Rabu, 29 Juni 2011

Media televisi? betulan atau bohongan

Semakin banyak stasiun tv bermunculan, tiap bulan program baru tayang. Mulai dari sinetron, talkshow, kuis, program liburan, program memasak, berita dan realitishow.
Sinetron (sinema elektronik) Adalah istilah untuk serial drama sandiwara bersambung yang disiarkan oleh stasiun televisi. Ada kebanyakan orang tau hanya fiksi belakang ceritanya, namun banyak dari sekian cerita dari sinetron yang membuat alurnya senyata mungkin. mereka banyak. Mengangkat kehidupan yang kebanyakan orang mengalaminya, namun banyak hal dari sinetron yang begitu dibuat-buat dan dipaksakan dari segi  kehidupan masyarakat, sehingga yang niat awal cerita dalam kehidupan nyata diangkat dalam cerita sinetron menjadi terbalik, cerita sinetron buatan sutradara menjadi dibawah-bawah ke kehidupan nyata masyarakat umumnya.
Ketika melodrama di layar televisi mengepung pemirsa, kehidupan nyata kita sebenarnya sedang kehilangan pijakan. Lalu, kita mau apa? Dulu, melodrama muncul dalam sinetron dan telenovela. Biasanya, kisahnya berkutat pada pertentangan antara kebajikan dan kezaliman, ketidakberdayaan dan kesemena-menaan. Hampir selalu ada tokoh teraniaya, dan kita digoda untuk berempati pada kisah hidupnya yang menguras air mata.
Selanjutnya, pendekatan melodrama juga digunakan dalam reality show dan infotainment—yang memenuhi layar kaca sekarang ini. Melalui reality show, pemirsa antara lain disuguhi kisah dramatik perempuan cantik yang dihamili sang pacar, kemudian diusir keluarganya. Di infotainment, kita bisa menonton kisah keretakan rumah tangga, perselingkuhan, hingga perebutan anak yang mengharu biru.
Pendekatan macam ini ternyata menarik perhatian pemirsa dan mendongkrak peringkat (rating) reality show dan infotainment, bahkan mengalahkan sinetron. Acara-acara seperti ini pun terus diproduksi dan direproduksi.
Selanjutnya, demi menemukan kisah-kisah paling dramatik, pembuatnya semakin berani menerobos batas antara ruang privat dan publik

