ini belum banyak diketahui para traveler Makassar.



Suasana pedesaan dan alam yang masih alami. Kami dimanjakan dengan pemandangan gunung kapur dan sawah disekitarnya.


Jalanan yang mulus dan udara yang segar membuat perjalanan kami dengan berjalan kaki sangat menyenangkan.


sepanjang perjalanan kami seperti ditemani kupu-kupu. dimana-mana kupu-kupu berterbangan dengan berbagai jenis dan ukuran.


Sampai di ujung jalan ada jembatan di bawahnya air sungai mengalir. Spot bagus untuk berfoto, jembatan ini salah satu tempat yang bagus menkmati keindahan lLeang Londrong sambil menikmati suara air sungai yang mengalir cukup deras.








Selain spot yang keren di Leang Lodrong juga ada permandiannya. Air yang bersumber dari celah tebing bemuara cukup besar dan kemudian mengalir. Air yang segar dan bersih sangat sayang untuk dilewatkan walau sekedar mencuci muka.






Di Leang lodrong tak jarang ada yang berkemah dan menikmati malam dengan langit penuh bintang. Patut dicoba nanti.

 Nah air mengalir dari tebing tinggi ini. Airnya segar, tapi hati-hati dibagian sini airnya cukup deras.

Begitulah cerita perjalanan kami. Setiap sudut bagi saya selama perjalanan ke Leang Lodrong sangat indah tuk diabadikan. Pemandangan indah dan suasana alam yang masih asri membuat kami terkagum-kaum dengan ciptaan Tuhan. Semoga bisa kembali dan alamnya masih tetap terjaga.


Budget : Bensin dari Makassar 20 K
              Tiket masuk 3 K

Senin, 29 Desember 2014

Temanmu Warna-Warnimu




Minggu pagi terakhir di bulan Desember. Selama duabelas bulan kegiatan rutin bersihkan lemari buku jarang terlaksana. Bersih-bersih lemari buku kali ini saya menemukan beberapa buku usang tapi memorynya masih lekat. Ada beberapa catatan kuliah, catatan seminar dan kajian serta buku lama semasa SMA. Salah satunya kado ulang tahun ke-17 dari sahabat ku Risda dan Afni. Buku yang diberikan mereka di Perpustakaan sekolah tempat kami nongkrong ngga jelas hehehe. Bukannya sering baca buku pelajaran tapi yang kami cari buku diluar mata pelajaran.


sumber: pribadi

Tulisan besar Nhamy Green dan tanda panah dari Sahabat baik ku Risda dan Afni di halaman setelah sampul. Semasa SMA kami bertiga menandai diri kami dengan warna kesukaan kami. Afni dengan warna kuning, Risda dengan warna biru aku sendiri dengan warna hijau.

Judul bukunya How Peopple Tick, trik pintar menghadapi orang sulit karya Mike Leibling. Teringat alasan mereka memberi buku berjudul rumit itu karena saya sering cerita tentang orang-orang rumit. Selain Risda dan Afni setelah itu Shinta dengan warnanya Cokelat melengkapi kegilaan kami bertiga. 

Semasa SMA dulu ingat punya beberapa teman dekat dengan berbagai warna dan keunikan. Warnanya macam-macam dan terkadang ada yang dengan pembawaan wana gelap. Adapula dalam satu pribadi dengan banyak warna. 

Banyak warna yang saya temui, melihatnya memang tak semudah melihat satu dua warna. Mengambil persepsinya pun dengan banyak pemikiran. Namun Indahnya persahabatan bagi saya adalah menyatukan banyak warna tersebut. Bila taman tetangga lebih hijau maka buatlah taman mu berwarna-warni.

Menggabungkan warnanya dalam satu bingkai kehidupan lebih indah dari pada satu warna saja dalam bingkai. Akan ku buat bingkainya sederhana tapi kokoh biar indah dan tahan lama. Seperti hidup bersama sahabat.


sumber: twitter @PeduliJilbab

Minggu, 28 Desember 2014

MEMAHAMI FIRMAN PERSAUDARAAN



 Sumber: Uwezu93

Ketika ku baca firmanNya “Sungguh tiap mukmin bersaudara” aku merasa kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman

Aku ingat pertemuan pertama kita akhi sayang. 
Dalam dua detik, dua detik saja. 
Aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan 
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra 
dengan iman yang menyala mereka telah mufakat  
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

Ya kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara” aku makin tahu persaudaraan tak perlu dirisaukan

Karena saat ikatan melemah saat keakraban kita merapuh 
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan 
saat pemberian bagai bara api saat kebaikan justru melukai
Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwa kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit atau mengerdil
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
Tentu terlebih sering imankulah yang compangcamping

