Rabu, 20 Februari 2013

Pelancong Nekat

Pelancong nekat, judul postingan ini saya tujukan buat saya dan teman-teman yang sunggu nekat melakukan perjalanan yang mempertaruhkan nyawa haha.

Kenapa saya bilang mempertaruhkan nyawa soalnya pagi itu cuaca sangat buruk untuk melakukan perjalanan jalur laut.

*cerita sebelumnya
Pagi itu, saya berencana joging bareng saudara tapi dasar, semangat semalam tidak sama dengan kenyataan pagi harinya. Akhirnya yang ada kami memilih membantalkan rencana dan kembali menuju kamar menghangatkan diri di pagi yang dingin.

Pagi itu sambil malas-malasan saya buka Facebook, eh ternyata pagi ini ada rencana menemani tamu dari Jakarta untuk jalan-jalan. Tempatnya belum jelas mau di bawa ke Pantai Puttondo atau Pulau Samalona.

Ingin sekali minggu itu tidak sia-sia cuma dihabiskan di rumah karena kemarin habis praktikum yang super melelahkan, tapi tetap saja malas masih membuat galau untuk keluar rumah. Setelah buka FB ku putuskan melanjutkan malas-malasan dengan menonton Carton Shincan dan lanjut Doraemon. Basi saya mulai bosan, akhirnya buka twitter via mobile. Terlihat mention teman-teman ngajak soal menemani tamu Jakarta tadi. Masih saja ogah keluar rumah tapi mulai radah goyah hahah.

Selesai satu judul Doraemon ada sms dari k'pipi "dek mau ikutan kami tunggu di dermaga" yah kurang lebih begitulah isi smsnya. Nah, sepertinya saya dah betu-betul tergoda. Ku bulatkan nekat pergi. Dengan buru-buru mandi dan siap-siap, tak ada persiapan langsung cabut saja dari rumah. Orang rumah pada kaget yang tadinya maals-malasan langsung semangat tiba-tiba keluar rumah.

Tanpa mengecek apapun di motorku eh pas pertengahan jalan motorku rusah hufff saya harus menunggu setengah jam Bapak datang bawa motor lain. Dah pamit sama Bapak saya langsung tancap gas. Ngumpul di Dermaga depan Rotterdam, ku kira kita bakalan ke pantai karena melihat cuaca tak memungkinkan. Ternyata jadinya kami ke Samalona, tepok jidat ke Samalona dengan ombak yang tinggi. Ku pandangi wajah bapak yang akan membawa kami dengan perahunya sepertinya santai saja yah mungkin tidak apa-apa. Kami semua naik kapal dengan hati yang riang "sepertinya".

Semua berjalan lancar setelah kami menjauh dari dermaga, tapi makin jauh ombak terlihat makin tinggi, air asin dah berkibas-kibas sampai membasahi seluruh tubuh kami. Parahnya badan kapal berbunyi aneh dan mengerikan seperti terbentur di batu mendera ombak. Mulai seram, teriakanku mulai tak bisa ku tahan, saya teriak seperti naik rolercoster. Awalnya ku nikmati tapi saat melihat ombak yang sepertinya monster yang siap menelan kami saya mulai parno ingat film Titanic wkwkwkw.

"Gila Laut ini bukan Kolam renang Coy, dalemm"

Selain berteriak dzikir terus saja ku ucap dalam hati, ku juga minta maaf sama seluruh keluargaku dan kepada Allah karena sudah pergi dengan alasan yang tak jelas. Saya pergi tanpa bilang mau kemana. Ingat sewaktu ke Bawakaraeng doaku kalau nanti ku mati karena kedinginan semoga keluargaku memaafkanku ekekek...

*Anak nakal

Lanjut..kira-kira 30 menit merasa ketakutan dan teriak-teriak yang kedengarannya bisa ketakut atau keasikan, entah. Ingat kata-kata kak'salma "Kau ketakutan atau keasikan" hahah kurang lebih begitu tapi memang siii takutnya sedikit keenakannya banyak hihihi.

Bersambung

Terima Kasih