Bahaya Televisi pada program melodrama
Itu sebabnya, dosen Program Magister Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, ST Sunardi, menilai, pendekatan melodrama sesungguhnya mengandung bahaya besar. Pasalnya, imajinasi yang ditampilkan begitu-begitu saja dan miskin retorika. Padahal, pendekatan dengan imajinasi dan retorika dangkal itu digunakan untuk memotret kehidupan masyarakat nyata.
Apa akibatnya? Orang akan berpikir bahwa masyarakat yang nyata adalah yang ada di dunia melodrama. Hal ini pada akhirnya akan memiskinkan orang untuk melahirkan imajinasi sosial yang sehat. Orang menjadi tidak realistis dan kehilangan pijakan sebab dunia yang ditonton sesungguhnya dunia drama.
Sunardi meminta media massa memberikan pilihan-pilihan pendekatan. ”Jangan hanya menonjolkan yang banal, tetapi juga yang substansial.”.(Jurnal Sunardian)
Salah satu artikel yang saya baca mengemukakan pula mengenai bahaya Media Televisi sekarang ini :
Matikan TV-mu! (Matikan TV anda!) Sunardian WirodonoResist Book, Yogyakarta, Desember, hlm 2005178Televisi adalah medium dengan akses terluas dan termudah untuk masyarakat Indonesia. Ini telah menjadi kebutuhan keluarga, hampir bahkan kebutuhan primer. Hampir semua keluarga dari kota ke desa-desa terpencil memiliki TV.Dengan televisi publik bisa mencapai informasi, mendapatkan pengetahuan ilmiah dan menikmati program yang diinginkan dengan mudah, hanya dengan menekan tombol untuk memilih stasiun TV yang disukai.Matikan TV-mu! (Matikan TV anda!) Oleh Sunardian Wirodono, pada transaksi setidaknya dengan dan mengungkapkan beberapa fakta tentang siaran televisi yang dikemas dengan ilusi, realitas hiper-dan cenderung untuk mengeksploitasi pemirsa TV. Beberapa contoh adalah drama religius, zona permainan, infotainment, reality show dan program kejutan uang.Lebih ironis lagi, berita kriminal di TV sering diskriminatif dan hanya menyoroti dugaan penjahat dengan penampilan mengerikan. Tampaknya seolah-olah pelaku adalah untuk menyalahkan, kemudian polisi tampil sebagai hakim atau pahlawan yang membantu warga. Ini adalah manipulasi set yang membutuhkan tinjauan.Di sisi lain, audisi program seperti AFI, KDI, API dan Indonesian Idol, yang mengandalkan SMS untuk memilih pemenang nya, cenderung materialistis. Menang pada acara seperti berbaring tidak penting pada kualitas, melainkan nilai kuantitatif pesan yang dikirim. Nilai kecerdasan, keterampilan kemampuan, dan profesionalisme tidak lagi diakui.Tak pelak, menyimpulkan Matikan TV-mu!, Paradigma diadopsi dalam bisnis televisi adalah pragmatis, populis dan kapitalis di alam.Paradigma ini menimbulkan penyimpangan dalam industri televisi dari larangan pada program siaran yang mengekspos seksualitas, kekerasan dan fenomena supranatural, sebagaimana diatur dalam Keputusan No 009/SK/KPI/8/2004 dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).Acara TV akhirnya memiliki efek buruk pada anak-anak sebagai korban utama mereka, karena ketidakmampuan anak untuk menyaring dan membedakan program bermakna dari yang berarti. Remaja implisit dapat mengembangkan kepribadian pasif karena kurangnya pengetahuan empiris asosiasi.Sementara itu, ibu rumah tangga yang kehilangan identitas mereka karena mereka membiarkan diri mereka kepercayaan diri untuk menjadi terombang-ambing oleh hiburan membingungkan beragam ditawarkan di TV.Sebagai Sunardian menulis, televisi tidak hanya menyediakan ruang bagi kebebasan virtual dan diplomasi, tetapi juga menciptakan kesadaran baru. Bahkan, media massa harus memungkinkan proses belajar lebih intensif norma-norma sosial.Dampaknya, bagaimanapun, bisa negatif, tergantung pada sikap pemirsa terhadap beberapa substansi tertentu yang disajikan. Jadi penonton TV yang harus setidaknya memiliki kapasitas yang memadai penalaran, abstraksi persepsi, dan tawar - tetapi analisis kritis belum ditanamkan dalam masyarakat sejauh ini.Ketika pemirsa diteror oleh televisi, menurut Matikan TV-mu!, Mereka secara tidak langsung sedang diberikan dangkal dan membosankan. Realitas virtual yang dibuat oleh televisi melalui kejahatan, kekerasan dan seksualitas bersama dengan iklan menyebabkan kebanyakan orang untuk mengembangkan statis, pemikiran stagnan dan sempit.Sunardian, dengan kompetensi dan pengalaman dalam industri televisi Indonesia, bermaksud untuk mengkritik melalui stasiun buku tertentu-nya seperti Indosiar, ANTV, RCTI, SCTV, TPI, Metro TV, Global TV, Lativi, Trans TV dan TV-7 untuk kekurangan pendidikan nilai dari beberapa acara mereka, dengan kecenderungan mereka terhadap penipuan dan manipulasi program.Akibatnya, orang menjadi kusam, tidak kritis, apatis, eskapis, terpesona, tidak realistis, pelupa, cenderung berarti mistis dan skeptisisme, sementara meniru gaya hidup hedonistik dan konsumtif.Jika publik yang seharusnya untuk latihan menahan diri, harus berani berhenti menonton dengan mematikan TV sesegera program berharga muncul. Semua acara ditayangkan di TV merupakan realitas simbolik, dan realitas tersebut tidak apa yang terjadi dalam kehidupan aktual kita sehari-hari.Mengandung sistematis, penjelasan analitis dan objektif, Matikan TV-mu! mengundang pembaca dan masyarakat umum untuk merefleksikan signifikansi dan keberadaan televisi di tengah perjuangan rakyat Indonesia untuk bertahan hidup. Ini menunjukkan bahwa penonton TV tidak harus mengambil semua disajikan untuk diberikan, melainkan harus mampu melakukan evaluasi kritis dan objektif sehingga dapat mencegah pertumbuhan teror TV ditimbulkan oleh produsen.Kehadiran televisi telah menjadi teror kehidupan manusia. Teror ini menjadi akut, dengan risiko tinggi menghasilkan efek psikologis negatif yang dapat mengubah karakter dan mentalitas generasi mendatang.