Ku baca firman persaudaraan akhi sayang
Dan aku makin tahu, mengapa dikala lain diancamkan
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain…
Kecuali orang-orang bertaqwa”

Kubaca Firman Persaudaraan karya Salim A. Fillah

Bila membaca tiap kata dari potongan karya Ust.Salim A.Fillah dalam bukunya berjudul Dalam Dekapan Ukhuwah, memahaminya memang tak cukup bila hanya mengenal persaudaraan tanpa mengaitkan dengan iman. Kita semua bersaudara semua itu sudah selalu diucapkan, best friend for ever yang sering diucapkan remaja dulu sampai sekarang. Dalam cerita-cerita kehidupan persaudaraan selalu bisa membuat orang terharu. Namun kenyataanya dalam ilmu sosial mengatakan kita saling membutuhkan maka manusia tak bisa hidup sendirian. Dari teori sosial yang sering kta dapat muncul persepsi saya ketika manusia lain berkumpul dan ada salah satunya yang tak kita butuhkan maka apakah manusia tak perlu menjalin hubungan dengannya.
Banyak persoalan persaudaraan ketika hatipun kian rusak membuat kita merasa tak memerlukan satu sama lain. 

Iman, saya setuju dengan  kalimat “aku merasa kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman”. Kita sesama kadang merasa sulit menjaga hubungan satu sama lain padahal yang membuat ukhuwah itu terjaga adalah iman yang membuat perilaku manusia dibawah alam sadar menjadi budi pekerti yang baik. Disayangi sesamanya bila kita menyayangi sesama. Dihormati sesamnya bila kita menghormati sesama. Sangat mudah menyayangi dan mengormati ketika kita memiliki iman yang selalu kita jaga agar tetap dekapanNya.  

Ketika kecewa mudah sekali hubungan rusak. Kecewa terjadi ketika apa yang kita pikirkan atau kita mau tak sesuai dengan keinginan kita bukankah itu sama dengan sifat egois. Dalam tiap firman persaudaraan Allah selalu menekankan agar kita mengedepankan kepentingan orang lain sebelum kepentingan kita sendiri. Dalam Al-Qur’an hubungan manusia sesamanya menjadi urutan kedua setelah hubungan kita kepada Allah.

Habluminaallah Habluminannas

untuk persaudaraan kita kawan biarkan Allah mendekap setiap ukhuwah kita

AIR TERJUN PARANGLOE 2014

Air Terjun Parangloe (Sumber: Pribadi)


Tempat yang tak banyak orang kenal namun tak kalah indah dari kebanyakan tempat wisata yang ada di Makassar. Air terjun Parangloe, indah ukiran alam dengan aliran air yang jatuh deras menghasilkan irama alam membuat hati tenang.

Sudah lama tempat ini membuat saya penasaran. Tak jauh dari kota Makassar dekat dari kota Malino tempat ini memang banyak jadi perbincangan mistis semata.Tempat yang masih alami ini memang tak mudah ditemukan, perlu berjalan kaki sekitar 30 menit dari pemberhentian mobil kami. Saat itu kami datang ditemani awan gelap. Tanda-tanda hujan akan datang tapi cuaca tak menghalangi keberanian kami mengunjungi air terjun Parangloe. Jalanan menuju air terjun memang cukup sulit dilalui apalagi saat itu jalanan becek terkena hujan sehingga tanah menjadi licin. Tak berhati-hati melangkah berakibat fatal karena jalanan cukup curam.


Jalanan terjal (Sumber : Pribadi)


Air Terjun (Sumber: Pribadi)

Seketika saat berjalanan kami sudah disambut suara deruh air terjun. Saat melihat lebih dekat lagi dari lokasi semakin membuat kami bersemangat untuk sampai ke tujuan. Air terjun yang tak begitu tinggi namun seperti terukir bersusun dari semuber air. Dengan panorama alam yang masih alami dan bebatuan disekitar sungai melengkapi keindahan air terjun. Jangan terlalu dekat dengan air terjun karena saa itu air sangat deras. Banyak orang saat datang di tempat paling dekat dengan air terjun bisa hanyut masuk kedalam muara air terjun yang katanya sudah banyak orang yang hilang. Intinya pada saat kesana kita harus tetap savety dari kejauhan kita juga bisa menikmati indahnya dan segarnya air terjun Parangloe.



Tempat ini patut kalian coba saat ke Makassar guys

Senin, 01 Desember 2014

Mesin Waktu Bloof 4 tahun



Ketika harus menjawab apa itu Bloof?
Di benakku yang muncul ada dua kata “Persahabatan” “Cinta”

4 tahun yah?

Mari ku ajak ikut ke mesin waktu. Ingat yah masa-masa jadi Maba, lagi gila-gilanya menulis. Terus mencari wadah biar minatku ini tersalurkan biar bukan hanya sekedar diary yang tau. Nahhh Blog masuk salah satu wadah baru dan kakak menyaranka ikut Grup Blog di FB.

