Rabu, 20 Juni 2012

Rahasia Menulis Novel Khrisna Pabichara


Malam itu hujan gerimis dan angin bertiup pelan, dingin hingga menyelinap masuk ke selah-selah pakaianku saat ku kendarai sepeda motorku menerobos rintik-rintik hujan.  Sehabis Sholat magrib tepatnya pukul 18.30 ku berangkat menuju gedung bakti untuk ikut kelas bersama yang diadakan AkberMks yang malam itu tema kelasnya "Memulai Novelmu Sendiri". Tema yang sangat menarik bagiku, sudah lama sekali keinginaku menulis novel hingga berharap novelku nanti bisa diterbitka merupakan impian yang masih ku upayakan agar terwujud nantinya.

Walau situasi malam itu aku harus berpikir keras menyusun jadwal dari kuliah, kerja tugas hingga kesana dengan kondisi melelahkan setelah beraktivitas pagi hingga sore, tapi pada saat tau kalau gurunya itu Khrisna Pabichara semangatku jadi bertambah.

Khrisna (@1Bichara) yang merupakan penulis novel Trilogi Inspirasi Dahlan Iskan yang saat ini best seller di toko buku dan menjadi topik di kalangan pencinta novel, rasanya sayang kalau dilewatkan untuk bertemu novelis serta pengamat novel tersebut.

Khrisna yang merupakan penulis asal Jeneponto Sul-Sel lama menetap di Jawa dan sangat jarang pulang ke kampung halamannya. Dalam acara Makassar International Writers Festival (MIWF) Khrisna juga ikut sebagai salah satu pengisi jajaran penulis asal Sul-Sel yang telah berhasil. Pada acara tersebut aku juga bisa dapat novel Sepatu Dahlan gratis setelah ikut memberi koment tentang film indi buatan sineas Makassar #Skefo :D

Naa lanjut, Khrisna Pabichara malam itu membagi ilmu teori dalam menulis novel serta pengalamannya menulis Sepatu Dahlan yang hanya dalam waktu 8 hari. Ia mengaku melakukan riset hanya dalam waktu 1 setengah bulan agar dapat menuangkan dengan baik kisah Dahlan Iskan kecil yang berasal dari Kebon Dalem. 

Khrisna mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang selalu diabaikan oleh seseorang ketika ingin menjadi penulis nevel:
1. mengabaikan membaca 
2. mengabaikan teori kepenulisan
3. membaca buku yang tidak sesuai dengan tema yang nantinya akan ia tulis
4. mengabaikan kesempatan kapan saja untuk menulis

"Seorang penulis kebanyakan punya penyakit malas dan moody saat menulis" ujarnya Khrisna.

Dalam menulis novel bagi Khrisna ada 3 hal yang harus ia pikirkan sebelum memulai menulis :
1. alur, harus menarik perhatian pembaca
2. latar, harus logis dan tidak mengabaikan pengetahuan pembaca yang mungkin lebih tau soal latar yang      kita ambil
3. tokoh, sosok yang kita munculkan jangan sekaligus kita tampilkan pada bab pertama, kata Khrisna akan lebih baik bila kita mencicil karakter tokoh untuk dimunculkan pada pembaca.


Beda tokoh beda pula penokohan, dalam penokohan Khrisna sangat memperhatikan soal:
1. Bagaimana caranya agar pembaca saat menggambarkan sosok tokoh merasa kalau ia pernah pertemu dengan karakter yang kita angkat.
2. Pembaca merasa kalau tokoh tersebut adalah dirinya sendiri.

Yang perlu diperhatikan dalam membuat penokohan adalah harus memperhatikan motif yang sesuai dengan tindakan tokoh serta latar belakang tokoh tersebut (status ekonomi, daerah, suku, penampilan dll).

Menurut Khrisna pembaca selalu menginginka tokoh mengalami perubahan nasib buruk ke nasib yang lebih baik. Penulis harus mampu menghayalkan alur mendatang yang akan dialami tokoh. Penggambaran yang kuat sangat perlu apalagi soal penggambaran tokoh, latar karena keduanya harus senyata mungkin agar pembaca mampu membayangkan sosok dan latar yag dialami tokoh.