Senin, 27 Juni 2011

Pedoman Penulisan Skripsi UIN Alauddin Makassar part 3


TABEL & GAMBAR
-    JUDUL TABEL ditempatkan di bagian ATAS TABEL, spasi 1
-    JUDUL GAMBAR ditempatkan di bagian BAWAH GAMBAR, spasi 1
-    Penulisan judul mengikuti aturan penulisan judul secara umum (huruf kapital tiap awal kata)
-    Penomoran tabel/gambar mengikuti BAB tempat tabel/gambar tersebut berada
-    Nomor tabel/gambar sejajar dengan ujung kiri tabel/gambar
-    Baris ke dua (jika ada) sejajar dengan kata pertama judul tabel/gambar

Contoh tabel (Bab 2 tabel ke 3) :
Tabel 2.3. Sumber Mikroorganisme dan Penggunaan Beberapa Enzim Komersial                 yang Penting (sumber)
Enzim
Mikroorganisme
Penggunaan
Alkohol dehidrogenase
Saccharomyces cerevisiae
Pengujian alkohol

Contoh gambar (Bab 4 gambar ke 2) :
Gambar 4.2. Histogram Aktivitas Enzim Amiloglukosidase dari Aspergillus niger yang                                         Dihasilkan pada Perlakuan pH pada Substrat Selaput Biji Markisa

DAFTAR PUSTAKA
-       Judul DAFTAR PUSTAKA ditempatkan 6 cm dari margin atas, tengah
-       Kepustakaan skripsi minimal 20 buah, 3 berbahasa asing, 3 jurnal
-       Baris pertama kepustakaan diketik pada margin kiri, baris ke dua dst menjorok ke dalam 1,25 cm.
-       Daftar Pustaka diketik dengan jarak exactly 12 pt before 0 pt after 0 pt
-       Jarak antar Daftar Pustaka adalah spacing before 6 pt
-       Kepustakaan disusun alfabetis setelah dibalik dari nama terakhir penulis, tanpa mencantumkan gelar akademik.
-       Nama penulis yang lebih dari satu kata, ditulis nama akhirnya diikuti tanda koma, kemudian nama depan yang diikuti nama tengahnya
-       Jika lebih dari 1 penulis, maka yang dibalik namanya cuma penulis pertama.
-       Jika lebih dari 3 penulis, maka cuma penulis pertama yang dicantumkan diikuti kata et al., eds.
-       Jika tanpa penulis, langsung menuliskan judul bukunya.
-       Nama akhir penulis yang menggunakan Al tidak dihitung sebagai huruf A, yang dihitung adalah huruf sesudahnya
-       Nama akhir penulis yang menggunakan singkatan, ditulis nama akhir yang tidak disingkat
-       Jika ada 2 atau lebih karya dari penulis yang sama, maka karya dengan tahun penerbitan paling awal ditempatkan lebih awal, dan nama penulis di referensi ke 2 tidak ditulis lagi tetapi menggunakan garis bawah sepanjang 7 karakter yang ditutup dengan tanda titik (.)
-       Judul buku / judul tulisan harus konsisten untuk semua pustaka (miring tanpa tanda kutip)

Contoh :
Lion, Britz Mike and Demain Albert. Regulation of Metabolite Synthesis. Cet. I; New York: Pergamon Press, 1985.

 Hardjo, Susilo, Indrasti Nana Sumitro, dan Bantacut Timoho. Pemanfaatan Limbah Industri Pertanian. Bogor: PAU Pangan dan Gizi IPB, 1989.
Lay, Budi Wardiman, et al., eds. Analisis Mikroorganisme di Laboratorium.                       Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994.

Fraizer , Willy  Corner and  Duke Corner  Westhoff  . Food Microbiology. Jilid I. Cet.       IX; New Delhi: Tata Mc Graw Hill Publishing Company Ltd, 1978.

_______. Industrial Microbiology. New Delhi: Tata Mc Graw Hill Publishing                                     Company Ltd, 1989.

-       Kepustakaan dari internet mengikuti format seperti berikut ini :
     Nama pengarang (dibalik). Judul Buku/Tulisan (tulis miring). Judul/Nama Jenis Penerbitan (Ensiklopedia, Jurnal, Majalah, Surat Kabar, dsb)(tulis miring), Kota: Penerbit, Tahun. Alamat Situs (tanggal akses).