Memberanian diri share postingan di grup nasional Bloof itu butuh keberanian lohh saat itu dan ketika ada yang mengapresiasi rasanya luar biasa. Bangga postinganku dibaca orang lain bahkan dari Jawa dan pulau lain. Ingat kata “Keset” seingatku ini artinya mereka segera datang berkunjung membaca blog kita.

Nah Kopdar adalah silaturahmi kami. Ingat Kopdar pertamaku. Buka puasa bareng tahun 2010. Pertama kali ketemu mba Pipi, mba Ratih, mba Yuni, mba atun. Jujur baru kali ini saya cerita. Aneh saya rasakan ketika mendengar bahasa mereka saat bercakap. Baku bangettttt asliiiiii….. ini mungkin karena kami dari beberapa daerah contoh kak Yuni dari Ambon dan kak atun dari Bima. Pulangnya saya cerita sama kakak

“kenapa toh tadi bahasana KBBI sekali ?” (versi Makassar)

“kakak mereka semua ko’ bahasanya aslii KBBI ?” (versi umum)

Kakak hanya tertawa. Tapi jujur kopdar itu efeknya ketagihan. Mereka bikin ketagihan. Akhirnya persahabatan mulai terjalin. Mereka yang ada di Bloof luar biasa. Saya banyak menemui hal menyenangkan, hal baru, pengalaman baru, ilmu dan pengetahun baru, masih banyak lagi.

Cinta

Banyak cinta di Komunitas ini. Kami umat manusia yang punya fitra mencintai. Kisah-kisah mereka, aku dan kamu terkadang membingungkan tapi akhirnya dan InsyaAllah indah. Sudah ada beberapa kakak-kakak yang menemukan cintanya dan tak ku temukan lagi tulisan galau mereka hihihi. Mereka yang sudah menemukan cinta yang ada hanya tulisan kebahagian amin…

Aku dan kamu kapan yah??? #KodeKeras

Sabar ya Sobat, Bloof masih ada menampung galau kita. Ada kakak-kakak yang senantiasa jadi tempat curhat.

Nah tak cukup rasanya satu postingan ini kalau mau bahas Bloof. Empat tahun, sudah banyak tempat ku lalui bersamanya. Pulau, gunung, taman, tempat makan, jalan, rumah, hati dan masih banyak lagi.


Thanks Bloof makasi untuk semuanya…..

Rabu, 05 November 2014

Ramma valley

Rekamam perjalanan memang tidak lengkap bila tak tersirat lewat tulisan. Beberapa perjalanan yang telah tertulis ternyata banyak menginspirasi para pembaca blog ini. Sebelumnya saya berterima kasih yang masih setia menanyakan kapan postingan perjalanan baru saya.

Lama tidak menulis postigan perjalanan bukan tanpa alasan. Rutinitas baru yang mewajibkan saya hanya ada di Makassar dan setiap saat ada di Kantor adalah tanggung jawab kerja. Namun terkadang ada di Makassar saja takkan membantu inspirasi atau inovasi baru datang.

Dua minggu sebelumnya saat saya masih ada perjalanan Bina Akrab dengan siswa di Pantai Bira sms masuk dari Sahabat saya mengajak untuk mendaki bersama teman-teman SMA. Tanpa pikir panjang lansung ku iyakan. Rindu sekali dengan suasana asri pegunungan. Sebelumnya pernah saya posting perjalanan pendakian gunung Bawakaraeng sekarang perjalanan mendaki menuju lembah Ramma takkalah menarik bagi saya.

Seminggu mempersiapkan diri mendaki tak banyak yang bisa saya persiapkan hanya tekad saja dan izin dari orang tua tentunya. Sudah dua kali melakukan pendakian izin lancar-lancar saja. hehehe

Kami sepakat berkumpul di rumah Budi Sahabat saya, ternyata semua sudah siap-siap dengan keril besarnya. Sebelum berangkat tak lupa kami berdoa. Sampai di Lembana daerah yang masih banyak pemukiman warga kami tepat berada di kaki gunung suhunya sudah dingin walau pakai jaket tebal. Perjalanan mulai menyusuri daerah perkebunan sayur. Pemberhentian pertama di Pos 1 kami kembali berdoa semoga dilancarkan perjalanan  kami.