Khrisna pada kesempatan yang sama juga membagikan tipsnya dalam menulis cepat yaitu, ia menggunakan sebuah kerangka menulis novel. Tiap bab ia membuat peta naska, baik itu tokoh, karakter, latar, alur hingga emosi pembaca baginya perlu untuk menyelesaikan hal tersebut sebelum menuliskannya di laptop.

Pada grafik emosi yang dibuat Khrisna ia tidak pernah stagnan dalam membangun emosi. Grafiknya naik dan turun antara, sedih, bahagia, resah, marah dll. Untuk membangun emosi pembaca perlu tutur kata yang baik agar emosi tersebut terbangun baik pula.

Dalam kesempatan yang sama penulis cerpen dan puisi Aan Mansur juga turut hadir berbagi motivasi kepada peserta tentang ada banyak hal yang dapat digunakan dalam melakukan riset latar, alur dan tokoh. Menurut Aan media elektronik menjadi solusi bagi penulis untuk lebih  nyata dan dekat untuk menggambarkan novel yang ingin kita tulis.

Setelah berbagi teori, yang paling penting dalam kelas "memulai novelmu sendiri" adalah motivasi yang diberikan bagi kami bahwa seorang penulis harus konsisten dan memberi reward bagi diri sendiri agar tetap melanjutkan novelnya hingga selesai dan dapat diterbitkan. Penyakit jenuh yang biasa dialami seorang penulis digambarkan seorang Aan mansur (@hurufkecil) seperti penjual bakso langgananya yang tanpa memperhatikan mood pelanggannya ia terus menawarkan baksonya.

Kata Khrisna jangan jadikan menulis adalah kerja sampingan apalagi kerja belakangan, jadikanlah menulis sebagai pilihan hidup maka menulis takkan kenal waktu tempat atau mood, maka kapan saja kita dapat menyelesaikan novel kita.

#keepspirite




Jumat, 01 Juni 2012

Essay "Gaya Hidupku, Gaya Hidup Hijau Cinta Alam"


Dunia dengan seluruh keanekaragaman hayatinya sangatlah besar. Mahluk hidup di bumi saling berhubungan, memberi dan diberi satu sama lain. Alam memberi segala potensinya, kita menggunakannya dan sangat memerlukannya. Hidup manusia tak luput dari segala kebutuhan dan sebagian besar kebutuhan tersebut banyak bersumber dari Alam.

Baik kompenen Biotik maupun Abiotik seluruhnya telah dapat dimanfaatkan oleh manusia. Tanah, udara, bebatuan, dan unsur-unsur organik terus dieksploitasi untuk kelangsungan hidup manusia. Hewan dan tumbuhan membentuk rantai makanan dan membentuk siklus kehidupan. Dari unit terkecil seperti bakteri hingga hirarki hewan tertinggi mamalia.

Apa yang diberikan alam tak setimpal dengan yang kita berikan. Alam memberikan tanah dan udara, hewan dan tumbuhan memberikan material pangan maupun sandang. Namun manusia lupa untuk memberi  timbal balik positif untuk kelangsungan hidup alam biotik maupun abiotik. Kelakuan manusia yang mengambil hasil alam secara berlebihan sering terjadi. Salah satu contoh kasus penebangan pohon secara illegal. Indonesia memiliki beberapa hutan tropis, salah satunya di kepulauan Kalimantan yang terkenal sebagai salah satu paru-paru dunia. Namun perlindungan terhadap hutan-hutan tersebut sangat minim. Kurang tanggapnya pemerintah menyebabkan beberapa kasus tidak ditindak lanjuti secara hukum. Dari data yang dimiliki oleh World Wild Fund (WWF), Provinsi Kalimantan Barat tercatat paling tinggi tingkat kejahatan illegal logging-nya. Dari banyaknya kasus yang terjadi tiap tahunnya, hanya sedikit yang mampu diselidiki oleh pihak kepolisian. Kasus Illegal Logging mengakibatkan bayak kerugian, bukan hanya untuk keuangan Negara tapi juga bagi alam yang akan berdampak pada kehidupan manusia pula.