Pedoman Penulisan Skripsi UIN Alauddin Makassar part 2


KUTIPAN AL-QUR’AN & TERJEMAHNYA
-       Pengutipan ayat Al-Qur’an menggunakan rasm Usmany dengan cara menuliskan sumbernya dalam teks (dimulai dengan singkatan Q.S. yang diikuti nama surah, garis miring, nomor surah, titik dua, nomor ayat, titik) mendahului ayat yang dikutip
     Contoh :
     … Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imran/3: 104.
-       Kutipan ayat Al-Qur’an ditulis terpisah dari teks tanpa tanda kutip. Di akhir ayat ditulis nomor ayatnya dalam huruf arab yang ditempatkan di dalam kurung
-       Kutipan ayat Al-Qur’an ditulis dengan Times New Roman font 18 dengan jarak exactly 24 pt before 0 pt after 0 pt
-       Terjemahan Al-Qur’an yang dikutip diberi footnote dari terjemahan resmi : Departemen Agama R.I., Al-Qur’an dan Terjemahannya (dalam berbagai edisi)
-       Terjemahan Al-Qur’an diketik terpisah dari teks dalam satu alinea tersendiri (walaupun kurang dari 1 baris) dengan jarak exactly 12 pt before 6 pt afetr 6 pt, diketik dengan jarak 1 cm dari margin kiri (sama dengan penulisan kutipan langsung)
-       Jika yang dikutip Al-Qur’an, digunakan kata : TERJEMAHNYA (bukan terjemahannya)
-       Jika yang dikutip Hadits, digunakan kata : ARTINYA.
ENDNOTE
-       Teknik penulisan endnote persis sama dengan footnote
-       Endnote atau catatan akhir adalah catatan referensi yang diletakkan di akhir suatu karya tulis ilmiah, sebelum Daftar Pustaka
Contoh penulisan endnote :
Britz Mike Lion and Demain Albert, Regulation of Metabolite Synthesis, (Cet. I; New York: Pergamon Press, 1985), h. 23.
PARENTHETICAL REFERENCE (IN TEXT CITATION)
-       Parenthetical Reference diletakkan di dalam teks dan diapit oleh tanda kurung.
-       Informasi yang disampaikan pada Parenthetical Reference adalah : nama akhir pengarang (1, 2, sampai 3 penulis), tahun terbit, halaman.
     Contoh :
            Jika 1 penulis                           = (Noor 2001, 46).
            Jika 2 penulis                           = (Lion dan Albert 1985, 23).
            Jika 3 penulis                           = (Hardjo, Sumitro, dan Timoho 1989, 11).
            Jika lebih dari 3 penulis           = (Lay et al. 1994, 19) atau
                                                               (Lay dkk. 1994, 19)
-       Jika ada 2 buku ditulis oleh orang yang sama dan terbit pada tahun yang sama.
     Contoh :
                        (Noor 2001a, 46)
                        (Noor 2001b, 78)
-       Jika buku yang digunakan memiliki beberapa jilid, volume, atau juz, maka jilid, volume, atau juz yang dikutip ditulis setelah tahun diikuti oleh titik dua, lalu nomor halaman.
     Contoh :
                        (Noor 2001, 11 : 46).
-       Jika buku yang digunakan disadur lebih dari 1 halaman.
     Contoh :
                        (Noor 2001, 46-51).
FOOTNOTE
-       Times New Roman font 10
-       Antara baris terakhir teks dengan nomor footnote diberi garis pembatas (separator) sepanjang 20 karakter atau 5 cm
-       Footnote yang terdiri dari 2 baris atau lebih diketik dengan jarak exactly 12 pt before 0 pt after 0 pt
-       Jarak antar footnote adalah spacing before 6 pt
-       Baris pertama footnote dimulai dengan 1,25 cm dari margin kiri, baris selanjutnya kembali ke margin kiri
-       Nomor footnote diketik setengah spasi di atas baris pertama
-       Urutan penomoran bermula pada setiap awal bab (bukan kelanjutan nomor dari bab sebelumnya)
-       Nama pengarang tidak mengalami pembalikan
-       Pada setiap catatan kaki harus disebutkan halaman buku yang dikutip dengan singkatan h., baik untuk 1 halaman maupun lebih.
-       Istilah Ibid. (miring, diawali huruf kapital) = sumber footnote sama dengan sebelumnya tanpa diperantarai footnote lain. Jika nomor halaman sama, tidak dicantumkan lagi
-       Istilah op. cit.  (miring, huruf kecil, diberi spasi) = sumber footnote sama dengan sebelumnya tapi diperantarai footnote lain yang tidak sama halamannya. Istilah op. cit. diguanakan sesudah menyebutkan nama pengarang.
-       Istilah loc. cit.  (miring, huruf kecil, diberi spasi) = sumber footnote sama dengan sebelumnya tapi diperantarai footnote lain yang sama halamannya. Istilah  loc. cit. diguanakan sesudah menyebutkan nama pengarang
     Contoh :
       11Britz Mike Lion and Demain Albert, Regulation of Metabolite Synthesis, (Cet. I; New York: Pergamon Press, 1985), h. 23.