Perjalanan kami mulai sekitar pukul 15.00. Jalanan yang kering di musim kemarau. Awal perjalanan masih terbilang mudah, kami berjalan konsisten saja kata teman "untuk sampai di tujuan kita tak perlu langkah yang cepat yang penting konsisten "


Menanjak dan menurun bonusnya adalah jalanan rata. Tak jarang saya merangkak atau duduk berjalan dengan bantuan kedua tangan. Kami bersyukur tak mendaki saat musim hujan namun pasir takkala berbahayanya membuat kami terjatuh. Persedian air dari Makassar tak cukup untuk kami semua. Alternatif kami minum air dari sungai yang  dilewati. Ada dua sungai kecil yang kami singgahi untuk istirahat dan mengambil air.

Sesampainya kami di talung rasanya lelah kami terbayar melihat keindahan alam. Ukiran Bumi
yang sangat indah. Matahari yang sebentar lagi meninggalkan kami perlahan menyisahkan sinarnya hingga hilang beralih gelap. Sebelum betul-betul gelap kami kembali menuruni talung menuju lembah Ramma.

Talung saat senja


Pemandangan dari atas talung (Photografer by Uyha)

Menuruni talung menurut saya adalah saat-saat paling menegangkan. Jalanan yang ekstrim kemiringan hampir 90 derajat. Bila tak berhati-hati bisa kena batu dari atas dan siraman pasir.


Jalanan berbatu dan berpasir

Sampai di Ramma Matahari sudah di balik gunung beganti gelap. Ternyata sudah banyak yang berkemah. Mencari tempat yang cocok berkemah dan mendirikan tenda agenda pertama kami sesampainya di Ramma. Kami bagi tugas, segera membuat api unggun, membuka bekal makanan, memasak, mengambil air.

Malam yang sangat dingin, kata teman yang sudah sering ke Ramma pada musim kemarau angin sangat dingin. Berkumpul duduk di depan api unggun membuat dingin tak menghalangi kami menikmati bintang dan suasana malam. kehangatan bukan dari api unggun saja tapi dari kebersamaan setelah lelah mendaki.

Pagi hari setelah solat shubuh paling tepat berfoto mengabadikan matahari bersampingan dengan gunung.


Photografer by Ari

Menunggu saatnya sarapan pagi, masak bersama, bercengkrama, bercanda menikmati alam yang tak  semua orang bisa rasakan.


Masak bersama

Minggu, sekitar pukul 10.00 kami meninggalkan lembah Ramma untuk pulang ke peraduan masing-masing. Rasanya sulit untuk mengakhirinya.

 Foto sebelum pulang


Lembana 

Sabtu, 30 Agustus 2014

Alasan Kita Harus Bersyukur An-Nahl ayat 114

Then eat of what Allah has provided for you [which is] lawful and good. And be grateful for the favor of Allah , if it is [indeed] Him that you worship.


Pernahkah kalian membaca ayat ini. Saya ingin bagi sedikit soal ayat ini. Ringan-ringan saja pembahasannya karena saya bukan ahli. Sebagai seorang hamba yang tau betul Al-Qur’an adalah petunjuk arah kehidupan di dunia maupun di akhirat kali ini saya mau bagi makna yang tersirat bagi saya.

Terjemahan ayat ini “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya - 

Maka makanlah yang baik dan halal dari rezeki yang Allah berikan ada beberapa hal yang saya tandai yaitu makan yang baik, halal, rezeki yang diberi Allah. Makan yang baik menurut ilmu kesehatan yaitu 4 sehat 5 sempurna yang disarankan. Sumber energi yaitu karbohidrat tiap molekulnya memberi kita energi 36 ATP dalam satu siklus metabolisme. Transfrer energi yang luar biasa dari alam yang Allah ciptakan untuk kita. Belum lagi dari sayuran, nutrisi hewani dan vitamin dari buah yang Allah berikan. Makanan menunjang semua aktivitas kita. tanpa ada nutrisi manusia layaknya hanya sebuah daging dan tulang yang tak ada gunanya. Maka nikmat mana lagi yang kita dustakan. 


Halal, soal ini Allah telah memberi kita jalan menuju rezeki yang halal namun dunia yang kita pijak memang selalu membawa kita dalam sebuah pilihan rumit. Seperti kata bang H.Roma Irama “kenapa yang enak-enak itu dilarang” nah kata-kata ini ngga berlaku khusus untuk muslim yang taat. Yang Halal juga banyak ko’ dan mengenakkan. Jalan halal lebih bahagia tak perlu takut dan hati tentram inilah yang namanya enak yang hakiki.

Rezeki Allah memang harus dijemput, sudah banyak yang Allah beri ke kita tanpa harus usaha besar contoh Oksigen, gratis dan ada dimana-mana. Maka rezeki yang ada kita pakai untuk mencari rezeki lainnya. Hidup memang tak semudah yang Pak Mario katakan. Tetapi Allah telah berfirman bahwa segala yang ada di alam disediakan untuk kita, tinggal kita yang memanfaatkan dan menjaganya.
 

Terima Kasih