Eksploitasi alam yang juga marak terjadi adalah penggunaan lahan persawahan yang disulap menjadi kawasan perumahan mewah. Laporan ‘Top of the Props’ The Move Channel bulan April lalu, menempatkan Indonesia di posisi ke-22 sebagai negara tujuan investasi properti dunia, berdasarkan tingkat permintaan. Saat ini Indonesia hanya menempati posisi ke-31. Jumlah permintaan properti Indonesia saat ini sebanyak 0,79%, atau dua kali lipat dibanding data terakhir pada bulan Desember 2011 lalu. Semakin kurangnya lahan pembangunan membuat para investor properti banyak mengambil wilayah persawahan warga. Banyak peminat properti memilih perumahan yang jauh dari perkotaan agar terhindar dari kebising. Lahan persawahan adalah lokasi yang sangat tepat. Seperti yang terjadi pada lokasi persawahan di Hertasning dan kelurahan Cilallang Barombong, banyak sawah yang telah lenyap ditimbun. Bila hal tersebut terus berlanjut maka kedepannya hidup manusia akan mengalami krisis pangan karena lahan persawahan yang semakin berkurang, padahal kebutuhan manusia makin meningkat melihat populasi manusia makin bertambah terus.

Masalah perkotaan seperti kemacetan juga menjadi permasalah publik dan lingkungan. Masalah kemacetan membuat pemerintah mengambil salah satu solusi perluasan jalanan sebagai jalan keluar. Seperti yang terjadi di Makassar jalan Andi Pettarani, pohon yang ditanam di pembatas jalan diambil areanya separuh untuk peluasan jalan sehingga pohonnya diganti menjadi pohon yang lebih kecil. Hal ini mengakibatkan suhu udara di jalan saat berkendara makin panas dirasakan para penggunaan jalan, polusi makin bertambah dan oksigen makin berkurang. Taman kota sudah jarang terlihat di perkotaan yang ada di Indonesia. Area rimbun sudah sulit didapatkan. Masalah yang berasal dari individu sendiri seperti, membuang sampah sembarangan dan kurangnya kesadaran manusia untuk menanam pohon juga masih menjadi persoalan yang terus disuarakan para aktivis lingkungan.

Banyak solusi untuk mencoba menyayangi alam, namun manusia masih acuh terhadap dampak yang nanti akan kembali diterima oleh manusia. Saat ini dampak sudah terlihat jelas, makin panasnya suhu bumi, bencana lonsor, bencana banjir, polusi udara dan dampak terbesarnya yaitu saat global warming  telah menampakkan kemarahannya. Saat ini tanda-tanda kecilnya sudah menjadi perhatian banyak para aktivis untuk mencegah dampak terbesarnya. Negara-negara maju juga telah mencoba mencegah dampak terkecil dan terbesarnya. Namun, banyaknya Negara yang tau betul soal dampak kerusakan alam tak berarti tanpa kesadaran unit terkecil yaitu masyarakat. Masyarakat masih kurang peduli sehingga usaha dari Negara-negara tersebut takkan berarti penuh pada pencegahannya.

Masyarakat harus ikut peduli dan sadar akan pentingnya menjaga alam. Tiap daerah harus mampu menjadikan alam sekitarnya sebagai wilayah ramah lingkungan. Para investor perumahan juga harus sadar terhadap penghijauan disekitar perumahan. Konsep area hijau mesti diadakan oleh para lulusan arsitek, mensiasati lahan kecil agar tetap bisa digunakan menanam tumbuhan. Pemerintah pun harus labih ketat dalam memberi izin penebangan hutan dan pembangunan bagunan. Tiap komponen pemerintahan perluh menghimbau masyarakat untuk menanam pohon dan menjaganya.

Kita mulai dari lingkungan sekitar kita sendiri. Rumah, tempat kerja, tempat usaha, sekolah, kampus, kita mulai dari yang terdekat. Menyadarkan orang sekitar kita untuk mulai mencintai alam yang telah mencintai kita sedari dulu hingga sekarang. Memulai dari rasa cinta kita terhadap alam untuk masa depan dan anak cucu kita tersayang.




Terima Kasih