         12Fraizer Willy Corner  and  Westhoff  Duke Corner,  Food Microbiology, Jilid I (Cet. IX; New Delhi: Tata Mc Graw Hill Publishing Company Ltd, 1978), h. 25.

               14Susilo Hardjo, Indrasti Nana Sumitro, dan Bantacut Timoho, Pemanfaatan   Limbah  Industri Pertanian (Bogor: PAU Pangan dan Gizi IPB, 1989), h. 11.

         15Ibid., h. 40.

              16Britz Mike Lion and Demain Albert, op. cit., h.26.

              17Fraizer Willy Corner  and  Westhoff  Duke Corner, loc. cit.



Bacaan selanjutnya
Pedoman Penulisan KTI UIN Alauddin Mks part 3

Pedoman Penulisan Skripsi UIN Alauddin Makassar part 1


PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN ALAUDDIN MAKASSAR

FORMAT SKRIPSI
-       Kertas         :           HVS 80 gr, putih bersih
-       Ukuran       :           Letter (lebar 21.59 x tinggi 27.94 cm)
-       Huruf teks :           Times New Roman font 12
-       Tulisan        :           Berwarna hitam
KOMPOSISI SKRIPSI
A.    Bagian Awal
1.      Halaman Sampul
2.      Halaman Judul
3.      Abstrak
4.      Halaman Persetujuan Pembimbing
5.      Halaman Pernyataan Penulis
6.      Halaman Pengesahan
7.      Halaman Kata Pengantar
8.      Daftar Isi
9.      Daftar Tabel (kalau ada)
10.  Daftar Ilustrasi / Daftar Gambar (kalau ada)
11.  Transliterasi
B.     Bagian Pokok atau Isi
1.      Pendahuluan
2.      Tinjauan Pustaka
3.      Metodologi Penelitian
4.      Hasil dan Pembahasan
5.      Penutup
C.     Bagian Akhir
1.      Daftar Pustaka
2.      Lampiran atau Apendiks (kalau ada)
3.      Riwayat Hidup Singkat Penulis
BAHASA
-       Bahasa yang digunakan adalah bahasa ilmiah yang obyektif, jelas, cermat, dan konsisten, serta mengikuti kaidah Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)
-       Kata-kata asing yang belum menjadi kosa kata bahasa Indonesia hendaknya ditulis dengan benar dan dengan huruf miring (italics)
MARGIN
-       Margin kiri                          : 4 cm
-       Margin atas                         : 4 cm
-       Margin kanan                     : 3 cm
-       Margin bawah                    : 3 cm
-       Baris pertama alinea           : 1,25 cm dari margin kiri
-       Setiap teks (bukan baris pertama alinea) kembali ke margin kiri
-       Setiap lembar hanya digunakan untuk 1 (satu) halaman, tidak timbal balik
SPASI
-       Jarak nomor BAB dengan judul BAB                   : 2 spasi
-       Jarak judul BAB dengan baris pertama teks          : 2 spasi
-       Jarak judul BAB dengan Subbab                           : 4 spasi
-       Jarak judul Subbab dengan baris pertama teks adalah exactly 24 pt before 0 pt after 0 pt.
-       Jarak antar teks adalah exactly 24 pt before 0 pt after 0 pt.
HALAMAN
-          Tebal skripsi minimal 60 halaman jika ditulis dalam bahasa Indonesia
Tebal skripsi minimal 40 halaman jika ditulis dalam bahasa asing (bahasa Arab atau bahasa Inggris)
-       Bagian awal skripsi : romawi kecil (i, ii, iii, dst), tengah bawah
-       Bagian pokok/isi dan bagian akhir skripsi : angka (1, 2, 3, dst), kanan atas 2,7 cm dari ujung atas kertas
-       Halaman yang ditempati judul BAB : angka (1, 2, 3, dst), tengah bawah
KUTIPAN DALAM TEKS
-       Kutipan langsung 2 baris atau kurang menggunakan tanda kutip (“……”), jarak tetap exactly 24 pt before 0 pt after 0 pt
Contoh :
“Sekalipun semua enzim pada mulanya dihasilkan di dalam sel, beberapa mikroba dapat mengekskresikan enzimnya melalui dinding sel dan dapat berfungsi di luar sel”.
-       Kutipan langsung 3 baris atau lebih ditulis terpisah dari teks dengan jarak exactly 12 pt spacing before 6 pt after 6 pt, tanpa tanda kutip dan diketik 1 cm dari margin kiri. Bila dalam kutipan terdapat alinea baru, baris pertamanya berjarak 1,5 cm dari margin kiri.
Contoh :
Selain itu, enzim memiliki sifat-sifat yang khusus meliputi spesifitas yang tinggi dengan mengkatalisis satu reaksi, aktivitasnya dipengaruhi oleh suhu, pH, memerlukan aktivator, dan dalam jumlah yang kecil dapat mengkatalisis substrat yang besar.
-       Bila ada bagian teks yang dilangkahi atau dibuang dalam kutipan maka digunakan tanda elipsis yaitu 3 titik yang diantarai oleh spasi ( … ).
Contoh :
Tiap sel mengandung enzim sehingga dapat diperoleh dari jaringan tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang terseleksi … Enzim yang dikeluarkan mikroba ke lingkungan, lazim disebut enzim ekstraselluler. Fungsi utamanya ialah melangsungkan perubahan seperlunya pada nutrien di sekitarnya.
-       Bila bagian teks yang dilangkahi atau dibuang berada pada akhir kutipan maka tanda elipsis diakhiri dengan titik jadi seluruhnya menjadi 4 titik ( .… ).
Contoh :
Tiap sel mengandung enzim sehingga dapat diperoleh dari jaringan  tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang terseleksi. Sekalipun semua enzim pada mulanya dihasilkan di dalam sel, beberapa mikroba dapat mengekskresikan enzimnya melalui dinding sel dan dapat berfungsi di luar sel. Enzim yang dikeluarkan oleh mikroba ke lingkungan, lazim disebut enzim ekstraselluler ….
-       Bila bagian teks yang dilangkahi atau dibuang  terdiri dari 1 alinea atau lebih maka tanda elipsis sepanjang 1 baris penuh
-       Jika sebelum alinea yang dilangkahi atau dibuang masih ada bagian alinea sebelumnya yang ikut dilangkahi, maka bagian yang dilangkahi itu ditandai dengan 1 elipsis
Contoh :
Seperti halnya semua protein, enzim akan terdenaturasi oleh panas, terepresikan oleh etanol, dan tak terdialisis. Selain itu, enzim memiliki sifat-sifat yang khusus meliputi spesifitas yang tinggi dengan mengkatalisis satu reaksi, aktivitasnya dipengaruhi oleh suhu, pH, memerlukan aktivator, dan dalam jumlah yang kecil dapat mengkatalisis substrat yang besar … …………………………………………………………………………………
Enzim yang dikeluarkan oleh mikroba ke lingkungan, lazim disebut enzim ekstraselluler. Fungsi utamanya ialah melangsungkan perubahan seperlunya pada nutrien di sekitarnya sehingga memungkinkan nutrien tersebut memasuki sel.
-       Jika sebelum kalimat yang dilangkahi itu terdapat tanda baca, maka tanda baca itu diletakkan persis sesudah huruf terakhir sebelum kalimat yang dilangkahi. Demikian juga bila terdapat tanda baca sesudah kalimat yang dilangkahi maka tanda baca diletakkan sesudah tanda elipsis.
Contoh :
Seperti halnya semua protein, enzim akan terdenaturasi oleh panas, terepresikan oleh etanol, dan tak terdialisis. Selain itu, enzim memiliki sifat-sifat yang khusus meliputi spesifitas ,…, mengkatalisis satu reaksi dan dalam jumlah yang kecil dapat mengkatalisis substrat yang besar.
-       Kutipan tidak langsung atau saduran diketik dengan jarak exactly 24 pt before 0 pt after 0 pt dan marginnya sama persis dengan teks biasa.
-       Di akhir setiap kutipan (langsung / tidak langsung) diberi nomor footnote.

 baca selanjutnya
Pedoman Penulisan KTI UIN Alauaddin Mks part 2
Pedoman Penulisan KTI UIN Alauddin Mks part 3  

Terima Kasih